JENIS WADAH TEMPAT PERINDUKAN LARVA NYAMUK Aedes DI GAMPONG BINAAN AKADEMI KESEHATAN LINGKUNGAN

Elita Agustina, Kartini Kartini

Abstract


Nyamuk Aedes membutuhkan tiga macam tempat untuk kelangsungan hidupnya yaitu tempat mencari makan, tempat istirahat dan tempat perindukan. Tempat perindukkan larva  nyamuk  Aedes adalah wadah-wadah tampungan air baik yang digunakan sehari-hari maupun tidak digunakan oleh masyarakat gampong binaan Akademi Kesehatan Lingkungan. Nyamuk betina  Aedes umumnya mempunyai kemampuan untuk memilih jenis-jenis wadah tempat perindukan larva nyamuk tertentu yang sesuai. Pemetaan jenis wadah tempat perindukan larva nyamuk Aedes penting diketahui untuk memilih dan menentukan bentuk pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis wadah tempat perindukan larva nyamuk Aedes di Gampong Binaan Akademi Kesehatan Lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplorasi dan penentuan  sampel dilakukan secara purposive sampling pada 100 rumah yang dipilih. Perolehan data melalui inventarisasi larva dan jenis wadah tempat perindukan. Parameter yang diamati adalah jumlah spesies nyamuk Aedes dan jumlah jenis wadah tempat perindukan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan di Gampong binaan Akademi Kesehatan Lingkungan ditemukan 20 jenis wadah dengan jumlah total 565 wadah. Jumlah wadah yang positif mengandung larva nyamuk sebanyak 106 wadah (18,9%). Larva nyamuk yang ditemukan ada dua spesies yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus namun selain genus Aedes ditemukan juga genus lainnya yaitu Culex. Gampong binaan Akademi Kesehatan Lingkungan memiliki banyak variasi jenis wadah tempat perindukan larva nyamuk Aedes.


Full Text:

PDF

References


Agustina, Elita. 2016. Serangga Hama Permukiman (Nyamuk & Lalat). Yayasan Ummi, Banda Aceh.

Chahaya, Indra. 2003. Pemberantasan Vektor Demam Berdarah di Indonesia. http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-indra%20c5.pdf.Diakses tanggal 5 April 2018.

Hasyimi, M, dan M. Soekirno. 2004. Pengamatan Tempat Perindukan Aedes aegepti Pada Tempat Penampungan Air Rumah Tangga Pada Masyarakat Pengguna Air Olahan. Jurnal Ekologi Kesehatan. 3 (1): 37-42.

Salim, M dan Febriyanto. 2005. Survey Jentik Aedes aegypti Di Desa Saung Naga Kab. Oku Tahun 2005.

http://www.litbang.depkes.go.id/Lokabaturaja/download/jurnal%20survay%20jentik%202005.doc. Diakses Tanggal 24 Mei 2008.

Sari, W, T.M, Zanaria dan E. Agustina. 2010. Kajian Tempat Perindukan Nyamuk Aedes di Kawasan Kampus Darussalam Banda Aceh. Jurnal Biologi Edukasi 2(3): 24-25.

Soegijanto, S., 2004. Demam Berdarah Dengue. Airlangga University Press : Surabaya.

Sungkar, S. Hoedojo, S. Djakaria, Sumedi, Is.S.Ismid. 1994. Pengaruh Jenis Tempat Penampungan Air (TPA) Terhadap Kepadatan dan Perkembangan Larva Aedes aegypti. Majalah Kedokteran Indonesia. 44(4):217-223.

WHO, 1999. Demam Berdarah Dengue: Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan dan Pengendalian. Edisi 2. Terjemahan dari Dengue Haemorrhagic fever: diagnosis, treatment, prevention and control. Oleh E. Monica. EGC : Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.