Meningkatkan Profesionalisme Pustakawan Referensi di Perguruan Tinggi melalui Komunikasi yang Efektif

Yusrawati Yusrawati

Abstract


Dewasa ini, perkembangan informasi semakin cepat layaknya udara yang kita hirup tiap detik. Informasi pun semakin beragam bila ditinjau dari segi media, isi, dan cakupannya. Dalam hal ini, pentingnya sumber daya manusia yaitu pustakawan yang akan menggerakkan roda dan mengembangkan perpustakaan agar berperan serta secara optimal . Kata pustakawan berasal dari kata “pustakaâ€, sehingga penambahan kata “wan†diartikan sebagai orang yang pekerjaannya atau profesinya terkait erat dengan dunia pustaka atau bahan pustaka. Dalam bahasa Inggris pustakawan disebut “librarianâ€. Kemudian istilah pustakawan berkembang lagi yaitu sama-sama mengelola informasi diantaranya pakar informasi, pakar dokumentasi, pialang informasi, manager pengetahuan, dan sebagainya. Pustakawan referensi merupakan sumber daya manusia yang harus memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam memenuhi pelayanannya kepada pemustaka secara professional sesuai dengan kebutuhan. Pelayanan ini dilakukan oleh pustakawan terlatih khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka, baik secara langsung bertatap muka, melalui telepon, maupun secara elektronik. Pustakawan tidak hanya menjawab pertanyaan substantif, tetapi juga membimbing pemustaka untuk memilih dan menggunakan sarana yang tepat untuk penelusuran informasi. Pustakawan mengarahkan pemustaka ke sumber informasi, membantu mereka mengevaluasi, bahkan merujuk ke sumber di luar perpustakaan. Namun pada kenyataannya, sekarang ini belum semua pustakawan referensi yang berada di perguruan tinggi memiliki sikap komunikatif terhadap pemustaka. Pentingnya komunikasi yang efektif dalam memberikan layanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi tidak bisa terlalu menjadi tolak ukur, namun ini dapat menjadi pondasi kesuksesan bagi pustakawan referensi untuk memahami pertanyaan pemustaka dan memenuhi kebutuhan informasi mereka. Bidang referensi merupakan titik pertemuan antara perpustakaan dan lingkungan eksternal. Bidang ini adalah salah satu bidang dari perpustakaan dimana terjadinya interaksi langsung dengan publik. Oleh karena itu, pustakawan referensi berfungsi sebagai pelayan informasi. Efektivitas dan efesiensi dari menjembatani tersebut didasarkan pada kemampuan pustakawan untuk berkomunikasi yang efektif dengan pengguna, tujuannya untuk mempromosikan perpustakaan di mata masyarakat dan meningkatkan eksistensi perpustakaan.

Full Text:

PDF

References


Gates, Jean Key, Guide to The Use of Libraries and Informatin Source, Canada: McGraw-Hill, 1994.

Hanik, Umi, “Pustakawan di Mata Masyarakatâ€, Adabya, Vol. XIII No. 18. Jogyakarta: UIN Suka, 2004.

http://adhit.net/2011/11/arti-kata-efektif-efisien/ diakses tanggal 1 November 2014 jam 11.00 wib.

Indonesia, Ensiklopedi Indonesia Jilid 5: pemimpin redaksi umum Hassan Shadly, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1984.

Lasa Hs, Kamus Istilah Perpustakaan, Jakarta: Gramedia, 1995.

-----------, Manajemen Perpustakaan, Yogyakarta: Gama Media, 2005.

Maslahah, Khoirul dan Nushrotul Hasanah, Layanan Perpustakaan Berbasis Humanisme: Bunga Rampai, Surakarta: Perpustakaan IAIN Surakarta, 2013.

Maulana, Herdiyan dan Gumgum Gumelar, Psikologi Komunikasi dan Persuasi, Jakarta: Akademia Pertama, 2013.

Odini, C, Training and development of skills in changing information environment. Library Management, 1999.

Ojomo, O. W, Communication: theory and practice. In E. Adegbija Language, Communication and Study Skills, Ota: Covenant University, 2004.

Pambayun, Ellys Lestari, Communication Quotient: Kecerdasan Komunikasi dalam Pendekatan Emosional dan Spiritual, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2012.

Perpustakaan Nasional RI, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007, Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2007.

Qohar, Mas’ud khasan Abdul, Kamus Istilah Pengetahuan Populer: untuk menambah dan memahami istilah bahasa-bahasa populer, Yogjakarta: Bintang Pelajar, tt.

Rachman, Hermawan S, Etika Pustakawan dan Kode Etik Pustakawan Indonesia, Jakarta: Sagung Seto, 2010.

Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung: Rosda Karya, t.t.

Republik Indonesia, Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 132/KEP/M.PAN/12/2002 Tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya, Jakarta: Kemenpan RI, 2002.

Ruslan, Rosadi, Etika Kehumasan Konsepsi dan Aplikasi, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.

Siswandi, Irman, Tip Sukses Wawancara Rujukan:Jurnal Pustakawan Indonesia Volume 11 No., Jakarta: Perpustakaan UI, 2011.

Suharyanti, Pengantar Dasar Ilmu Perpustakaan, Surakarta: Sebelas Maret University Press, 2008.

Sulistyo-Basuki, Materi Pokok Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta: Universitas Terbuka, 1993.

Tedjosaputro, Liliana, Etika Profesi dan Profesi Hukum, Semarang: Aneka Ilmu, 2003.

Widyawan, Rosa, Pelayanan Referensi Berawal Dari Senyuman, Bahtera Ilmu: Bandung, 2012.

Zulaikha, Sri Rohyanti. “Peningkatan Layanan Informasi Sumber-Sumber Rujukan di Perpustakaan Melalui Kompetensi Pustakawan Asertifâ€, Jurnal Thaqafiyyat Vol. 12. No. 2, Juli-Desember 2011, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2011


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Hasil gambar untuk logo google scholar