KAJIAN TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK Aedes DI GAMPOENG ULEE TUY KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR

Elita Agustina, Kartini Kartini

Abstract


Upaya yang paling tepat untuk pengendalian nyamuk Aedes adalah dengan mengeliminasi dan pemetaan tempat perindukan nyamuk. Pemetaan tempat perindukan ini penting diketahui untuk mengkaji, menganalisa, memilih dan menentukan bentuk pengendalian larva nyamuk Aedes. Penelitian ini bertujuan mengetahui tempat perindukan nyamuk Aedes di Gampoeng Ulee yang meliputi 4 dusun. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dan purposive sampling dengan menentukan 100 rumah lokasi pengambilan sampel larva dan responden untuk diwawancarai pada setiap dusun. Perolehan data melalui kuesioner terhadap masyarakat, inventarisasi larva dan identifikasi habitat perindukan. Pengambilan sampel larva dengan metode pencidukan langsung di tempat perindukannya. Parameter yang diamati adalah jumlah spesies nyamuk Aedes dan jumlah wadah tempat perindukan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Gampoeng Ulee Tuy ditemukan dua spesies nyamuk Aedes, yaitu A. aegypti dan A. albopictus. Tempat perindukan nyamuk A. aegypti dan A. albopictus ditemukan di genangan air relatif jernih pada wadah buatan manusia yang berada di dalam dan luar rumah. Sebagian besar tempat perindukan pradewasa nyamuk Aedes ditemukan di dalam rumah.

Full Text:

PDF

References


Agustina, E. 2006. Studi Preferensi Tempat Bertelur dan Berkembangbiak Larva Nyamuk Aedes aegepti Pada Air Terpolusi. Tesis. Program pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Effendy, A. 2002. Kepadatan Vektor Demam Berdarah Dengue. JKS. 2(1) pp: 1-4.

Hashim, N.A., M.R. Che Salmah and A. Abu Hasan, Field Study on Life Table of Aedes albopictus (skuse) in Penang, Malaysia. Proceedings 4th Regional IMT_GT UNINET Conference, 2002, pp 531-534.

Hasyimi, M, dan M. Soekirno. 2004. Pengamatan Tempat Perindukan Aedes aegepti Pada Tempat Penampungan Air Rumah Tangga Pada Masyarakat Pengguna Air Olahan. Jurnal Ekologi Kesehatan. 3 (1): 37-42.

Salim, M dan Febriyanto. 2005. Survey Jentik Aedes aegypti Di Desa Saung Naga Kab. Oku Tahun 2005.

http://www.litbang.depkes.go.id/Lokabaturaja/download/jurnal%20survay%20jentik%202005.doc. Diakses Tanggal 24 Mei 2008.

Sari, W, T.M, Zanaria dan E. Agustina. 2010. Kajian Tempat Perindukan Nyamuk Aedes di Kawasan Kampus Darussalam Banda Aceh. Jurnal Biologi Edukasi 2(3): 24-25.

Soedarmo, S. S. P. 2005. Demam Berdarah (Dengue) Pada Anak. Universitas: Indonesia. Jakarta.

Soegijanto, S., 2004. Demam Berdarah Dengue. Airlangga University Press : Surabaya.

WHO, 1999. Demam Berdarah Dengue: Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan dan Pengendalian. Edisi 2. Terjemahan dari Dengue Haemorrhagic fever: diagnosis, treatment, prevention and control. Oleh E. Monica. EGC : Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.