KORELASI PERAN KELUARGA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI REMAJA

Juli Andriyani

Abstract


ABSTRACT:
There are some teens who have failed in the adjustment itself, such as inability to undertake real appearance, unable to adapt to a variety of groups, can not interact socially with the community, can not accept his situation. This failure was provoked by a problem with the family, such as economic status of parents down to the middle, the parents are very busy at work, parents who are less attentive to their children, parents who are too authoritarian, causing the child lacks self-esteem, no confidence , academic achievement is low, less able to hang out with friends, having problems when adjustments with friends that the economic status of their parents upper middle, the child became naughty, hostility, anxiety, and aggressive.The purpose of this study to determine the extent of the role of family environment on the adolescent ctadjustment.. This research uses quantitative methods. The independent variable is the family environment and the dependent variable is the adjustment. Subjects numbered 125 respondents were selected using random sampling techniques. In collecting the data, researchers used the method in the form of Likert scale. Data analysis using correlation techniques Product Moment Karl Person, with SPSS version 17.0 for Windows.
Based on the results of data analysis in this study obtained the r value of 0.769 and significance of P = 0.000 (P <0.01) means that there is a role that is very positive and very significant between family environment to the adjustment. Family environment is one of the variables that contribute relative to the adjustment in the amount of 59.2%. It is clear that the better the family environment, the better adolescent adjustment, and vice versa. Families are required to realize the positive values, religious values that nurtured the child's personality is good and able to adjust in society.

Keywords: Family Environment, Adjustment

ABSTRAK:
Penelitian ini diawali dengan beberapa kenyataan bahwa banyak remaja yang mengalami kegagalan dalam penyesuaian dirinya. Kegagalan tersebut diprovokasi oleh masalah dengan keluarga seperti status ekonomi orang tua menengah ke bawah, orang tua yang sangat sibuk bekerja, orang tua yang kurang perhatian kepada anak-anaknya, orang tua yang terlalu otoriter sehingga menyebabkan anak kurang memiliki harga diri, tidak percaya diri, prestasi belajar rendah, kurang dapat bergaul dengan teman, sehingga anak menjadi nakal, sikap bermusuhan, gelisah, dan agresif dalam penyesuaian dirinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui korelasi peran keluarga terhadap penyesuaian diri remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Variabel bebas adalah keluarga dan variabel dependen adalah penyesuaian diri. Subyek berjumlah 125 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode dalam bentuk skala Likert. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product moment Karl Person, dengan SPSS versi 17.0 for Windows.Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini diperoleh nilai r dari 0,769 dan signifikansi P = 0,000 (P <0,01) berarti bahwa ada peran yang sangat positif dan sangat signifikan antara keluarga untuk penyesuaian diri remaja. Keluarga merupakan salah satu variabel yang berkontribusi relatif terhadap penyesuaian diri dalam jumlah 59,2%. Hal ini jelas bahwa semakin baik hubungan dengan keluarga maka penyesuaian remaja juga akan lebih baik, dan sebaliknya. Keluargalah yang berperan untuk menanamkan nilai-nilai positif, nilai-nilai agama untuk mengembangkan kepribadian anak menjadi lebih baik sehingga mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan masyarakat.

Kata kunci: Keluarga, Penyesuaian diri

Full Text:

PDF

References


Agustiani, 2006. Psikologi Perkembangan : Pendekatan Ekologi Kaitannya dengan Konsep Diri dengan Penyesuaian Diri Pada Remaja. Bandung: PT Refika Aditama

Ali, M dan Asrori, M. 2005. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara

Arikunto, S. 2006. Manajemen Penelitaian. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, S. 2004. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

_______. 2005. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

_______. 2010. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fatimah, 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung: CV Pusaka Setia

Gunarsa, S. D. 1999. Psikologi untuk Keluarga. Cetakan ke 13. Penerbit PT BPK. Gunung Mulia.

Kartono, K. (2000). Hygiene Mental. Bandung: Mandar Maju

Lestari, S, 2012. Psikologi Keluarga Penanaman Nilai dan Penaganan Konflik Dalam Keluarga. Jakarta: PT Kencana Prenada Media Group.

Priyatno, D. SE. 2008. Analisis statistik data dengan SPSS. Yogyakarta : Mediakom.

Rumini dkk, 2004. Psikologi Anak dan Remaja. Jakarta: PT Rineka Cipta

Santrock. 2003. Development Adolescence (Perkembangan Remaja). Edisi Keenam. Alih Bahasa: Sinto B Adelar; Sherly Saragih. Jakarta: Erlangga

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Cetakan 13. Bandung: PT Alfabeta.

Triton, PB. 2006. SPSS 13.0 terapan : Riset Statistik Parametik. Yogyakarta : andi.

Yusuf, S. 2004. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset

Sa’adah, M. A. 2010. Hubungan antara Penyesuaian Diri Sosial dengan Penerimaan kelompok teman Sebaya di SMK Negeri 2 Malang. Diakses pada tanggal 21 Agustus 2013 http://lib.uin-malang.ac.id/ files/thesis/fullchapter/06410060.pdf


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright by Jurnal Al Bayan - Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Indexed by: