MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM SOLVING MATERI STOIKIOMETRI

Mukhlis Mukhlis

Abstract


The efforts to increase the student learning motivation was become a part of all importance in our studies. The studies activity was not signifinificant if only depend on main book, modul or another subject as atribute of student sucsefully. Learning models will be significanly good if a lecture could be sourch to increase of motivation student learning and found what his needed. Motivation activity will be forces every body to know somethings needed for him self. The student movation caused staying in intrinsics dan extrinsics models. The arm of this research was to determine the aplication effect of problem solving learning model in stoichiometry to increase the students motivation. Is the type/of this research was action research with pretest-posttest group design. The researching sample was given treatment by problem solving learning model. The data collection were done by a pretest and postest of learning motivation by questionnaire test for every circle. The data processed by t-test for different test between pretest and posttes. This research study conducted in Education Chemical Studies Program, of FTK UIN Ar-Raniry. The results activities and learning students motivation shown that the totals average scores increased from 2,583 into 3,25 and totals average learning students motivation of N-gain score from 0,38 to 0,76 included of “good” and “high” category. By problem solving, model can be increase the student learning movitation and passion when solving each problem in stoichiometry subject.

Keywords


Problem Solving Learning Model; Learning Students Motivation; Stoichiometry.

Full Text:

PDF

References


Adrian. (2004), Metode Mengajar Berdasarkan Tipologi Belajar Siswa. http://artikel.us/art05-65.html.

Adesoji, F. A. (2008). Students’ Ability Levels and Effectiveness of Problem Solving Instructional Strategy. Journal Social Sciences,17(1): 5-8.

Apriani, D.N, Saptorini dan Nurhayati, S. (2012). Pembelajaran Learning Cycle 7E Terhadap Hasil.Belajar dan Keterampilan Generik Sains Siswa. Journal Chemistry in Educations. 1(2): 1-8.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktik. Jakarta: Rieneka Cipta.

Bodner, G. M. (2003). Problem Solving: The Difference Between What We Do and What We Tell Students to do, The Higher Education Chemistry Journal of the Royal Society of Chemistry. 7(2): 37-63.

B. Uno, Hamzah. (2008). Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Chang, R. (2005). Kimia Dasar Jilid I. Jakarta: Erlangga.

Darmawan, M. (2013). Peningkatan Kemandirian Peserta Didik Melalui Strategi Pembelajaran Problem Solving pada Kompetensi Perawatan dan Perbaikan PC di Kelas X TKJ SMK Negeri 3 Yogyakarta. Jurnal EKSIS,6(2):53-64.

Gulacar, O, Bowman, C.R and Feakes, D.A. (2013). Observational Investigation of Student Problem Solving: The Role and Importance of Habits. Science Education International. 24(2):344-36,

Hamalik, O. (2003). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta; Bumi Aksara.

Hidayat R. Djamas, D dan Kamus, Z. (2014). Analisis Model Pemecahan Masalah Fisika dan Kaitannya dengan Karakter Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa di Kelas X SMAN Kota Padang. Jurnal Pillar of Physics Education. 4(4) 97-104.

Ibrahim, A.R. (2010). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Think Pair and Share pada Mata Kuliah Kimia Dasar I. Jurnal Forum MIPA. (13)(2): 1-5.

Irawati, R. K. (2014). Pengaruh Model Problem Solving dan Problem Posing serta Kemampuan Awal terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Sains. 02(04):182-192.

Karmawati. (2015). Penerapan Metode Pembelajaran Problem Solving dalam Meningkatkan Hasil Belajar Statistika Mahasiswa pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palu. Jurnal Penelitian Ilmiah. 03(01):83-99.

Miharty dan Rasmiwetti. (2010). Pembelajaran Berdasarkan Pemecahan Masalah Pada Mata Kuliah Kimia Dasar I Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNRI. Jurnal Pendidikan.1(2):1-12.

Muhajir, S.N, Mahen, E.C.S, Yuningsih, E.K dan Rahman, C. (2015). Implementasi Model Problem Solving Laboratory untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa pada Mata Kuliah Fisika Dasar II. Disajikan dalam Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains. Bandung.

