KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA) DI AIR TERJUN PEUCARI BUENG JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR

Cut Raihan, Nurasiah Nurasiah, Nurlia Zahara

Abstract


Tumbuhan lumut (Bryophyta) adalah kelompok terbesar kedua setelah tumbuhan tinggi. Jumlah tumbuhan lumut kurang lebih terdapat 18.000 jenis yang tersebar di seluruh dunia dan merupakan kelompok terbesar kedua setelah tumbuhan berbunga. Indonesia sendiri memiliki keanekaragaman tumbuhan lumut sebanyak 1.500 jenis. Tujuan penelitian ini adalah untuk; mengetahui jenis-jenis tumbuhan lumut yang terdapat di Air Terjun Peucari Bueng Jantho; dan mengetahui tingkat keanekaragaman tumbuhan lumut di Air Terjun Peucari Bueng Jantho. Rancangan penelitian yang digunakan untuk memperoleh data lapangan, yaitu dengan menggunakan metode jelajah. Pengambilan sampel secara purposive sampling pada Air Terjun Peucari Bueng Jantho. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 zona pengamatan dan masing-masing titik pengamatan terdiri dari 1 Line Transek dan setiap Line Transek diletakan 5 plot berukuran 5m x 5m. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 15 spesies tumbuhan lumut yang terdiri dari 9 Famili. Keanekaragaman tumbuhan lumut di Air Terjun Peucari Bueng Jantho tergolong sedang dengan indeks keanekaragaman Ĥ = 1,94693. Kesimpulan penelitian ini adalah: 1) Jenis Tumbuhan Lumut yang terdapat di Air Terjun Peucari Bueng Jantho terdiri dari 20 jenis dari 9 famili, yaitu Marchantiaceae, Pottiaceae, Fissidentaceae, Hypnaceae, Catagoniaceae, Bartamiaceae, Brachytheciaceae, Calymperaceae, dan Plagiochilaceae; 2) Keanekaragaman Spesies Tumbuhan Lumut yang terdapat di Air Terjun Peucari Bueng Jantho tergolong sedang.


Full Text:

PDF

References


Addninunnisa Auliya Ipaulle, 2017, “Pengsruh Lumut (Bryophyta) Sebagai Komposisi Media Pertunasan dan Pertumbuhan Tanaman Banahong”, Jurnal Prodi Biologi, Vol. 6, No. 3

Akhmadi. 2010. Bahan Ajar Botani Tumbuhan Rendah. Palangka Raya: Universitas Palangka Raya

Anonim,“Tumbuhan Lumut (Bryophyta)” (on-line), tersedia di: http://www.artikelsiana.com/2015/02/tumbuhan-lumut-bryophyta-ciri-ciri-klasifikasireproduksi.html

Arief A. 2001. Hutan dan Kehutanan. Yogyakarta: Kanisiu

Bitenia Elen Kuni, dkk, 2015. “Etnobotani Masyarakat Suku Dayak Kerabat Di Desa Tapang Perodah Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau”, Jurnal Hutan Lestari, Vol. 3, No. 3

Biopix,http://www.biopix.com/black-rock-moss-andreaea-rupestris_photo-54489.aspx

Brainly, https://brainly.co.id/tugas/2147763

Campbell Reece, dkk. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Cecep Kusmana, 2015, “Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) Sebagai Elemen KunciEkosistem Kota Hijau”, Jurnal ProSem Masy Biodiv Indon, Vol. 1, No. 8

Choirur Rojichin. 2007. “Inventrasi Jenis-Jenis Tumbuhan Anggota Divisi Bryophyta di Kawasan Arboretum Nyaru Menteng Kota Palangka Raya”, Jurnal Bio, Vol. 2, No. 1

Damayanti L. 2006. Koleksi Bryophyta Taman Lumut Kebun Raya Cibodas. Cibodas:

UPT Balai Konservasi Tumbuhan

Dani Hidayat. 2010. “Terjema Tafsir Jalalain Ebook”. Tasikmalaya

Darmono. 2009. Pendekatan Aspek Manajemen dan Tata Kerja. Jakarta: Grasindo

Departemen Agama RI. 2005. “ Al-Hikmah Al-Quran Terjemahannya”. Jawa Barat: Penerbit Dipenogoro

Ehsan A. Hudi. 1995. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: PT. Indah

Ferianita Fachrul Melati. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Florentina Indah Windadri dan Dewi Susan. 2013. “Keanekaragaman Jenis Lumut Di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat”, Jurnal Buletin Kebun Raya, Vol. 16, No. 2

Florentina Indah Windadri. 2009. “Keragaman Lumut di Resort Karang Ranjang, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten”, Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 10, No. 1

