Interaksi Positif Pers, Pemerintah dan Masyarakat

Baharuddin Baharuddin

Abstract


Problematika antara lembaga pers, para jurnalis dan semacamnya dengan pemerintah telah berlangsung begitu lama. Terutama pada masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Beberapa media cetak pernah ditutup (“Breidelâ€) saat itu, sebut saja, Majalah Tempo, Detik dan Editor. Peristiwa ini dikenal dengan “MALARI†(Malapetaka 15 Januari 1974). Munculnya konsep “Interaksi Positif†ini terkait dengan persoalan dimaksud. Rumusan konsep ini menjadi acuan sampai hari ini untuk memperkuat intraksi ketiga komponen dasar ini, yakni Pers, pemerintah, dan masyarakat.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22373/albayan.v19i27.101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

©Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah. Published by Center for Research and Community Service (LP2M) in cooperation with Faculty of Da'wah And Communication, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.