PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN LIVING VALUES (KERJA SINERGI) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA

Siti Sarah

Abstract


Ciri abad 21 adalah berkembangnya teknologi yang pesat, sehingga zaman pun berubah semakin cepat. Kerja sinergi merupakan salah satu living values yang dapat mengimbangi cepatnya perkembangan zaman. Ciri kerja sinergi adalah kerja bersama antar individu mandiri untuk menyelesaikan suatu hal secara cepat dan tepat. Living values dapat dicapai melalui pendekatan komprehensif (Kirschenbaum, 1995). Sejauh ini belum tersedia instrumen penilaian kerja sinergi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen penilaian kerja sinergi dalam pembelajaran fisika yang valid dan reliabel. Penelitian research and development ini terdiri 8 langkah, yaitu (1) menentukan spesifikasi instrumen, (2) menulis instrumen, (3) menentukan skala pengukuran, (4) menentukan sistem penskoran, (5) menelaah instrumen, (6) melakukan uji coba, (7) menganalisis instrumen, (8) merakit instrumen. Penelitian dilakukan pada siswa SMA/MA Kabupaten Wonosobo yang melaksanakan pembelajaran fisika. Teknik pengambilan data meliputi angket, observasi, dan wawancara. Analisis data berupa uji validasi (isi dan konstuk) dan reliabilitas. Uji reliabilitas dilakukan dengan melihat nilai alpha Cronbanch. Hasil penelitian yaitu dihasilkannya instrumen penilaian kerja sinergi yang valid dan reliabel. Validitas isi instrumen secara kaseluruhan berada pada kriteria sangat baik dan cukup baik. Hasil analisis faktor diketahui bahwa semua item angket memenuhi validitas konstruk. Nilai alpha Cronbach angket sebesar 0,680 dengan kategori sedang.  


Full Text:

PDF

References


BSNP. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP.

Covey, S.R. 2010. The 7 Habits of Highly Effective People (Ed. Lyndon Saputra). Tangerang: Binarupa Aksara.

Kemendiknas. 2010. Pengembangan Pendidikan dan Karakter Bangsa. Jakarta: Pusat Kurikulum.

Kirschenbaum, H. 1995. 100 Wto Enhance Values and Morality in School and Youth Setting. Boston: Allyn and Bacon.

¬¬¬¬¬¬Komalasari, K. 2012. The Living Values-Based Contextual Learning to Develop the Students' Character. Journal of Social Sciences 8 (2), 246-251. DOI: 10.3844/jssp.2012.246.251.

Komalasari, K., Saripudin, D., & Masyitoh, I. S. 2014. Living Values Education Model in Learning and Extracurricular Activities to Construct the Students’ Character. Journal of Education and Practice, 5(7).

Jones, J. & Barry, M.M. 2011. Exploring the Relationship Between Synergy and Partnership Functioning Factors in Health Promotion Partnerships. Health Promotion International, 26 (4). doi:10.1093/heapro/dar002

Lasker, R. D., Weiss, E. S., &Miller, R. 2001. Partnership Synergy: A Practical Framework for Studying and Strengthening the Collaborative Adventage. The Milbank Quarterly, 79(2).

Prijosaksono, A. & Sembel, R. 2002. Control Your Life: Aplikasi Manajemen Diri dalam Kehidupan Sehari-hari. PT Elex Media Komputindo: Jakarta.

Rustiono, D. 2016. Mewujudkan Sinergi dalam Organisasi. http://unnes.ac.id/gagasan/mewujudkan-sinergi-organisasi/ diakses tanggal 15 Agustus 2017.

Sarah, S. & Maryono 2014. Pengembangan Perangkat pembelajaran Berbasis Potensi Lokal untuk Meningkatkan Living Values Peserta Didik SMA di Kabupaten Wonosobo. Technoscientia, 6(2).

______________ Keefektivan Pembelajaran Berbasis Potensi Lokal dalam Pembelajaran Fisika SMA dalam Meningkatkan Living Values. Jurnal Pendidikan Sains, 2(1).

Saripudin, D & Komalasari, K. 2015. Living Values Education in School Habituation Program and Its Effect on Student Character Development. The New Educational Review, 39(1), 51-62.

Tillman, D. 2004. Living Values Activities for Young Adults. Jakarta:Grasindo.

Trilling, B & Fadel, C. 2009. San Francisco: John Wiley & Sons, Inc.

Wening, S. 2012. Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Nilai. Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun II, I: 55-65.

Zuchdi, D., Prasetya, Z. K., & Masruri, M. S. 2013. Model Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran dan Pengembangan Kultur Sekolah. Yogyakarta: Multi Presindo.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.