Environmental Quality Assessment of Planned Residential Areas in a Peri-Urban Zone Under Urban Sprawl Pressure: A Case Study of Ingin Jaya Subdistrict, Indonesia

Authors

  • Zainuddin Hasan Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Sri Batara Nurfajri Arisaputri Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Fradisa Alicia Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Farisa Sabila Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Zahrul Fuady Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22373/ekw.v11i2.31691

Keywords:

Urban Expansion, Residential Environmental Assessment, Block Level Analysis, Peri-Urban Settlement

Abstract

Abstract: Urban sprawl in peri-urban areas encourages rapid growth of planned settlements, but this is often not accompanied by the provision of adequate basic infrastructure, thereby potentially reducing the quality of the settlement environment. This study aims to quantitatively assess the quality of planned settlements in Ingin Jaya Subdistrict, Aceh Besar Regency, as a peri-urban area experiencing post-disaster urban sprawl pressure. The assessment was conducted at the residential block level using a scoring and weighting method based on seven environmental quality parameters, including building layout, width and condition of access roads, residential location, drainage system, availability of clean water, and waste management facilities. A total of 61 residential blocks were analyzed out of 286 blocks, using proportional stratified random sampling. The results of the study show that 52% of residential blocks are in good condition, 36% are in fair condition, and 12% are in poor condition. The parameters of building layout and clean water availability generally meet the standards, while road width, road condition, drainage systems, and waste management facilities are the main factors causing a decline in the environmental quality of residential areas. Based on these evaluation results, improvement guidelines were formulated, focusing on enhancing basic infrastructure, enforcing spatial planning regulations, and strengthening the roles of local governments, developers, and the community.

Abstrak: Urban sprawl di kawasan peri-urban mendorong pertumbuhan pesat permukiman terencana, namun perkembangan tersebut sering kali tidak diikuti oleh penyediaan infrastruktur dasar yang memadai, sehingga berpotensi menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai secara kuantitatif kualitas lingkungan permukiman terencana di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, sebagai kawasan peri-urban yang mengalami tekanan urban sprawl pascabencana. Penilaian dilakukan pada tingkat blok permukiman dengan menggunakan metode skoring dan pembobotan berdasarkan tujuh parameter kualitas lingkungan, meliputi tata letak bangunan, lebar dan kondisi jalan masuk, lokasi permukiman, sistem drainase, ketersediaan air bersih, serta fasilitas pengelolaan sampah. Sebanyak 61 blok permukiman dianalisis dari total 286 blok melalui teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% blok permukiman berada pada kategori baik, 36% kategori sedang, dan 12% kategori buruk. Parameter tata letak bangunan dan ketersediaan air bersih umumnya telah memenuhi standar, sementara lebar jalan masuk, kondisi permukaan jalan, sistem drainase, dan fasilitas persampahan menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan permukiman. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dirumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman yang bersifat empiris, dengan penekanan pada perbaikan infrastruktur dasar, penegakan pengendalian pemanfaatan ruang, serta penguatan peran pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat dalam pengelolaan permukiman secara berkelanjutan.

References

Adriani, A., & Okviyani, N. (2023). Evaluasi Kualitas Lingkungan Permukiman (Studi Kasus Permukiman di Kawasan Pulau Sabutung Kabupaten Pangkep). Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(2), 1349–1358. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i2.17955.

Agung Saputra, R., Tisnanta, H., Sumarja, F., & Triono, A. (2022). Agricultural Land Conversion for Housing Development and Sustainable Food Agricultural Land. Technium Social Sciences Journal, 37, 216–223. https://doi.org/10.2139/ssrn.5024590

Aitrem, Y., Widyastomo, D., Tommi, T., Yessy Beatrick, M., & Wairata, J. (2024). Studi Ketersedian Sarana dan Prasarana Perumahan Graha Youtefa di Kelurahan Waena Kota Jayapura. Jurnal Wilayah, Kota Dan Lingkungan Berkelanjutan, 3(2), 69–79. https://doi.org/10.58169/jwikal.v3i2.491

Badan Pusat Statistik. (2023). Provinsi Aceh Dalam Angka 2023. https://aceh.bps.go.id/id/publication/2023/02/28/71d342c099d759579815e775/provinsi-aceh-dalam-angka-2023.html

Chen, D., Lu, X., Hu, W., Zhang, C., & Lin, Y. (2021). How Urban Sprawl Influences Eco-Environmental Quality: Empirical Research in China by using the Spatial Durbin model. Ecological Indicators, 131, 108113. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2021.108113

Dediyanto, D., Fitriani, H., & Wardhani, P. K. (2022). Analisis Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Hunian Perumahan Bersubsidi Di Kota Palembang. Syntax Literate, 7(10), 1–13. https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i10.8887

