TEORI BELAH BAMBU SYAHRIZAL ABBAS : ANTARA TEORI RECEPTION IN COMPLEXU, TEORI RECEPTIE DAN TEORI RECEPTIO A CONTRARIO

IRMAWATI IRMAWATI

Abstract


Teori belah bambu suatu teori yang sering kita dengar di dalam perpolitikan. Guru besar UIN Ar-Raniry Syahrizal Abbas menempatkan teori ini dalam perkembangan hukum adat dan hukum Islam di Indonesia. Teori belah bambu ini beliau ungkapkan ketikA pemberlakuan teori receptie oleh staf penAsehat hindian Belanda pada abad peralihan 18 dan 19 masa penjajahan Belanda. Christian Snouck Hurgronje siapa yang tak kenal namanya yang mencetus teori receptie ini. Menurut Syahrizal Abbas, teori receptie ini berupaya mengangkat hukum adat dengan menekan hukum Islam sebagaimana mana teori belah bambu itu sendiri. Padahal menurutnya hubungan hukum adat dengan hukum Islam bagaikan sekeping mata uang yang masing-masing sisinya tak dapat di pisahkan. Keduanya memiliki peran yang sejajar dan sama, saling melengkapi dengan tanpa kehilangan identitas masing-masing. Hukum adat menerima hukum Islam sebagai tingkat tertinggi dan kesempurnaan dari sistem hukum adat, sedangkan hukum Islam juga menerima hukum adat dalam proses legislasinya.

Keywords


teori belah bambu, hukum Islam, hukum adat

Full Text:

PDF

References


Ali Hasjmy, Adat Aceh Dalam Sejarah, Jakarta: Beuna, 1982.

Aqib Suminto, Politik Hindia Belanda, Jakarta: LP3ES, 1996.

Arso Sosroatmodjo dan Wasit Aulawi, Hukum Perkawinan Di Indonesia, Jakarta: Bulan Bintang, 1992.

H. Arso Sosroatmodjo dan H.A. Wasit Aulawi, Hukum Perkawinan di Indonesia ,Jakarta : Bulan Bintang, 1976.

Haizairin , hukum kekeluargaan nasional, Jakarta: Bina Aksara,1986.

Haizairin, Demokrasi Pancasila, Jakarta:Rineka Cipta, 1990.

Harry J. Benda, The Crescent and The Rising Sun : Indonesian Islam Under The Japanese Accupation 1942-1945, Bandung : W. Van Hoeve, 1958.

Hartono Mardjono, Menegakkan Syariat Islam dalam Konteks KeIndonesiaan, Bandung: Mizan,1997.

Hazairin, Tujuh Serangkai Tentang Hukum, Jakarta:Bina Aksara, 1985.

Ismail Suny, Hukum Islam dalam Hukum Nasional, Jakarta : Universitas Muhammadiyah, 1987.

Ismail Suny, Kedudukan Hukum Islam dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia’’. Dalam Amrullah Ahmad SF (eds). Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional, Jakarta: Gema Insani Pers, 1996.

J.F. Holleman, Van Vollenhoven on Adat Law, The Hague: Martinus Nijhoff, 1981.

Jaspan, Mencari hukum Baru Sinkretisme Hukum di Indonesia yang Membingungkan, Jakarta:Yayasan LBH, 1988.

John Ball, Indonesia Legal History 1602-1848, Sydney: Oughtershaw Press, 1982.

Mahsun Fuad, Hukum Islam Indonesia: Dari Nalar Partisipatoris Hingga Emansipatoris, Yogyakarta: LkiS, 2005.

Muhammad Siddiq Armia (editor), Wajah Antropologi Dan Sosiologi Hukum Keluarga Di Beberapa Daerah Indonesia, Lembaga Kajian Konstitusi Indonesia (LKKI), 2017.

Muhammad Siddiq Tgk. Armia, Perkembangan Pemikiran Teori Ilmu Hukum. Pradnya Paramita, 2009.

Muhammad Siddiq Armia, "Studi Epistemologi Perundang-Undangan." (2011).

Notonegoro, Pembukaan UUD 1945, Jogjakarta : Tnp, 1956.

Otje Salman, Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap Hukum Waris, Bandung Alumni, 1993.

R. Supomo, Sejarah Politik Hukum Adat, Jakarta: Pradnya Paramita, 1982.

Syahrizal, Hukum Adat dan Hukum Islam di Indonesia :Refleksi terhadap Beberapa Integrasi Hukum dalam Bidang Kewarisan di Aceh, Aceh: Nadya Foundation, 2004.

Sajuti thalib, Receptie A Contrario, Jakarta: Bina Kasara, 1985.

Syahrizal Abbas, Mediasi (dalam Hukum Syari’ah, Hukum Adat, dan Hukum Nasional), Jakarta:Kencana, 2010.

Syahrizal, Teori Belah Bambu dalam Sejarah Hukum di Indonesia, Banda Aceh:Makalah Fak.Syari’ah IAIN Ar-Raniry, 1996.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/petita.v2i2.2315

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Welcome to PETITA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah open journal system. Thank you very much for visiting. We are looking forward to getting your articles

 

INDEXED BY

                                                                             

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter