KARAKTERISTIK SASTRA SUFI HAMZAH FANSURI: KAJIAN TERHADAP SYAIR PERAHU

Zulhelmi Zulhelmi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik sastra sufi yang terdapat dalam Syair Perahu karangan Hamzah Fansuri. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, dengan menggunakan pendekatan sastra sufi. Adapun kesimpulan yang telah diperoleh melalui penelitian ini adalah: bahwa Syair Perahu memiliki beberapa karakteristik di antaranya diawali dengan prolog sebagai kata pengatar untuk pembaca; makna simbolisme perahu sebagai seorang manusia yang hidup di atas dunia ini dan ia suatu saat ia akan hidup di alam akhirat; deskripsi tentang eskatologi alam kubur; konsep wahdatul wujud; konsep iman, tauhid dan makrifat; upaya arabisasi Bahasa Melayu. Dari hasil penelitian ini juga nampak bahwa tuduhan sesat terhadap Hamzah Fansuri oleh sebagian orang tidaklah tepat, karena ia masih memiliki iman yang kuat dan tetap melaksanakan syariat.

Keywords


Sastra Sufi, Hamzah Fansuri, Syair Perahu

References


Artikel ini merupakan ringkasan dari hasil laporan penelitian tahun 2011 yang disponsori oleh Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia dan telah mengalami sejumlah penyesuaian terhadap data-data yang diperlukan.

Lihat: Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII: Akar Pembaruan Islam Indonesia (Jakarta: Kencana, 2005); Amirul Hadi, Aceh: Sejarah, Budaya dan Tradisi (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010), 147-170. Abdul Hadi WM, “Aceh dan Kesusastraan Melayu†dalam Aceh Kembali ke Masa Depan (Jakarta: Kata Kita, Yayasan SET dan PT Gudang Garam, 2005), 173-276; Teuku Iskandar, Kesusastraan Klasik Melayu Sepanjang Abad (Brunei: Jabatan Kesusastraan Melayu Universiti Brunei Darussalam, t.t) 358 dan seterusnya.

Sehat Ihsan Shadiqin, Tasawuf Aceh, (Banda Aceh: Bandar Publishing, 2008), 39 dan seterusnya

Lihat: Haidar Bagir, Belajar Hidup dari Rumi (Bandung: Mizan Digital Publishing, 2015), xviii ; Aprinus Salam, Politik Sastra Negara Ideologi: Latar Sosial Politik Bangkitnya Puisi Sufi pada Tahun 1980-an hingga 1990-an (Yogyakarta: Pusat Studi Kebidayaan UGM, 2016) 47 dan seterusnya

Abdul Hadi WM, “Aceh dan Kesusastraan Melayuâ€, 182. Abdul Hadi WM, Hermeneutika, Estetika dan Religiusitas: Esai-Esai Sastra Sufistik dan Seni Rupa (Yogyakarta: Matahari, 2004), 101 dan 117.

Abdul Hadi WM, Hamzah Fansuri: Risalah Tasawuf dan Puisi-Puisinya (Bandung: Mizan, 1995), 14.

Artikel ini aslinya ditulis dalam bahasa Rusia yang dipublikasikan pada jurnal Literatura Vostoka, Moscow, tahun 1969. Lima tahun selanjutnya artikel tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris serta dipublikasikan di KITLV pada tahun 1975.

Lihat : G. W. J. Drewes and L. F Brakel, The Poems of Hamzah Fansuri, (Holand : Foris Publication, 1986).

Bahasa lain yang sinonim dengan dengan prolog adalah : mukaddimah, pembukaan, prembule atau dalam bahasa inggris biasa disebut sebagai introduction.

Pembahasan lebih lanjut seputar prolog dalam tradisi syair bangsa Arab, khususnya pada masa jahiliyyah, sedang diteliti saat ini oleh Nurhamim, salah seorang mahasiswa doktoral di Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta yang judul disertasinya : Prolog dalam Syair Jahiliyyah Serta Pengaruhnya Terhadap Politik Perang Bangsa Arab Jahiliyah: Sebuah Kajian Sosiologi Sastra.

Abdul Hadi WM dan L. K. Ara, Hamzah Fansuri Penyair Sufi Aceh¸(t. t. t, : Lotkala, 1984), hal. 31

Salah satu unsur yang terdapat dalam bahasa sebuah syair adalah estetika atau keindahan. Unsur inilah yang membedakan tulisan karya sastra dengan karya non-sastra. Dalam prolognya Hamzah Fansuri mengakui bahwa ia menggunakan nilai-nilai estetika dalam syairnya itu. Dengan demikian, pantaslah oleh para peneliti dalam bidang Sastra Melayu Klasik memberikan gelar kepada ia sebagai Bapak Puisi pertama di dunia nusantara – Melayu ini. Untuk pembahasan lebih lanjut seputar masalah ini Lihat : Sayed Naquib al-Attas, The Origin of the Malay Sha’ir, (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1968), lihat juga : Vladimir I. Braginsky, Tasawuf dan Sastra Melayu, (Jakarta: RUL, 1993)

Mengenai pembicaraan lebih lanjut tentang tema ini, lihat Vladimir I Braginsky, Yang Indah, Berfaedah dan Kamal : Sejarah Sastra Melayu dalam Abad 7-19, (Jakarta : INIS, 1998), cet. I, hal : 494.

Abdul Hadi WM dan L. K. Ara, Hamzah Fansuri Penyair….. 31

Ibid, hal. 31

Ibid, hal. 31-32

Ibid, hal. 32

. http://www.islamhouse.com/p/227832, diakses pada 21 Oktober 2011

. Informasi lebih lanjut tentang alam barzah dapat dilihat : Shalih al-Tha-ie, ‘Alam al-Barzah, (Kairo: Dar al-Muhajjah al-Baidhak, 2004)

. Abdul Hadi WM dan L. K. Ara, Hamzah Fansuri Penyair….., 37-39

. Pembahasan seputar konsep wahdatul wujud menurut Ibnu Arabi yang ditulis dalam bahasa Indonesia secara sangat lengkap lihat : Kautsar Azhari Noer, Ibn al-‘Arabi Wahdat al-Wujud dalam Perdebatan, (Jakarta: Paramadina, 1995), cet I. Sementara konsep wahdatul wujud menurut Hamzah Fansuri lihat : Syarifuddin, Wujudiyah Hamzah Fansuri dalam Perdebatan Para Sarjana : Kajian Hermeunetik Atas karya-Karya Hamzah Fansuri, (Jakarta: Almahira, 2011), cet I, lihat juga : M. Afif. Anshori, Tasawuf Falsafi Syeikh Hamzah Fansuri, (Yogyakarta: Gelombang Pasang, 2004), cet I

. Abdul Hadi WM dan L. K. Ara, Hamzah Fansuri Penyair….., 36

. Ibid, hal. 31

. Ibid, hal. 41

. Ibid, hal. 40-41

Lihat : Cahya Buana, Pengaruh Sastra Arab Terhadap Puisi-Puisi Hamzah Fansuri, Jurnal al-Turast, volume XIV, nomor 2, Mei 2008, hal. 145




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/adabiya.v18i35.1203

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 Jurnal Adabiya : Published by Faculty of Literature and Humaniora in cooperation with Center for Research and Community Service (LP2M), UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.



indexed by:    

                

Free counters!