Utilization of Piji Palm [Pinanga coronata (Blume) Blume] by People Around Baturraden Botanical Garden, Banyumas Regency, Central Jawa

Authors

  • Saniyatun Mar'atus Solihah Biology Departement, Faculty of Mathematic and Natural Science, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
  • Mega Atria Biology Departement, Faculty of Mathematic and Natural Science, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
  • Joko Ridho Witono Research Center for Biosystematics and Evolution, National Research and Innovation Agency Republic of Indonesia, Cibinong, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22373/ekw.v11i1.26301

Keywords:

Arecacea, conservation, ethnobotany, palm

Abstract

Abstract: Baturraden Botanical Garden is an ex-situ plant conservation area at the foot of Mount Slamet, Central Java. People around this botanical garden continue to live traditional lives, utilizing plants in their daily lives, including the Piji palm (P. coronata). However, knowledge regarding the use of the P. coronata palm in Indonesia has never been reported; therefore, it needs to be explored to increase ethnobotanical information. This study aimed to obtain utilization information from P. coronata in daily life. The study was conducted in April 2024 in the area around Baturraden Botanical Garden, Baturraden District, Banyumas Regency, Central Java. Information was collected using an interview method using a snowball sampling technique with 37 respondents who were deemed to have broad and specific knowledge of the use of P. coronata. The data obtained was analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that people around the Baturraden Botanical Garden utilize P. coronata from nature (growing wild) to support daily life, which is divided into 8 (eight) aspects, including traditional medicine (fruit and shoot parts), ornamental/decorative plants (whole plants and leaves), environmental role (whole plants, stems, and leaves), building materials (stems and leaves), animal feed (leaves and fruit), food ingredients (stem shoots), ritual/culture (leaves and fruit), and handicrafts/tools/toys (stems, leaves, and fruit). The three parts of P. coronata that have high potential and economic value in the industry include the whole plant (ornamental/decorative plants), leaves (crafts), and stem shoots (traditional medicine and food).

Abstrak: Kebun Raya Baturraden merupakan kawasan konservasi tumbuhan ex situ yang berada di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah. Kehidupan masyarakat di sekitar kebun raya ini masih tradisional, sehingga pemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari masih dilakukan seperti pemanfaatan palem Piji (P. coronata). Namun demikian, pengetahuan terkait pemanfaatan palem P. coronata di Indonesia belum pernah dilaporkan, maka dari itu perlu digali untuk menambah informasi etnobotaninya. Studi ini bertujuan untuk mendapat informasi pemanfaatan P. coronata oleh masyarakat di sekitar Kebun Raya Baturraden dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan pada bulan April 2024 di daerah sekitar Kebun Raya Baturraden, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pengumpulan informasi dilakukan dengan metode wawancara dengan teknik snowball sampling terhadap 37 orang responden yang dianggap memiliki pengetahuan yang luas dan spesifik dari pemanfaatan palem P. coronata. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar Kebun Raya Baturraden memanfaatkan P. coronata dari alam (tumbuh liar) untuk mendukung kehidupan sehari-hari yang terbagi dalam 8 (delapan) aspek, antara lain: pengobatan tradisional (bagian buah dan umbut), tanaman hias/dekorasi (tumbuhan utuh dan daun), peran lingkungan (tumbuhan utuh, batang, dan daun), bahan bangunan (batang dan daun), pakan ternak (daun dan buah), bahan pangan (umbut), ritual/budaya (daun dan buah), dan kerajinan tangan/alat/mainan (batang, daun, dan buah). Tiga bagian P. coronata yang memiliki potensi dan nilai ekonomi yang tinggi dalam industri antara lain: tumbuhan utuh (tanaman hias/dekoratif), daun (kerajinan), dan umbutnya (obat tradisional dan makanan).

References

Alandana, I.M., Rustiami, H., & Widodo, P. (2015). Inventarisasi Palem di Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Buletin Kebun Raya 18 (2): 81-98.

Apriyanto, H. (2022). Analysis of Information Governance Principal Implementation in the Management Information System of Indonesian Botanical Gardens’ Plant Collections Data (Makoyana). JTKSI (Jurnal Teknologi Komputer Dan Sistem Informasi), 5(2), 107–114.

