Edible Film dari Karaginan (Eucheuma cottonii) Asal Aceh, Indonesia : Karakterisasi dengan FTIR dan SEM

Reni Silvia Nasution, Muhammad Ridwan Harahap, Husnawati Yahya

Abstract


Edible film karaginan merupakan salah satu alternatif pengganti kemasan plastik yang sulit terdegradasi di alam dan aman bagi bahan pangan. Karaginan merupakan hasil ekstraksi salah satu jenis rumput laut yaitu Eucheuma cottonii. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gugus fungsi dari edible film dengan variasi konsentrasi karaginan dan sifat permukaan dari edible film karaginan dengan SEM. Pemanfaatan karaginan hasil ekstraksi E.cottonii asal Aceh untuk pembuatan edible film diharapkan dapat meningkatkan potensi budidaya E.cottonii di Aceh. Tahapan penelitian dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama proses ekstraksi karaginan dari E. cottonii dengan penggunaan KOH 14% dan tahap kedua pembuatan edible film dengan varisi konsentrasi karaginan 0,1%; 0,2%; 0,3% (b/v) dengan penambahan PEG sebagai plasticizer. Hasil FTIR menunjukkan gugus fungsi ester sulfat, ikatan glikosidik, 3,6 anhidro-d-galaktosa, gugus OH dan CH dengan bilangan gelombang berturut-turut pada rentang 1246,36-1246,9 cm-1 , 1072-1074 cm-1, 932-934 cm-1,  3370- 3382 cm-1, dan 2876-2880 cm-1. Perubahan bilangan gelombang edible film karaginan dibandingkan dengan FTIR karaginan hasil ekstraksi pada penelitian sebelumnya menunjukkan adanya interaksi antara karaginan dengan plasticizer PEG yang ditambahkan. Pengujian morfologi pada edible film pada konsentrasi karaginan 0,1% dan 0,2% dengan SEM menunjukkan permukaan yang homogen dan kontinyu, sedangkan pada konsentrasi 0,3% edible film tidak terbentuk.


Keywords


edible film; karaginan; Eucheuma cottonii

Full Text:

PDF

References


Balqis, A.M. I., Khaizura, M.A.R. N., Russly, A.R., & Hanani, Z.A.N. (2017). Effects of plasticizers on the physicochemical properties of kappa-carrageenan films extracted from Eucheuma cottonii. International Journal of Biological Macromolecules, Elsevier 103 : 721-732. DOI : http://dx.doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2017.05.105.

Bourtoom, T. (2008). Edible films and coatings: characteristics and properties. International Food Research Journal, 15(3) : 1-12.

Darmajana, D.A., Afifah,N., Solihah, E., & Indriyanti, N. (2017). Pengaruh pelapis dapat dimakan dari karagenan terhadap mutu melon potong dalam penyimpanan dingin. AGRITECH, 37(3) : 280-287. DOI: http://doi.org/10.22146/agritech.10377.

Dhanapal, A., P, Sasikala., Rajamani, L., Kavitha, V., Yazhini, G., & Banu, M.S. (2012). Edible films from polysaccharides. Food Science and Quality Management, 3. ISSN 2225-0557 (Online)

Diova, D.A., Darmanto, YS., & Rianingsih, L. (2013). Karakteristik edible film komposit semirefined karaginan dari rumput laut Eucheuma cottonii dan beeswax. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan 2(4) : 1-10. Diakses pada https: //ejournal3. undip. ac.id/index.php/jpbhp/article/view/3759 tanggal 5 Maret 2019.

Distantina, S., Fadilah., Rochmadi., Fahrurrozi, M., & Wiratni. (2010). Proses ekstraksi karagenan dari Eucheuma cottonii. Seminar Rekayasa Kimia dan Proses. ISSN: 1411-4216. 1-6.

Duan, F., Yu, Y., Liu, Z., Tian, L., & Mou, H. (2016). An effective method for the preparation of carrageenan oligosaccharides directly from Eucheuma cottoni using cellulase and recombinant k-carrageenase. Algal Research (15) 93-99. DOI : http://dx.doi.org/10.1016/j.algal.2016.02.006.

