ETIKA KOMUNIKASI DALAM AL-QUR`AN (Studi Pendekatan Tafsir Tematik Terhadap Kata As-Sidqu)

Aminullah Amin Muhammad

Abstract


Penelitian ini penting untuk memahami tentang etika komunikasi dalam Al-Qur`an, dengan mengunakan pendekatan tafsir tematik terkhusus pada kata ”as-Sidqu”. Pembahasan ini penulis hanya memfokuskan penjelasan etika komunikasi pada surah at-Taubah ayat 119 dan surah az-Zumar ayat 33. Selajutnya penulis mengkaji ayat tersebut dalam kontek etika komunikasi serta asbabun nuzul dan keserasian ayat tersebut. Metode kajian ini penulis menggunakan pendekatan content analisis, pendekatan ini digunakan untuk mengkaji serta menganalisa isi tek yang ada, kemudian dihubungkan dengan metode hermeneotik. Hasil penelitian ini menemukan bahwa orang yang benar juga merupakan orang yang takwa. Perlu dipahami juga bahwa orang takwa adalah orang yang berada pada fase kematangan sempurna, yang ditemukan dari hasil interaksi antara Islam, iman dan ihsan. Sedangkan hubungan antara takwa dengan etika terletak pada prinsip seseorang yang melakukan sesuatu kondisi kalbu, pikiran dan anggota tubuh selalu berinteraksi secara harmonis yang sesuai dengan Islam, iman dan ihsan. Adapun orang-orang yang menerima kebenaran akan mendapatkan hidup yang bahagia di dunia dan akhirat. Orang yang benar dan orang yang takwa sebagaimana disebutkan dalam surah at-Taubah ayat 119 dan surah az-Zumar ayat 33 adalah orang yang mempunyai etika dalam berkomunikasi.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22373/albayan.v25i1.5274

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah. Published by Center for Research and Community Service (LP2M) and Faculty of Da'wah And Communication, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.