KEANEKARAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA BEBERAPA JENIS POHON DI PEGUNUNGAN DEUDAP PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR

Rasma Hasyiati, Nova Wulandari, Haidilianda Haidilianda

Abstract


Mikoriza merupakan hubungan simbiosis mutualisme antara fungi dengan perakaran tanaman tingkat tinggi. Adapun Tofografi ataupun keadaan tanah yang mendukung hidupnya mikoriza yaitu adanya air tanah yang terpengaruh oleh musim dan masukan air laut. Dimana, pada saat musim kemarau dan pengaruh dari air laut yang tinggi, maka air tanah mengalami perubahan yaitu mengandung zat kapur yang memicu hidupnya mikoriza di desa Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Penelitian tentang “Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Beberapa Jenis Pohon di Pegunungan Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar” telah dilakukan pada tanggal 15 April 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman fungi mikoriza arbuskula (FMA) pada beberapa jenis pohon di pegunungan Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi metode transek garis (line transect) dan metode kuadrat. Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif yang meliputi indeks keeanekaragaman. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 5114 individu yang terdiri dari 5 genus, diantaranya : Glomus, Acaulospora, Gigaspora, Scutelospora dan Entropospora. Indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai indeks H’: 2,5179

Full Text:

PDF

References


Brundrett, M.C. 2004. Mycorrhizal in Natural Ecosystem. Adv. Ecol.Res. 21 : 171-313.

Ervayenri. 1998. “Studi Keanekaragaman dan Potensi Inokulon Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) di Lahan Gambut (Studi Kasus di Kab Bengkalis Provinsi Riau)”. Thesis. Bogor : Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Hesti L, Tata M. 2009. “Pengaruh Pemberian Berbagai MVA dan Pupuk Kandang Ayam pada Tanaman Tembakau Deli Terhadap Serapan P dan Pertanaman ditanah Inceptisol Sampali. Skripsi. Bogor : Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian.

Kartika, E. 2006. “Tanggap Pertumbuhan, Serapan Hara dan Karakter Morfofisiologi terhadap Cekaman Kekeringan pada Bibit Kelapa Sawit yang Bersimbiosis dengan CMA”. Disertasi. Bogor : Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Nur Hidayat. Dkk. 2016. Mikologi Industri. Malang : UB Press.

Pujianto. 2001. “Pemanfaatan Jasad Mikro, Jamur Mikoriza dan Bakteri dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan di Indonesia : Tinjauan Dari Perspektif Falsafah Sains”. Makalah Falsafah Sains. Bogor : Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Suharno. Dkk. 2013. “Fungi Mikoriza Arbuskula : Potensi Teknologi Mikorizoremediasi Logam Berat dalam Rehabilitasi Lahan Tambang”. Jurnal Bioteknologi. Vol. 10. No. 1.

Suharti. 2011. “Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Rhizosper Desmodium sp Asal PT.Cibaliung Sumberdaya”. Jurnal Silvikultur Tropika Biologi Papua perkebunan. Vol. 3. No. 1.

Syib’li, M. A. 2008. Jati Mikoriza, Sebuah Upaya Mengembalikan Eksistensi Hutan dan Ekonomi Indonesia. http://-www.kabarindonesia.com. Diakses tanggal 6 Juli 2018.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.