KEANEKARAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI KAWASAN IE SUUM KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR

Muhammad Doudi, Muslich Hidayat, Nursalmi Mahdi

Abstract


Mikoriza merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme antara fungi dan akar tanaman. Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah meningkatkan penyerapan hara terutama P (Fosfor). Penelitian ini di lakukan di kawasan Ie Suum Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar pada bulan Juli 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) di kawasan Ie Suum Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Rancangan penelitian yang digunakan untuk memperoleh data lapangan, yaitu dengan menggunakan kombinasi dua metode transek yaitu metode transek garis (line transect) dan transek kuadrat (quadrat transect). Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 stasiun dan 5 petak kuadrat, dengan masing-masing petak kuadrat diambil 3 sampel tanah. Tingkat keanekaragaman di analisis dengan indeks Shannon-Winner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) yang diperoleh adalah 1,3587. Hal ini menunjukkan bahwa, keanekaragaman spesies Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) di kawasan Ie suum Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar tergolong kategori sedang.


Full Text:

PDF

References


Aden Rani Wanda, dkk., “Keanekaragaman Cendawan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) di Hutan Pantai Nepa Sampang Madura Berdasarkan Gradien Salinitas”, LenteraBio, Vol. 4 No. 3, September 2015.

Agoes Soegianto, 1994, Ekologi Kuantitatif, Surabaya: Usaha Nasional.

Ahmad Shafwan S., dkk., “Infeksi Fungi Mikoriza Arbuskula pada Akar Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.)”, J. Biosains Unimed, Vol.1, No.1, Juni 2013.

Burnie, David., 2005, Ekologi, Jakarta: Erlangga.

Dewi Elfidasari., “Jenis Interaksi Intraspesifik dan Interspesifik pada Tiga Jenis Kuntul saat Mencari Makan di Sekitar Cagar Alam Pulau Dua Serang, Propinsi Banten”, BIODIVERSITAS, Vol. 8, No. 4, Oktober 2007.

Edi Tarmedi., “Keanekaragaman Cendawan Mikoriza Arbuskula di Hutan Sub Pegunungan Kamojang Jawa Barat”, SKRIPSI, Bogor: Program Studi Budidaya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, 2006.

Feri Maryadi, “Status dan Keanekaragaman Jenis Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) di Bawah Tegakan Kebun Benih Klonal”, Karya Ilmiah, Bogor: Institut Pertanian Bogor, 2001.

Hasil Penelitian Survey Awal di Kawasan Ie Suum Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar, pada Tanggal 27 Juni 2016

Hasil Praktikum Mahasiswa Leting 2012 dalam Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan, Prodi Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Husna, dkk., “Fungi Mikoriza Arbuskula pada Rizosfer Pericopsis Mooniana (Thw.) Thw. Di Sulawesi Tenggara [Arbuscular Mycorrhizal Fungi from Rhizosphere of Pericopsis mooniana (Thw.) Thw. in South-East Sulawesi]”, Berita Biologi, Vol. 13(3) - Desember 2014.

Irda Sayuti, dkk., “Identifikasi Jamur Mikoriza Arbuskula (JMA) pada Tanah Gambut Bekas Terbakar di Kota Pekanbaru Provinsi Riau”, Jurnal Pilal Sains, Vol. 11(1), 2011.

M. Quraish Shihab, 2002, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, volume 9, Jakarta: Lentera Hati.

Panduan Penulisan Buku Saku Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-raniry, 2014.

Prihastuti, dkk., “Keanekaragaman Jenis Mikoriza Vesikular Arbuskular dan Potensinya dalam Pengelolaan Kesuburan Lahan Ultisol”, Seminar Nasional Biologi, Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010.

Silabus Kurikulum 2013 kelas VII semester 1.

Very Warouw dan Reynold P. Kainde., “ Populasi Jamur Mikoriza Arbuskular (MVA) pada Zone Perakaran Jati”, Eugenia, Volume 16 nomor 1 April 2010.

Wawancara dengan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Angkatan 2012 pada tanggal 20 Oktober 2015 di Banda Aceh.

Yusuf hadi Miarso, 2004, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.