Fuller and Carothers. 1994. The Plant World. USE: By Holt

Gembong Tjitrosoepomo. 1998. Taksonomi Umum. Yogyakarta: Gajah Mada Univerdity Press

Gembong Tjitrosoepom. 1989. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM, 1989

Glime Janice. 2006. Bryophyte Ecology. Ebook Sponsored: Michigan Tecnhological University

Hasanuddin dan Mulyadi. 2004. Botani Tumbuhan Rendah. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press

Hasan M. dan Ariyanti. 2004. Mengenal (Bryophyta) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas: Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Hasil Wawancara dengan Dosen Botani Tumbuhan Rendah 8 Desember 2017

Hasil Wawancara dengan Mahasiswa Pendidikan Biologi 20 November 2017

Hasil Observasi di Air Terjun Peucari Bueng 29 Oktober 2017

Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Sphagnum_fimbriatum.jpeg

Biologi Pedia, http://www.biologipedia.com/klasifikasi-tumbuhan-lumut.html/5

Idbiodiversitas, http://www.idbiodiversitas.com/2016/06/apa-itu-lumut-beserta-ciri-umum-lumut.html

Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta: Bumi Aksara

Kharis Triyono. 2013. “Keanekaragaman Hayati Dalam Menunjang Ketahanan Pangan”, Jurnal Inovasi Pertanian, Vol. 11, No. 1

Keanekaragaman Marchantiophyta Epifit Zona Montana di Kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah”. 2014, Jurnal Bioma, Vol. 16, No. 1

Kompas. Com dan Hasil Observasi, pada tanggal 29 Oktober 2017

Lia Damayanti, 2006, “Koleksi Bryophyta Taman Lumut Kebun Raya Cibodas, Jurnal LIPI, Vol. 2, No. 4

M. Ibnu Mundir, dkk., 2012. “Inventrarisasi Lumut Teretrial Di Kawasan Wisata Air Terjun Irenggolo Kabupaten Kediri”, Jurnal Nusantara, Vol. 12, No. 2

M. Zainuddin, 2001. Praktikum. Jakarta: Pusat Antar Universitas

Nafiun, http://www.nafiun.com/2012/12/tumbuhan-lumut-bryophyta-ciri-ciri-klasifikasi-reproduksi-struktur.html

Najmi Indah. 2009. Taksonomi Tumbuhan Tingkat Rendah (Scyzophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta), Jawa Barat: Fakultas MIPA IKIP PGRI

Nuroho Bawaihaty, dkk., 2014. “Keanekaragaman dan Peran Ekologi Bryophyta di Hutan Sesaot Lombok, Nusa Tenggara Barat”, Jurnal Silvikultur Tropika, Vol. 5, No. 1

Nuroh Bawaihaty. 2014. “Keanekaragaman Jenis Lumut di Taman Hutan Raya Sesaot Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat”, Jurnal Sains, Vol. 2, No. 2

Panji, http://www.edubio.info/2016/02/struktur-dan-ciri-tumbuhan-lumut.html

Q. A. Internasional. 2006. Visual Ilmu dan Pengetahuan Populer (Untuk Pelajar dan Umum), Jakarta: PT Buana Ilmu Popoler, 2006

Rosalia Maylan Camencita. 2011. “Keanekaragaman Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Hubungannya Dengan Kondisi Lingkungan di Gua Semeluh, Gunung Kidul Yogyakarta”, Jurnal Biodiversitas, Vol.3, No. 2

Sardianti, http://www.sridianti.com/peranan-bryophyta.html

Satiyem. 2010. “Keanekaragaman Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Pada Berbagai Ketinggian Hubungannya Dengan Kondisi Lingkungan Di Wilayah Lereng Selatan Gunung Merapi Pasca Erupsi”, jurnal Eksperimen, Vol. 12, No. 3

Shabuddin, Et.al. 2005. “Penelitian Biodiversitas Serangga di Indonesia: Kumbang Tinja (Coleoptera: Scrabaeidae) dan Peranan Ekosistemnya”, Jurnal Biodiversitas, Vol. 6, No. 2

Siti Sutarjmi Tjitrosomo. 1987. Biologi Umum. Bandung: Angkasa

Tiara Kusuma Wati, dkk., 2016. “Keanekaragaman Hayati Tanaman Lumut (Bryophyta) dihutan Sekitar Waduk Kedung Brubus Kecamatan Pilang Keceng Kabupaten Madiun”, Jurnal Florea, Vol. 3, No. 1

Tomas Hallingback dan Nick Hodgetts. 2000. Mosses, Liverworts, and Hornworts, United Kigdom: Infomation Press Oxford

Ilham Majid dan Sunarti Mulaicin. 2013. “Pengembangan Media Pembelajaran Herbarium Pada Siswa Madrasah Aliyah Kota Ternate”, Jurnal Bioedukasi, Vol. 2, No. 1.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.