Apriyanto, H., Prabowo, W. S., Laksono, R. A., Khoir, A. F., Adjie, B., Khusni, U., & Afandi, S. (2022). The Development of Real-time Monitoring and Managing Information System for Digitalization of Plant Collection Data In Indonesian Botanical Garden. @ Is The Best: Accounting Information Systems and Information Technology Business Enterprise, 7(1), 16–30.

Balick, M.J., Beck, H.T., & Collaborators. (1990). Useful Palms of The World: A Synoptic Bibliography. Columbia University Press. New York.

Blernackl, P. (1981). Snowball Sampling: Problems and Techniques of Chain Referral Sampling. Sociol Meth Res 10(2): 141-163.

Broschat, T.K. & Elliott, M.L. (2014). Ornamental Palms: Biology and Horticulture. Horticultural Reviews, 42(1), 1-17.

Burkill, I.H. (1935). A Dictionary of the Economic Products of the Malay Peninsula. 2 Vols. Crown Agents for the Colonies. Millbank, London

Davis, T.A. (1988). Uses of Semi-Wild Palms in Indonesia and Elsewhere in South and Southeast Asia. Advances in Economic Botany, 6: 98-118. https://www.jstor.org/stable/43927522.

Dewi, K., Sastranegara, M.H., & Hilmi, E. (2021). Analisis Daya Dukung Konservasi Pada Ekowisata Kebun Raya Baturraden di Banyumas. Jurnal READ (Research of Empowerment and Development), 2(2): 63-72.

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. “Jangan Remehkan Palem!”, ksdae menlhk, 2018. [Online]. Available: https://ksdae.menlhk.go.id/berita/4806/Jangan-Remehkan-Palem.html. [Accessed: 20-May-2024].

Elsamanoudy, G., Mahmoud, N.S.A., & Alexiou, P. (2024). Handwoven Interior Accessories From Palm Leaves As Sustainable Elements. Journal of Cultural Heritage Management and Sustainable Development Emerald Publishing Limited 2044-1266. DOI 10.1108/JCHMSD-05-2023-0054

Fauzi, Mustofa, F.I., & Widodo, H. (2022). Studi Etnomedisin Pinang (Areca catechu L.) Sebagai Ramuan Afrodisiaka Oleh Pengobat Tradisional Indonesia. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 33(1): 11 – 21.

Hamidah, Mahrudin, & Irianti, R. (2022). Etnobotani Areca catechu L. (Pinang) Suku Dayak Bakumpai Bantuil Kabupaten Barito Kuala Berbentuk Buku Ilmiah Populer. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 1(4): 50-66.

Handayani, A. (2015). Pemanfaatan Tumbuhan Berkhasiat Obat oleh Masyarakat Sekitar Cagar Alam Gunung Simpang, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia 1(6): 1425-1432.

Henderson, A. (2002). Evolution and Ecology of Palms. The New York Botanical Garden Press. New York.

Hotimah, O., Iskandar, R., & Husmiati, R. (2021). Strategi pengembangan Kebun Raya Baturraden sebagai objek wisata edukasi. JPSL, 11(1): 32-38. http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.11.1.32-38.

Irawan, D., Krisna, A.A., & Megawati, N.J. (2015). An Alphabetical List of Plant Species Cultivated in the Baturraden Botanic Garden. Semarang: Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “Tradisional”, 2024. [Online]. https://kbbi.web.id/tradisional. [Accessed: 16-Des-2024].

Kebun Raya Baturraden. “Topografi Lahan dan Iklim”, Kebun Raya Baturraden, 2016. [Online]. Available: https://kebunrayabaturraden.id/. [Accessed: 03-Sep-2024].

Manalu, A.R., Kusumawati, I., & Irawan, D. (2015). Refleksi 11 Tahun Kebun Raya Baturraden. Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Baturraden. Banyumas.

Nofrianti, Utaminingrum, W., & Hartanti, D. (2021). Traditional Use of Medicinal Plants in Baturraden, Central Java. Jurnal Jamu Indonesia, 6(2):42-60. DOI: https://doi.org/10.29244/jji.v6i2.206.

Pemerintah Desa Kemutug Lor “Lembaga Tradisi Kemutug Lor: Kearifan Lokal Era Modern”, 2024. [Online]. https://www.kemutuglor-baturraden.desa.id/lembaga-tradisi-kemutug-lor-kearifan-lokal-era-modern/. [Accessed: 16-Des-2024].

