PENAMBAHAN AMPAS TEBU SEBAGAI SUBSTRAT BIBIT DALAM PRODUKSI JAMUR MERANG (Volvariella volvacea)

Yulia Sari Ismail, Zairin Thomy, Muslim Muslim, Cut Yulvizar

Abstract


Jamur merang (Volvariella volvacea) merupakan salah satu sumber protein dan produksinya di dunia terus meningkat. Penggunaan ampas tebu (Saccharum officinarum) merupakan alternatif yang lebih murah dan mudah diperoleh sebagai bahan campuran substrat bibit jamur merang. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh penambahan ampas tebu pada substrat bibit terhadap produksi bibit jamur merang. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 4 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecepatan pertumbuhan miselium, awal dan lamanya panen, diameter tubuh buah dan berat rata-rata per tubuh buah. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA) kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada kecepatan pertumbuhan miselium jamur merang dalam media bibit yang ditambahkan ampas tebu. Perlakuan M0 (kontrol) mengalami pertumbuhan miselium lebih cepat dan diikuti perlakuan M1, sedangkan perlakuan M2 dan M3 relatif lebih lambat. Panen awal pada produksi jamur untuk tiap perlakuan berbeda. Penambahan ampas tebu pada bibit tidak berpengaruh nyata terhadap berat rata-rata per tubuh buah jamur dan diameter tubuh buah jamur yang dihasilkan.

Full Text:

PDF

References


Chang, S.T. 1993. Biologi and Cultivation Technology of Volvariella volvasea. In Proceedings of the first International Conference on Mushroom Biology and Mushroom Poducts. Chang S.t., J.A. Bushwell and Sw. Chiu, (eds.) The Chinese University of Hong Kong. Hong Kong.

Chang, S.T. and P.G. Miles. 1989. Edible Mushroom and Their Cultivation. CRC Press, Inc. New York.

Genders,P. 1986. Bercocok Tanam Jamur Merang. C.V. Pionir Jaya, Bandung.

Gunawan, A.W 2005. Usaha Pembinaan Jamur. Penebar Swadaya, Bandung.

Hanafiah, K. A. 2005. Rancangan Percobaan : Teori dan Aplikasi. PT. Raja Prasindo Persada, Jakarta.

Oei, P. 1996. Mushroom Cultivation. Tool publication, Netherland.

Rahmat, B. 2007.Dasar-Dasar Usaha Budidaya Jamur. Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (The Indonesia Mushroom Agribussiness Society). Bandung.

Sinaga, M.S. 2007. Jamur Merang dan Budidayanya. Penebar Swadaya, Jakarta.

Thomy, Z. 2008. Pengantar Pelatihan Laboratorium dan Produksi Bibit Jamur. Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (MAJI), Bandung.

Widiyastuti,B. 2004. Budidaya Jamur Kompos. PT. Penebar. Swadaya, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.