POTENSI KONFLIK DAN MASA DEPAN ISLAM DI INDONESIA; (Kajian Terhadap Tantangan Dakwah)

Rasyidah Rasyidah

Abstract


Tulisan ini berangkat dari pengkajian tentang potensi konflik pada realitas keberagamaan Islam dewasa ini, untuk tujuan memprediksikan masa depan Islam di Indonesia. Ada tiga point yang diketengahkan dalam tulisan ini yaitu gerakan radikalisme, pluralitas dan formalisasi syariat Islam. Dengan menggunakan teori konflik Dahrendorf tentang sebab, intensitas dan dampak konflik serta teori analisis konflik Randall, dapat dicermati bahwa radikalisme, pluralitas dan formalisasi syariat Islam di Indonesia, pada realitasnya jelas mengandung potensi konflik. Disebut potensi konflik karena ketiganya sedang mengarahkan gerak relasi keberagamaan Islam menuju konflik yang lebih besar. Hal ini tampak dari menguatnya kelompok kelompok penentang mainstream keberagamaan, menentang sikap represif keberagamaan oleh penguasa dan kelompok yang memilih kekerasan sebagai penyelesian. Kondisi ini menjadi anomali yang akan bergulir menciptakan konflik. Konflik ini akan meningkat intensitasnya dan membesar hingga berhasil mewujudkan perubahan perubahan pada sistem dan tatanan masyarakat Islam.

Keywords : Tantangan dakwah, Potensi konflik, Islam, Radikalisme, Pluralitas, Formalisasi Syariat Islam

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22373/albayan.v20i30.123

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

©Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah. Published by Center for Research and Community Service (LP2M) in cooperation with Faculty of Da'wah And Communication, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.