POWO. “Arecaceae”. Plants of The World Online, 2024. [Online]. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:30000211-2/general-information. [Accessed: 27-Jun-2024].

Purnawan, B.I. “Inventarsisasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango”, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2006.

Purnomo, D. W., Wahyuni, S., Safarinanugraha, D., Zulkarnaen, R. N., Puspitaningtyas, D. M., & Witono, J. R. (2020). Review 10 Tahun Pembangunan Kebun Raya di Indonesia. Warta Kebun Raya, 18(1), 1–15.

Purnomo, D.W., Magandhi, M., Kuswantoro, F., Risna, R.A., & Witono, J.R. (2015). Pengembangan Koleksi Tumbuhan Kebun Raya Daerah Dalam Kerangka Strategi Konservasi Tumbuhan Di Indonesia. Buletin Kebun Raya, 18(2): 111-124.

Pusdatin BRIN. “Pinanga coronata”, 2021. [Online]. Makoyana. https://makoyana.brin.go.id/[Accessed: 27-Jun-2024].

Putri, E.K. & BashrI, A. (2019). Ethnobotanical Study of Plant in Historical-Religious Tourism Area and the Sacred Place at Sumenep, Madura. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 7(3), 102-111.

Rambey, R., Tambunan, W.A., Hasibuan, M., Siregar, F.A., Prayogo, B., Silalahi, C., Hasibuan, D., & Syahputra, N. (2021). Ethnobotany of the Arecaceae family in Torgamba District, South Labuhanbatu, North Sumatra. International Conference on Agriculture, Environment and Food Security. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 782 (2021) 032022

Ramli, A.L., Samsurizal, M., Suleman, & Ramadani. (2019). Jenis-jenis Tumbuhan Palem Tegak dan Kajian Etnobotani di Dusun Saluki Desa Tuwa Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Biocelebes 13(2): 162-173.

Registrasi Koleksi Kebun Raya Baturraden. (2024). Koleksi Pinanga coronata Kebun Raya Baturraden. Balai Kebun Raya Baturraden, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Banyumas.

Rizmasari, A.D.L., Wahidah, B.F., & Witono, J.R. (2023). Dinamika koleksi palem (Arecaceae) di Kebun Raya Bogor tahun 1957-2019. Buletin Kebun Raya, 26(3): 116–125. DOI: https://doi.org/10.55981/bkr.2023.2443.

Rodiyah. “Kajian Etnobotani Famili Arecaceae Oleh Masyarakat Desa Pejambon Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran”. Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2021.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R &D. Penerbit Alfabeta. Bandung.

Sulistia, E., Sukenti, K., & Mulyaningsih, T. (2021). Kajian Etnobotani Arecaceae Pada Masyarakat Kabupaten Lombok Barat. Prosiding Seminar Nasional PME1 Ke V. Seminar Nasional Perhimpunan Masyarakat Etnobiologi Indonesia.

Teusiit, Y.N., Tuhumuri, E., Sahertian, D.E. (2024). Jenis-Jenis Tumbuhan Anggota Famili Arecaceae di Desa Soya Kota Ambon dan Pemanfaatannya. Biofaal Journal, 5(1), 026-033.

Witono, J.R. (1998). Koleksi Palem Kebun Raya Bogor. Bogor. UPT Balai Pusat Kebun Raya-LIPI. Bogor.

Witono, J.R., Mogea, J.P., & Somadikarta, S. (2002). Pinanga in Java and Bali. Palms, 46 (4): 193-202.

Zulkarnaen, R.N., Helmanto, H., Fikriyya, N., Witono, J.R., & Nisyawati. (2022). Palm species diversity on Mount Slamet, Central Java, Indonesia. 2nd International Conference on Tropical Wetland Biodiversity and Conservation. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 976 012048.

Zulkarnaen, R.N., Megawati, N.J., & Irawan, D. (2021). Keragaman Koleksi Palem Kebun Raya Baturraden Jawa Tengah. Prosiding Biologi Achieving the Sustainable Development Goals with Biodiversity in Confronting Climate Change. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin. Makassar, 100-106. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb

Downloads

Published

30-06-2025

Issue

Section

Articles