Strategi Pengembangan Sistem Temu Kembali Informasi Berbasis â€Image†di Perpustakaan Perguruan Tinggi

Yusrawati Yusrawati

Abstract


Tulisan ini mengulas bagaimana pengembangan strategi sistem temu kembali informasi khususnya di perguruan tinggi. Sistem temu kembali informasi adalah sebuah media layanan bagi pemustaka untuk memperoleh informasi atau sumber informasi yang dibutuhkan, yang berfungsi untuk menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan pemustaka. Di samping itu penulis juga ingin mengimplementasikan sistem temu kembali informasi berbasis image, sehingga pemustaka lebih cepat dalam menelusur informasi khususnya di era digital saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi, sistem ini juga mengalami perkembangan dari teks menuju audio-visual, image dan video. Beberapa strategi pengembangan sistem temu kembali informasi berbasis content image di perpustakaan perguruan tinggi melalui beberapa tahap diantaranya analisis SWOT yaitu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu sistem temu kembali informasi. Kemudian melakukan benchmarking (studi banding) ke perpustakaan perguruan tinggi lain yang telah lebih dahulu menggunakan sistem temu kembali informasi berbasis content image. Selanjutnya, memasuki fase perencanaan (planning, fase analisis kebutuhan, fase perancangan (analyst dan desain), fase implementasi dan fase pemakaian (maintainance). Hal tersebut dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi guna memenuhi kebutuhan informasi yang relevan bagi pemustaka.

Full Text:

PDF

References


Depdikbud, Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman, Jakarta: Ditjen Perguruan Tinggi Depdikbud, 1994.

FitzGerald, Jerry, Ardra F. FitzGerald, Warren D. Stallings, Fundamental of System Analysis, New York: John Willey & Sons,1981.

Hartinah, Sri, Jusni Djatin, Tupan, Penelusuran Literatur, Jakarta: UT, 2011.

Jogiyanto,HM, Analisis dan Disain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Yogyakarta: Andi Offset, 1999.

Karmllasari dan Agus Sumarna, “Temu Kenali Citra Berbasis Konten Warnaâ€,ProsidingSeminar, Yogyakarta: UII, 2011.

Katz, William A, Introduction to Reference Work Volume I: Basic Information Sources, Singapore: Mc.Graw-Hill Inc., 1992.

Mulyanto, Agus, Sistem Informasi: konsep & Aplikasi, Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2009.

O’Brien, James A. Pengantar Sistem Informasi: Perspektif Bisnis Dan Manajerial, Jakarta: Salemba Empat, 2006.

Perpustakaan Nasional RI, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2008.

Prasojo, Lantip Diat dan Riyanto, Teknologi Informasi Pendidikan: Membahas Materi Dasar Teknologi Informasi Yang Wajib Dikuasai Pemula, Yogyakarta: Gava Media, 2011.

Rahman, Arif, “Sistem Temu-Balik Citra Menggunakan Jarak HistogramDalam Model Warna YIQâ€, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi, ISSN: 1907-5022, Yogyakarta: SNATI, 2009.

Sutarno NS, Tanggung Jawab Perpustakaan dalam Mengembangkan Masyarakat Informasi, Jakarta: Pantai Rei, 2005.

Sutedjo, Mansur, “Pengelolaan Repositori Perguruan Tinggi dan Pengembangan Repositori Karya Seni†Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Digital Local Content, Karya Seni,Yogyakarta:ISI, 2014.

Swe, Thinn Mya Mya, “Intelligent Information Retrieval within Digital Library using DomainOntologyâ€, Proceedings of the International Conference on Applied Computer Science, Myanmar: University of Computer Studies, t.t.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Hasil gambar untuk logo google scholar