Fendiriani, A., Adrianto, & Wijaya, I. N. S. (2024). Tingkat Livability Permukiman Pesisir Kelurahan Karangsari, Kabupaten Tuban. Planning for Urban Region and Environment, 13(0341), 149–160. https://purejournal.ub.ac.id/index.php/pure/article/view/714

Hudia, H., Manaf, M., & Syafri, S. (2023). Implikasi Pembangunan Perumahan Formal Perkotaan. Urban and Regional Studies Journal, 5(2), 183–191. https://doi.org/10.35965/ursj.v5i2.2725

Inayah Novialita B T, S., Bensananda Ernanto, M., Annabel, S., Ananda Ayudia, M., Widji Maulidha, N., & Bayu Putra Sakti, B. (2025). Ketimpangan Tata Ruang dan Permasalahan Permukiman Kumuh di Kawasan Perkotaan : Studi Kasus Kota Jakarta. Jurnal Tata Ruang. https://www.researchgate.net/publication/390630317_ketimpangan_tata_ruang_dan_permasalahan_pemukiman_kumuh_di_kawasan_perkotaan_studi_kasus_kota_jakarta

Membala, S., & Dewi, D. P. (2024). Pertumbuhan di Pinggiran Kota Kecil: Pola Perkembangan Peri-Urban dan Faktor Pembentuknya (Studi Kasus: Kecamatan Tallunglipu). COMPACT: Spatial Development Journal, 3(3), 38–48. https://doi.org/10.35718/compact.v3i3.1303

Mitrano, F. (2020). Tanggungjawab Pihak Pengembang Perumahan Berdasarkan Perjanjian Jual Beli dengan Konsumen di Kota Pekanbaru. Jurnal Hukum Respublica, 20(1), 29–50. https://doi.org/10.31849/respublica.v20i1.6018

Oktarini, M. F., Lussetyowati, T., & Primadella, P. (2022). Persepsi Pemukim terhadap Kualitas Lingkungan di Permukiman Kumuh Tepian Sungai Musi, Palembang. Jurnal Permukiman, 17(2), 85. https://doi.org/10.31815/jp.2022.17.85-92

Permatasari, R. W., Okto Bilal Maghribi, W., & Febriana Andiani, P. (2020). Analisis Dampak Fenomena Urban Sprawl dan Strategi Dalam Mengurangi Jumlah Polusi Udara di Kota Yogyakarta. Proceedings The 1 UMYGrace 2020, 2020, 94–100. https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2495014&val=23800&title=Analisis Dampak Fenomena Urban Sprawl dan Strategi Dalam Mengurangi Jumlah Polusi Udara di Kota Yogyakarta

Pradana, A. C., Soedwiwahjono, S., & Nurhadi, K. (2021). Fenomena Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian Menjadi Perumahan: Studi Kasus Kawasan Peri-Urban Kecamatan Colomadu. Desa-Kota, 3(1), 24. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v3i1.37622.24-35

Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 4 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Aceh Besar Tahun 2012-2032. https://jdihn.go.id/files/616/QANUN_NOMOR_4_TAHUN_2013.pdf

Rahman, B. B., & Putro, S. (2022). Kualitas Lingkungan Permukiman di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang. Geo Image, 11(1), 3. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage

Rahmawati, A., & Arif, N. (2023). Analisis Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Kualitas lingkungan Permukiman di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Majalah Geografi Indonesia, 37(2), 114–123. https://doi.org/10.22146/mgi.70636

Rif’ah, L., & Yulistiani, Y. (2023). Rumah Ideal Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik). Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(4), 246–256. https://doi.org/10.58540/isihumor.v1i4.480

Rizki, D. A., Wulandari, A., & Chairunnisa. (2021). Analisis Kualitas Lingkungan Perumahan Berdasarkan Karakteristik Perumahan Di Desa Sungai Raya Dalam Kecamatan Sungai Raya. JeLAST: Jurnal PWK, Laut, Sipil, dan Tambang, 1–8. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JMHMS/article/view/52348

Rizkiya, P., Haikal, N., Hasan, Z., Aulia, F., Gunawan, A., & Fuady, Z. (2023). The Urban Sprawl Typology and the Urban Growth Pattern of Peri-Urban Area in Aceh Besar Regency, Aceh. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1276(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1276/1/012041

Saputra, A., & Ismail, I. (2021). Penegakan Hukum Terhadap Pendirian Bangunan Yang Berada Pada Sempadan Sungai Di Wilayah Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Kenegaraan, 5(1), 59–67. https://jim.usk.ac.id/kenegaraan/article/view/18858/8775

Sari, A. R., & Ridlo, M. A. (2022). Identifikasi Faktor Penyebab Terjadinya Permukiman Kumuh Di Kawasan Perkotaan. Jurnal Kajian Ruang, 1(2), 160. https://doi.org/10.30659/jkr.v1i2.20022

Surah Al-Baqarah (2:205).

Surah Al-Baqarah (2:30).

Surah An-Nahl (16:80).

Downloads

Published

31-12-2025

Issue

Section

Articles