Dwimayasanti, R. (2016). Pemanfaatan karaginan sebagai edible film. Oseana. Volume XLI. Nomor 2. ISSN 0216-1877. 8-13.

Ega, L., Lopulalan, C.G.C., & Meiyasa, F. (2016). Kajian mutu karaginan rumput laut Eucheuma cottonii berdasarkan sifat fisiko-kimia pada tingkat konsentrasi kalium hidroksida (KOH) yang berbeda. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(2): 38-44. DOI : http://dx.doi.org/10.17728/jatp.169.

Fardhayanti, D.S, & Julianur, S.S. (2015). Karakterisasi edible film berbahan dasar ekstrak karagenan dari rumput laut (Eucheuma cottonii). Jurnal Bahan Alam Terbarukan. 4(2) : 68-73. DOI : 10.15294/jbat.v4i2.4127.

Garcia, Maria A., Martino, M.N, & Zaritzky, N.E., (1999). Edible Strach Films and Coatings Characterization : Scanning Electron Microscopy, Water Vapor, and Gas Permeabilities. SCANNING. Vol. 21: 348-353.

Hafnimardiyanti, & Armin, M.I. (2016). Effect of plasticizer on physical and mechanical characteristics of edible film from mocaf flour. Scholars Research Library. Det Pharmacia Lettre 8(19) : 301-308. Available online at http://www.scholarsresearchlibrary.com/

Hudha, M.I., Sepdwiyanti, R., & Sari, S.D. (2012). Ekstraksi karaginan drai rumput laut (Eucheuma cottonii) dengan variasi suhu pelarut dan waktu operasi. Berkala Ilmia Teknik Kimia. Vol. 1. No. 1 : 17-20.

Huri, D., & Nisa, F.C. (2014). Pengaruh konsentrasi gliserol dan ekstrak ampas kulit apel terhadap karakteristik fisik dan kimia edible film. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2 (4) : 29-40.diakses pada https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/75 tanggal 1 Mei 2019.

Karbowiak, T., Debeaufort, F., Champion, D & Voilley, A. (2006). Wetting properties at the surface of iotacarrageenan-based edible films. Journal of Colloid and Interface Science, 294 : 400-410. DOI. 10.1016/j.jcis.2005.07.030.

Kasim, M., & Asnani. (2012). Penentuan Musim Reproduksi Generatif dan Preferensi Perekatan Spora Rumput Laut (Eucheuma cottonii). Ilmu Kelautan 17 (4) : 209-216. DOI : https://doi.org/10.14710/ik.ijms.17.4.209-216.

Kushartono, E.W., Suryono., & Setiyaningrum, E. (2009). Aplikasi perbedaan komposisi N, P, dan K pada budidaya Eucheuma cottonii di perairan Teluk Awur, Jepara. Ilmu Kelautan, 14 (3) : 164-169. DOI : https://doi.org/10.14710/ik.ijms.14.3.164-169.

Kusumawati, D.H., & Putri, W.D.R. (2013). Karakteristik fisik dan kimia edible film pati jagung yang diinkoprorasi dengan perasan temu hitam. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 1(1) : 90-100. Diakses pada https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/9 tanggal 10 Maret 2019.

Moey, S.W., Abdullah, A., & Ahmad, I. (2015). Development, Characterization and Potential Applications of Edible Film from Seaweed (Kappaphycus alvarezii). AIP Conference Proceedings, 1616 : 192-197. doi: 10.1063/1.4895194

Muarif., Raihani, Z., Ya, la., & Rusaini. (2017). Pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii yang dikultur secara in vitro dengan jumlah thallus yang berbeda. Prosiding Simpisium Nasional Keautan dan Perikanan, IV ISBN: 978-602-71759-3-8. 251-259.

