PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENGENDALIAN VEKTOR TULAR PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI GAMPONG BINAAN AKADEMI KESEHATAN LINGKUNGAN

Kartini Kartini, Elita Agustina

Abstract


Penyakit demam berdarah merupakan penyakit yang setiap tahun selalu mendatangkan korban. Perilaku masyarakat merupakan faktor penting dalam upaya menunjang program pengendalian penyakit bersumber vektor tular seperti demam berdarah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perilaku masyarakat di Gampong Ulee Tuy terhadap vektor tular penyakit demam berdarah. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan rancangan cross sectional dengan menentukan 100 rumah/KK pada lokasi pengambilan sampel larva dan responden untuk diwawancarai pada 4 dusun. Metode kualitatif digunakan untuk menggali aspek sosial dan budaya yang terwujud dalam perilaku masyarakat mengenai vektor tular penyakit demam berdarah. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat di gampong binaan Akademi Kesehatan Lingkungan mempunyai perilaku mengumpulkan, menumpuk, membiarkan barang-barang bekas di sekitar rumah dan tidak memiliki pengetahuan terkait tempat perindukan vektor tular penyakit demam berdarah. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai vektor tular penyakit demam berdarah berakibat rendahnya tindakan preventif yang dilakukan.

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Aceh. 2014. Kabupaten Aceh Tenggara.

Depkes RI. (1992.a). Petunjuk Teknis Pemberantasan Nyamuk Penular Penyakit Demam Berdarah Dengue . Jakarta : Dirjen PPM dan PLP.

Depkes RI. (1992.b). Petunjuk Teknis Pengamatan Penyakit Demam BerdarahDengue. Jakarta : Dirjen PPM dan PLP.

Hasyimi, M, dan M. Soekirno. 2004. Pengamatan Tempat Perindukan Aedes aegepti Pada Tempat Penampungan Air Rumah Tangga Pada Masyarakat Pengguna Air Olahan. Jurnal Ekologi Kesehatan. 3 (1): 37-42.

Notoatmodjo, Soekidjo. 1993. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Yogyakarta. Andi Offset.

Ririh Y. dan Anny V. 2005. Hubungan Kondisi Lingkungan Kontainer dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 1(2) : 176-180

Salim, M dan Febriyanto. 2005. Survey Jentik Aedes aegypti Di Desa Saung Naga Kab. Oku Tahun 2005.

Http://www.litbang.depkes.go.id/Lokabaturaja/download/jurnal%20survay%20jentik%202005.doc. Diakses Tanggal 24 Mei 2016.

Waris L dan Tri Yuana W. 2013. Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Terhadap Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimatan Selatan. Jurnal Buski 4(3) : 145.

WHO. 1994. Guidelines for Dengue Surveillance and Mosquito Control.WHO Regional Office for The western Pasific, Manila.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.