KONSELING BERMARTABAT MENURUT PERSPEKTIF ISLAM

Jamil yusuf

Abstract


Pada setiap proses layanan konseling, klien sebagai individu tidak hanya membutuhkan empati dan kasih sayang, tetapi juga membutuhkan tujuan hidup yang bermakna dan bermartabat. Fokus kajian ini ditekankan pada bagaimana memecahkan dua masalah utama pada setiap proses layanannya, yakni: (1) dalam setiap tujuan konseling harus mampu merumuskan tujuan hidup yang bermartabat bagi kliennya; dan (2) dalam setiap proses layanan pun haruslah menempatkan klien pada posisi yang bermartabat.
Berdasar pada hasil kajian ditemukan bahwa rumusan tujuan hidup konselor dan klien yang bermakna harus sejalan dengan tujuan penciptaan Allah Swt, tidak terpisah dari sesama manusia, dari alam lingkungannya, dan dengan dirinya sendiri. Jika tidak sejalan dengan tujuan penciptaan Allah Swt, maka klien menghadapi banyak problema psikologis. Di samping itu, setiap individu ciptaan Allah memiliki potensi yang sama dan harus diperlakukan secara bermartabat. Oleh karenanya, konselor perlu menyadari bahwa pada setiap perbedaan kemampuan fisik dan mental yang dimiliki masing-masing klien itu haruslah memungkinkan terjadinya pengembangan potensi klien secara bermartabat, sehingga ia berkembang optimal menjadi insan paripurna sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi

Full Text:

PDF

References


Mohd. Djawad Dahlan, Beberapa Pendekatan Dalam Penyuluhan (Konseling): Psikoanalisa, Berpusat pada Klien, Terapi Tingkah Laku, (Bandung: CV Diponegoro, 1985)

Ginanjar Kartasasmita, “Martabat dan Kualitas Manusia dalam Persaingan Globalâ€, dalam Sofian Effendi, dkk, Membangun Martabat Manusia: Peranan Ilmu-Ilmu Sosial dalam Pembangunan, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1993)

Ari Ginanjar Agustian, Emotional Spiritual Quotiont Berdasarkan Enam Rukum Iman dan Lima Rukun Islam, (Jakarta: Arga, 2001)

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah (Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an), Volume 3 Surah Al-Maidah, (Jakarta: Lentara Hati, 2004)

Cik Hasan Bisri, Ilmu, Pendidikan Tinggi dan Penelitian (Wacana dan Kiat Pengembangan Ilmu Agama Islam), (Bandung: Lembaga Penelitian IAIN Sunan Gunung Djati, 2002)

Syamsul Arifin, Spiritualitas Islam dan Peradaban Masa Depan, (Yogyakarta: SIPRESS, 1996)

Hasan Alwi, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Depdiknas dan Balai Pustaka, 2001)

Achmad Mubarok, Al Irsyad an Nafsy (Konseling Agama: Teori dan Kasus), (Jakarta: Bina Rena Pariwara, 2000)

M. Jamil Yusuf, Model Konseling Islami: Suatu Pendekatan Konseling Religius di Tengah-Tengah Keragaman Pendekatan Konseling di Indonesia, (Banda Aceh: Ar-RaniryPress-Lembaga Naskah Aceh, 2012)




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/albayan.v22i33.637

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

©Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah. Published by Center for Research and Community Service (LP2M) in cooperation with Faculty of Da'wah And Communication, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.