Mulyadi, A.F., Pulungan, M.H., & Qayyum, N. (2016). Pembuatan edible film maizena dan uji aktifitas antibakteri (Kajian konsentrasi Gliserol dan ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L)). Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri 5(3):149-158. DOI : https://doi.org/10.21776/ub.industria.2016.005.03.5.

Nasution, R.S., Yahya, H. & Harahap, M.R. (2019). Pengaruh karaginan dari rumput laut merah (Eucheuma cottonii) asal Provinsi Aceh sebagai edible coating terhadap ketahanan buah. Alkimia 7(2). DOI : https://doi.org/10.24252/al-kimia.v7i2.6385

Olivares, M.L., Passeggi Jr, M.C.G., Ferron, J., Zorrilla, S.E., & Rubiolo, A.C. (2010). Study of milk/k-carrageenan mixtures by atomic force microscopy. Food Hydrocolloids, 24 : 776-782. DOI : 10.1016/j.foodhyd.2010.04.004.

Paula, G.A., Benevides, N.M.B., Cunha, A.P., de Oliveira, A.V., Pinto, A.M.B., Morais, J.P.S....& Azeredo, H.M.C. (2015). Development and characterization of edible film from mixtures of k-carrageenan, i-carrageenan and alginate. Food Hydrocolloids, 47: 140145. DOI : http://dx.doi.org/10.1016/j.foodhyd.2015.01.004.

Preis, M., Knop, K., & Breitkreutz, J. (2014). Mechanical strength test for orodispersible and buccal films. Int. J. Pharm. 461 (1-2) : 22-29. DOI : https://doi.org/10.1016/j.ijpharm.2013.11.033.

Radiarta, I.N., Erlania & Rasidi. (2014). Analisa pola musim tanam rumput laut, Kappaphycus alvarezii melalui pendekatan kesesuaian lahan di Nusa Penida, Bali. J.Ris. Akuakultur 9(2) : 319-330.

Rusli, A., Metusalach, Salengke, & Tahir, M.M. (2017). Karakterisasi edible film karagenan dengan pemplastis gliserol. JPHPI 20(2) : 219-229. DOI : http://dx.doi.org/10.17844/jphpi.v20i2.17499.

Setijawati, D. (2017). Penggunaan eucheuma sp dan chitosan sebagai bahan edible film terhadap kualitasnya. Journal of Fisheries and Marine Science 1(1). DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.2.

Sitompul, A.J.W.S &, Zubaidah, E. (2017). Pengaruh Jenis dan konsentrasi plasticizer terhadap sifat fisik edible film kolang kaling (Arenga pinnata). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 5(1) : 1325.

Sudaryati H.P, Mulyani S. T, & Hansyah, E.R. (2010). Sifat Fisik dan mekanis edible film dari tepung porang (Amorphopallus oncophyllus) dan karboksimetil selulosa. Jurnal Teknologi Pertanian. Vol. 11. No. 3 : 196-201.

Supeni, G., Cahyaningtyas, A.A., & Fitrina, A. (2015). Karakterisasi sifat fisik da mekanik penambahan kitosan pada edible film karagenan dan tapioka termodifikasi. J. Kimia Kemasan, 37(2) : 103-110. DOI : http://dx.doi.org/10.24817/jkk.v37i2.1819.

Tunggal, W.W.I, & Hendrawati, T.Y. (2015). Pengaruh konsentrasi KOH pada ekstraksi rumput laut (Eucheuma cottonii) dalam pembuatan karagenan. KONVERSI. Vol 4. No. 1. ISSN 2252-7311.

Warta Ekspor. (2013, Desember). Rumput laut Indonesia. Ditjen PEN/MJL/70/IX/2013




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/ekw.v5i2.5567

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Reni Silvia Nasution, Muhammad Ridwan Harahap, Husnawati Yahya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

ELKAWNIE

Creative Commons License

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

© Elkawnie : Journal of Islamic Science and Technology 2019. Published by Faculty of Science and Technology in cooperation with Center for Research and Community Service (LP2M), UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

View full page view stats report here

Flag Counter