PEMAKAIAN CADAR DALAM PERSPEKTIF MUFASSIRIN DAN FUQAHA’

A. Karim Syekh

Abstract


Pemakaian cadar bagi wanita muslimah dalam dasarwarsa terakhir ini telah menjadi pembicaraan hangat di media massa. Terjadi pro-kontra dalam menyikapi wanita  bercadar di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagian masyarakat muslim menganggap aneh dan berlebihan terhadap wanita bercadar karena dianggap melanggar tradisi yang berkembang dalam masyarakat. Ada pula cendekiawan muslim yang mengklaim cadar sebagai hasil budaya Arab Jahiliyah yang masih dilestarikan oleh sebagian wanita muslimah sampai sekarang.  Berdasarkan permasalahan tersebut maka penulis ingin mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan, bagaimana pandangan para mufassirin (para ahli tafsir) terhadap pemakaian cadar bagi wanita muslimah ?  Dan bagaimana hukum  pemakaian cadar  bagi wanita muslimah  yang telah di-istinbath-kan oleh para fuqaha’ ? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pembahasan difokuskan pada pengkajian pemakaian cadar dalam perspektif para mufasisirin dan fuqaha’. Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan holistik peneliti gunakan metode mawdhu’i (tematik) yang disajikan secara deskriptif kualitatif.  Setelah diadakan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemakaian cadar bagi kaum wanita telah ada pada sebagian masyarakat Arab dan negeri-negeri lain di luar Arab sebelum agama Islam. Cadar yang berfungsi sebagai penutup muka, termasuk hidung dan mulut, ternyata diperselisihkan hukumnya oleh para ulama, baik para ulama ahli tafsir maupun para ulama ahli fiqh antara yang menghukum wajib dan yang tidak wajib (mandub dan mubah). Terjadinya perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang cadar disebabkan oleh karena perbedaan penafsiran terhadap ayat ayat al-Qur’an dan penilaian terhadap hadits yang ada kaitannya dengan batasan aurat wanita muslimah.


Keywords


Cadar, Mufassirin dan Fuqaha’

Full Text:

PDF

References


‘Abd Al-Hayy Al-Farmawy, al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’i, Kairo: al‘Arabiyah, 1977.

Abdul Halim Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita, Jilid 4, Terjemahan, Jakarta: Gema Insani Press, 1991.

‘Abdullah bin Mahmud bin Mawdud Al-Mawshili Al-Hanafi, al-Ikhtiyar li Ta’lil al-Mukhtar, JuzIV, Beirut: Dar al-Ma’rifah, tt.

Abi ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Juz XIV, Kairo: Dar al-Katib al-‘Araby li al-Thaba’ah wa alNasyr, 1387 H/1967 M.

Abu Ishaq Asy-Syairazi, al-Muhadzdzab, Juz III, Jeddah: Maktabah al-Irsyad, tt.

Amru Abdul Karim Sa’dawi, Wanita Dalam Fikih Yusuf al-Qaradhawi, Terjemahan, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2009.

Hasan Al-‘Audah, al-Mar-ah al-‘Arabiyah fi al-Din wa al-Mujtama’, Beirut: al- Haly, 2000.

Jalaluddin Muhammad bin Ahmad Al-Mahalli, Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim, Beirut: Dar al-Fikr, 1401 H.

Ibnu Mundzir, al-Awsath, Juz V, Riyadh: Dar al-Falah, 1410 H.

Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, Juz II, Mesir: Mushthafa Muhammad, 1389 H/1969 M.

Imam Abi Daud, Sunan Abi Daud, Juz III, Indonesia: Maktabah Dahlan, tt.

Imam An-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Juz III, Jeddah: Maktabah al-Irsyad, tt.

Imam Asy-Syafi’i, al-Umm, Juz I, Beirut: Dar al-Fikr, 1429-1430 H/2009 M.

Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari, Tafsir ath-Thabari, Juz XIX & XX, Mesir: Dar al- Qalam, tt.

Muhammad ‘Ali Ash-Shabuni, Shafwah at-Tafsir, Jilid II, Mekkah : Dar Ash- Shabuni, 1403 H/1972 M.

Munawwir, AW., al-Munawwir Kamus Arab Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1992.

Quraish Shihab, M., Jilbab Pakaian Wanita Muslimah, Jakarta: Lentera Hati, 2014.

_____________ , Tafsir al-Mishbah, Vol. II, Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Shawi, Ash-, Hasyiyah ash-Shawi ‘Ala asy-Syarh ash-Shaghir, Juz I, Kairo: Dar al-Ma’rifah, tt.

Syekh Muhammad ‘Ali Sais, Tafsir Ayat al-Ahkam, Azhar Mesir: Muhammad Ali shabih wa Auladuh, 1373 H/1967 M.

Syekh Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayah al-Akhyar, Beirut: Dar al-Kutu al- ‘Arabiyah, tt.

Wahbah Az-Zuhaili, Ensiklopedia al-Qur’an, Terjemahan, Jakarta: Gema Insani Press, 2007.

Ali Tantowi, “The Quest of Indonesian Muslim Identity,” Journal of Indonesian Islam, The Circle of Islamic and Cultural Studies, Vol. 04, No. 01, Jakarta, 2010.

http://muslim.or.id/6207 tentang hukum memakai cadar dalam pandangan 4 madzhab, diakses tanggal 5 Agustus 2019.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/jim.v16i1.5740

Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.