Mulyasa. E. (2006). Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK. Bandung: Remaja Rosda karya.

Novita, E, Fadiawati, N, Rudibyani, R. B dan Efkar,T. (2012). Efektivitas Pembelajaran problem solving pada Materi Asam-Basa Arhenius untuk Meningkatkan Keterampilan Peserta didik SMA dalam Membangun Konsep Hukum Sebab Akibat. http://dokumen.tips/documents/jurnal-asam-ba-sa.html.

Nurhayati, S. (2010). Peningkatan Hasil Belajar pada Mata Kuliah Kimia Dasar I dengan Metode Pendekatan Modification Of Reciprocal Teaching. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 3(2):21-28.

Portoles.J.J.S & Lopez,V.S. (2009). Representations in problem solving in Science: Directions for practice, Asia Pasific Forum on Science Learning and Teaching. 8(2):1-16.

Pujadi, A. (2007). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Mahasiswa, Studi Kasus di Fakultas Ekonomi. Businees and Management Journal Bunda Mulia. 3(2):40-51.

Pujani, N. M. (2014). Pengembangan Perangkat Praktikum Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa Berbasis Kemampuan Generik Sains untuk Meningkatkan Keterampilan Laboratorium Calon Guru Fisika. Jurnal Pendidikan 3(2):471-482.

Purba, J. (2012). Pemecahan Masalah dan Strategi Pemecahan Masalah. (file.upi.edu/PURBA/Artikel_P.J.Purba.pdf, diakses 11 Agustus 2016).

Pursitasari, I.D dan Permanasari, A. (2012). Analisis Pemahaman Konsep dan Kesulitan Mahasiswa untuk Pengembangan Program Perkuliahan Dasar-dasar Kimia Analitik Berbasis Problem solving. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia.1(1):98-101.

Rahmawati, A. Miskonsepsi Mahasiswa Tadris Kimia Tingkat Dasar Pada Konsep Mol. Makalah disampaikan pada Diskusi Dosen Fakultas Tarbiyah. 23 Maret 2011.

Rachmanita, I. (2010). Deskripsi Motivasi Mahasiswa Akademi Kebidanan. Tesis tidak dipublikasikan. Surakarta: PPs Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Raehanah, Mulyani,S dan Saputro, S. (2014). Pembelajaran Kimia Menggunakan Model Problem Solving Tipe Search Solve Create and Share (SSCS) dan Cooperative Problem Solving (CPS) ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Matematis. Jurnal Inquiri,3(1):19-27.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Solikhah, S. (2010). Hubungan Intensitas dan Motivasi Belajar dengan Restasi Belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Lamongan. Tesis tidak dipublikasikan. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.

Sudjana, N. (1987). Dasar-Dasar Belajar Mengajar. Bandung: Algensindo.

Sunyono, Yuanita, L. dan Ibrahim, M. (2013). Keterkaitan Model Mental Mahasiswa dengan Penguasaan Konsep Stoikiometri Sebelum dan Sesudah Pembelajaran, dengan Model SiMaYang. Disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan Sains PPs Universitas Negeri Surabaya.

Taasoobshirazi, G. dan Glynn, M. S. (2009). College Students Solving Chemistry Problems: A Theoretical Model of Expertise. Journal of Research In Science Teaching,46(10)1071-1089.

Warimun, E.S. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Fisika pada Pembelajaran Topik Optika pada Mahasiswa Pendidikan Fisika. Jurnal Exacta. 10(02):111-114.

Widarta, P. dan Priyono. (2014). Pembelajaran Berbasis Pemecahan Masalah pada Matadiklat Pengetahuan Dasar Teknik Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Teknologi dan Kejuruan, 37(2)137-144.

Wood, C. (2006). The Development of Creative Problem Solving in Chemistry. Journal Chemistry Education Research and Practice, 7 (2), 96-113.

Yokhebet, Sudarmisman S. dan Sunarno.W. (2012). Pembelajara Biologi Menggunakan Model PembelajaranBerbasis Masalah dengan Keterampilan Proses Sains untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar. Jurnal Inkuiri,1(3) 183-194.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Mukhlis Mukhlis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed By :

Hasil gambar untuk google scholar        

Flag Counter