Refleksi Pemikiran Hamka tentang Metode Mendapatkan Kebahagiaan

Fuadi Fuadi

Abstract


Abstract: Human happiness is based on a combination of Sufism and reason. Taking certain spiritual ways will bring true happiness to humans, namely the encounter with the creator of nature. According to Hamka, human happiness can be obtained through several steps such as building a mentality and spirit of religion, controlling lust, being sincere, maintaining mental and body health, being qana'ah, and being sincere. In these ways humans will find happiness in the world and the hereafter.

Abstrak: Kebahagiaan manusia didapatkan berdasarkan perpaduan antara tasawuf dan akal. Menempuh cara-cara spiritual tertentu dapat membawa manusia untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki yaitu penjumpaan dengan sang pencipta alam. Menurut Hamka kebahagiaan manusia dapat diperoleh melalui beberapa langkah seperti membangun mentalitas dan jiwa beragama, mengendalikan hawa nafsu, bersikap ikhlas, memelihara kesehatan jiwa dan badan, bersikap qana’ah, dan bersikap tawakkal. Dengan cara-cara ini manusia akan menemukan kebahagian dunia dan akhirat.

Keywords


Kebahagiaan, Akal, Tasawuf, Spiritual.

Full Text:

PDF

References


Abdurrahmn al-Makaffi, 50 Perisai Mukmin, Jakarta: Darul Fatah, 1996.

Amin Syukur dan Masyharuddin, Intelektualisme Tasawuf, Studi Intelektualisme Tasawuf Al-Ghazali, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.

Anwar Sanusi, Jalan Kebahagiaan, Jakarta: Gema Insani, 2006.

Asjwadis Sjukur, Ilmu Tasawuf II, Surabaya: Bina Ilu, 1979.

Asmaran As, Pengantar Studi Akhlak, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.

Azyumardi Azra, Histografi Islam Kontemporer; Wacana Aktualisasi dan Aktor Sejarah,Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1999.

Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, Ensiklopedi Islam, Jilid 2, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1999.

Ferianto H. Martoko Essoemo dan David Wattimena, Spiritual Happiness: 7 Kunci Menemukan Kebahagiaan Hidup dengan Metode NLP dan Tasawuf, Banda Aceh: Mizan Pustaka, 2011.

Haidar Bagir, Islam, Risalah Cinta dan Kebahagiaan,Jakarta: Mizan Publika, 2013.

Hariati, Asketisme Modern (Studi Pemikiran Tasawuf Hamka), Skripsi, Banda Aceh: Program Sarjana IAIN Ar-Raniry, 2000.

Imam al-Ghazali, Di Puncak Keimanan Jejak Pendakian Amal Sesuai Timbangan, Terj. Bahruddin, Jakarta: Cendekia, 2003.

Jonathan L Freedman, Bagaimana Menjadi Bahagia, Bandung: Pionir Jaya, 1987.

M. Alfan Alfian, Hamka dan Bahagia; Reaktualisasi Tasawuf Modern di Zaman Kita,Bekasi: Panji Masyarakat, 2004.

M. Rusli Amin, Pencerahan Spiritual Sukses Membangun Hidup Damai dan Bahagia, Jakarta: Al-Mawardi Prima, 2003.

Muhammad ‘Utsman Najati, Jiwa Manusia dalam Sorotan Al-Qur’an, Terj. Ibn Ibrahim,Jakarta: Cendekia Sentra Muslim, 2001.

Muhammad Aiman al-Syubrawi, Hakikat Bahagia dan Sengsara dalam Pandangan al-Qur’an dan Sunnah, Jakarta: Cendikia Sentra Muslim, 2004.

Nurcholis Madjid, Konsep-Konsep Kebahagiaan dan Kesengsaraan, Konstektualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah, Jakarta: Paramadina, 1995.

Nurcholish Madjid, Islam Doktrin dan Peradaban; Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan,Jakarta: Paramadina, 2000.

Sehat Ihsan Shadiqin, Kosmosufisme; Islam antara Imajinasi Metafisik dan Realitas Kehidupan Sosial, Banda Aceh: Lembaga Naskah Aceh (NASA), 2014.

Solihin dan Rosihon Anwar, Ilmu Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia, 2008.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


REDAKSI JURNAL SUBTANTIA: Gedung Fakultas Ushuluddin Lantai II, Fakultas Ushuluddin, UIN Ar-Raniry, Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111.Telp. (0651)7551295. Email: substantiafuarraniry@gmail.com