KEARIFAN LOKAL TERHADAP KONSERVASI LAHAN MANGROVE DI GAMPONG LAM UJONG KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR

Ibrahim Ibrahim, Nurul Akmal, Sanusi M

Abstract


Lahan mangrove merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir dan lautan yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.Saat ini kita bisa melihat peran ekosistem lahan mangrove terhadap masyarakat yang diuntungkan oleh keanekaragaman hayati yang ada di sekitarnya, contohnya keanekaragaman fauna yang melimpah yang dapat menambah pendapatan masyarakat di sekitar lahan mangrove seperti ikan, udang, kepiting kerang.  Untuk menjaga ekosistem lahan mangrove perlu adanya strategi pelestarian lahan mangrove yang digunakan adalah pelestarian dengan melibatkan masyarakat.Pelestarian lahan mangrove adalah merupakan suatu usaha yang sangat kompleks untuk dilaksanakan, karena kegiatan tersebut sangat membutuhkan suatu sifat akomodatif terhadap segenap elemen yang berada di sekitar kawasan maupun di luar kawasan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam konteks pengelolaan ekosistem lahan mangrove adalah pengelolaan berbasis masyarakat (Community Based Management). Tujuan mendasar dari pengelolaan ekosistem mangrove adalah untuk meningkatkan konservasi, rehabilitasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem mangrove. Masyarakat gampong Lam Ujong memiliki kebiasaan upacara adat seperti makan bersama ketika kegiatan penanaman bibit mangrove secara bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat gampong, namun dalam perjalanannya kearifan lokal ini berangsur pudar, dan penyebabnya belum diketahui.Mangrove dalam kebiasaan masyarakat desa dinamakan Bak Bangka atau Bak Jampee.


Full Text:

PDF

References


Aaron, M.E. 2007. Managing Mangroves With Benthic Biodiversity In Mind: Moving

Beyond Roving Banditry. Journal of sea reseach 59 (2008) 2-15.

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian dan Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Asriyana., Yuliana. 2012. Produktivitas Perairan. Bumi Aksara: Jakarta.

Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Departemen Kelautan dan Perikanan.2004. Ekologi dan Potensi Sumberdaya Perikanan. Lembata: NTT.

Bina Pesisir.2003. Pedoman Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Bumi Aksara: Jakarta.

Campbell. M. 2000. Biologi Jilid 3 Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Dahuri, R. 2002. Membangun Kembali Perekonomian Indonesia melalui Sektor Perikanan dan Kelautan.Jakarta: LISPI.

Dahuri, R., J. Rais, S.P. Ginting dan M.J. Sitepu. 2001. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan secara Terpadu. Pradnya Paramita, Jakarta.

Daniela, E. M, Petrovici, M, Pirvu, R. L. 2012. The Studi Of Water Quality Using Benthic Makroinvertebrates As Bioindikator In The Catchment Areas Of The Rivers Jiu, Olt and Ialonita. Journal. Romania.

David, R. A. Emma, L. J, Alistair, G. B. 2008. Contamination Of Marine Biogenic Habitats and Effects Upon Associated Epifauna. Journal. Sydney, Australia.

Dietriech Bengen. G. 2001. Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. PKSPL – IPB, Bogor.

Fachrul, M.F. 1994. Metode Sampling Bioekologi.Jakarta: Bumi Aksara

___________.2007. Metode Samping Bioekologi. Jakarta: Bumi Aksara

Irwanto. 2008. Konservasi Hutan Mangrove dan Manfaatnya. (Online), (http://www.irwantoshut.com/penelitian/hutan mangrove/, diakses 20 September 2017).

Ibrahim dan Muhiddin, 2017. Peran Habitat air Payau dalam Budi daya Kerapu pada Masyarakat Pesisir. Jurnal Saint dan Sanitasi, 7 (3) 201-213.

Kimball, J. W. 1999. Biologi Jilid 3 Edisi Kelima. Erlangga: Jakarta.

Kusmana, C. 2002. Ekologi Mangrove. Fakultas Kehutanan – IPB Bogor.

LPP Mangrove. 2008. Ekosistem Mangrove di Indonesia. (online), (http://www.imred.org, diakses 14 April 2011).

Margaret, ET. 2004. Kajian Peran Masyarakat dalam Upaya Pemulihan Mangrove di Kawasan Pertambakan Wilayah Pesisir di Desa Dororejo Kecamatan Tayu Kabupaten Pati.Tesis. Universitas Diponegoro Semarang, (online), (http://www.wikipedia.co.id., diakses 1 Mei 2016).

Moesa, S. 2001. Penuntun Praktikum Ekologi. Banda Aceh: Universitas Syiah kuala.

Nazir, M. 1999. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia: Jakarta.

Nontji, A. 1993. Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.