MUTU RENDEMEN DAN UJI ORGANOLEPTIK TEPUNG CABAI (Capsicum annuum L.)

Nico Syahputra Sebayang, Sentosa Ginting Kartini, Satya Siahaan

Abstract


Analisa  sensory  adalah suatu proses identifikasi, pengukuran ilmiah, analisis, dan interpretasi atribut-atribut produk melalui lima pancaindra manusia.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Mutu (Rendemen dan Uji Organoleptik) pada pembuatan tepung cabai. Penelitian ini menggunakan  Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dengan dua ulangan, dimana faktor I  adalah Suhu  Pengeringan (S) dengan 4 taraf yaitu : S1=50°C, S2=60°C, S3=70°C, S4=80°C dan faktor II yaitu lama pengeringan (L) dengan 4 taraf yaitu : L1=12 jam, L2=14 jam , L3=16 jam, L4=18 jam . Hasil penelitian menunjukkan Suhu pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap rendemen dan kepedasan, pengaruh berbeda tidak nyata terhadap warna. Lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap rendemen dan kepedasan, berbeda tidak nyata terhadap warna. Interaksi suhu dan lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap rendemen, pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kepedasan dan warna.


Full Text:

PDF

References


Adnan, M., 1982. Aktivitas Air dan Stabilitas Bahan Makanan Agritech. Vol. (2-26)

Andrew, L.T., 1979. Contemporary Organic Chemistry 2nd . W.B. Sounders.

Co. New York..

Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Banjarbaru, 1984. Penelitian Desain dan Pembuatan Prototip Alat Pengering Cabai Merah.

Buckle, K.A, R.A Edwards, G.H. Fleet dan M. Wootton., 1987. Ilmu Pangan. Penerjemah H. Punormo dan Adiono. UI-Perss, Jakarta.

Earle, R.L., 1982. Satuan Operasi Dalam Pengolahan Pangan. Penerjemah Z. Nasution Sastra Budaya, Jakarta.

Lawless, H, and Heymann, H. 2010. Sensory Evaluation of Food Principles and Practices Second Edition. Springer, New York

Meilgard, M, Civille, GV, and Carr, BT. 2006. Sensory Evaluation Techniques Fourth Edition. CRC Press. USA.

Murray,J.M. Delahunty,C.M. Baxter,I.A. 2001. Descriptive sensory analysis: Past,Present n Future. Food Research International 34 (2001) 461-471.

Santika, A., 1999. Agribisnis Cabai. Penebar Swadaya, Jakarta.

Saxby, M. 1996. Food Taints and Off-Flavours. Springer Science and Business Media, New York.

Sebayang,N.S. 2016. Kadar Air dan Vitamin C pada Proses Pembuatan Tepung Cabai (Capsicum annuum.L). Biotik. Vol 4. No.2.September 2016. ISSN : 2337-9812

Soekarto, 1982. Penelitian Organoleptik untuk Pangan dan Hasil Pertanian. Bharatara Karya Aksara, Jakarta.

Soekarto, TS. 1985. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bharata Karya Aksara, Jakarta.

Stone, H dan Joel, L. 2004. Sensory Evaluation Practices, Edisi Ketiga. Elsevier Academic Press, California, USA

Sudarso, Y. dan D.A Ratriningsih, 1997. Pengeringan Cabai. Penebar Swadaya, Jakarta.

Supriyanto, 1996. Alat dan Mesin Pengering Cabai Skala Menengah. Departemen Pertanian, Jakarta.

Syarief, R. dan A. Irawati, 1988. Pengetahuan Bahan Untuk Industri Pertanian. Mediyatama Sarana Perkasa, Bogor.

Taib, G., G. Said dan S. Wiraatmadja, 1988. Operasi Pengeringan Pada Pengolahan Hasil Pertanian. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.

Tjahjadi, N., 1993. Bertanam Cabai Kanisius. Yogyakarta.

Winarno, F.G., dan B.S. Laksmi, 1983. Kerusakan Bahan Pangan dan Pencegahan Kerusakannya. Galia Indonesia, Jakarta

Winarno, F.G., 1993. Pangan, Gizi, Teknologi dan Konsumen.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.