KEANEKARAGAMAN LUMUT (BRYOPHYTES) PADA BERBAGAI SUBSTRAT DI KAWASAN SUNGAI PUCOK KRUENG RABA KECAMATAN LHOKNGA KABUBATEN ACEH BESAR

Rizkina Fitria, Samsul Kamal, Eriawati Eriawati

Abstract


Lumut (Bryophytes) hidup menempel pada berbagai substrat, baik arboreal (pohon) maupun terestrial (kayu lapuk, tanah dan bebatuan). Data keanekaragaman lumut pada berbagai tipe substrat khususnya di Aceh masih jarang ditemukan. Data tersebut sangat dibutuhkan untuk melengkapi daftar spesies lumut, studi taksonomi, ekologi, dan strategi konservasi. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui keanekaragaman lumut (Bryophytes). Penelitian ini dilakukan di kawasan Sungai Pucok Krueng Raba Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, baik di lokasi wisata maupun perkebunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey explorative dengan kombinasi antara metode jalur dengan garis berpetak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 16 spesies lumut (Bryophytes) yang tergolong ke dalam 13 familia. Indeks keanekaragaman lumut tergolong sedang dengan nilai indeks keanekaragaman 2.095. Keanekaragaman lumut (Bryophytes) pada berbagai substrat tergolong sedang, baik pada substrat terrestrial maupun arboreal. Nilai indeks keanekaragaman pada setiap substrat secara berurut adalah 1.851 dan 1.276. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa indeks keanekaragaman lumut (Bryophytes) tergolong sedang.

Full Text:

PDF

References


Aditya Rengganis, (2015). “Struktur Komunitas Lumut Epifit Berdasarkan Tipe Vegetasi Hutan”, Tessis.

Atik Munarsih, dkk. (2014). “Struktur Komunitas Mikroartropoda Bryofauna Terestrial Di Zona Tropik Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah”. Jurnal Bioma, 16(1):51.

Budi Suhono. (2012). Ensiklopedia Biologi Dunia Tumbuhan: Lumut. Jakarta: Lentera Abadi.

Desy Aristria Sulistyowati. (2014). “Keanekaragaman Marchantiophyta Epifit Zona Montana di Kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah”. Jurnal Bioma, 16(1):28.

Fibo Adhitya. (2014). “Keanekaragaman Lumut Epifit Pada Gymnospermae Di Kebun Raya Bogor”. Jurnal Floribunda, 4(8):212.

Florentina Indah Windadri. (2010). “Keanekaragaman Lumut Ditaman Nasional Bukit Barisan Selatan, Provinsi Lampung”. Berita Biologi, 10(2):159-163.

. (2009). “Keragaman Lumut di Resort Karang Ranjang, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten”. Jurnal Teknologi Lingkungan, 10(1):19-24.

. (2014). “Lumut Sejati di Kawasan Cagar Alam Gunung Papandayan Garut, Jawa Barat”. Berita Biologi, 13(3):309-318.

Hasanuddin dan Mulyadi. (2015). Botani Tumbuhan Rendah. Banda Aceh: USK Press.

Idealisa Masyrafina. (2014). “Keanekaragaman Spesies Tumbuhan Bawah Di Gunung Papandayan Bagian Timur, Garut, Jawa Barat”. Skripsi.

Melati Ferianita Fachrul. (2007). Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Bumi Aksara.

Musyarofah. (2013).“Keanekaragaman Lumut Hati Dan Lumut Tanduk Pasca Erupsi Di Taman Nasional Gunung Merapi, Yogyakarta”, Skripsi.

Nunik S. Ariyanti Dan Sulistijorini. (2011). “Contrasting Arboreal And Terrestrial Bryophytes Communities Of The Mount Halimun Salak National Park, West Java”. Jurnal BIOTROPIA, 18(2):81-83.

Nuroh Bawaihaty. dkk. (2014). “Keanekaragaman dan Peran Ekologi Bryophyta di Hutan Sesaot Lombok, Nusa Tenggara Barat”. Jurnal Silvikultur Tropika, 5(1):14-15.

Suharti R. (2013). “Keanekaragaman Lumut Sejati Di Taman Nasional Gunung Merapi Sleman, Yogyakarta”. Skripsi.

Tiara Kusuma Wati. (2016). “Keanekaragaman Hayati Tanaman Lumut (Bryophitha) Di Hutan Sekitar Waduk Kedung Brubus Kecamatan Pilang Keceng Kabupaten Madiun”. Jurnal Florea, 3(1):50.

Zaenal Mutaqien dan Suluh Normasiwi. (2015). “Komposisi vegetasi dasar pasca pembukaan ladang di kawasan hutan lindung Gunung Talamau, Sumatera Barat”. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(3):684-685.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.