PERAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM SCHOLARLY COMMUNICATION DAN PENGIMPLEMENTASIANNYA MELALUI JURNAL ELEKTRONIK

Nurul Fadilla

Abstract


Tulisan ini membahas bagaimana peran perpustakaan perguruan tinggi dalam scholarly communication menjadi suatu proses komunikasi ilmiah atas terciptanya karya tulis ilmiah dan dilakukan penyebarluasan atas hasil karya tersebut. Tulisan ini menekankan pada peran perpustakaan sebagai salah satu bagian yang memiliki peranan penting dalam pemerolehan informasi serta sumber data diperoleh dari perpustakaan. Pada perguruan tinggi, perpustakaan menjadi salah satu yang berperan dan memiliki posisi penting terutama dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat informasi dan pengarsipan untuk memudahkan proses temu kembali informasi ilmiah yang dibutuhkan. Perkembangan teknologi menuntut perpustakaan untuk dapat mengikuti perkembangan agar dapat menyesuaikan diri serta mampu memenuhi kebutuhan pemustaka di lingkungan sivitas akademika. Penggunaan media cetak secara bertahap berganti pada media elektronik, disinilah perpustakaan melakukan penyebaran ilmu pengetahuan dengan media-medianya serta fungsinya sebagai sarana scholarly communication. Tulisan ini akan memaparkan mengenai peran perpustakaan dalam scholarly communication dan pengimplementasiannya melalui jurnal elektronik yang akan membawa perubahan dan kemudahan terhadap scholarly communication dalam menghasilkan karya-karya baru yang berguna bagi proses pengembangan ilmu pengetahuan. Pengetahuan baru tersebut diharapkan dapat diakses, dimanfaatkan dan menjadi rujukan bagi pengembangan keilmuan di masa yang akan datang.

Kata Kunci: Scholarly Communication, Komunikasi Ilmiah, Jurnal  Elektronik, E-journal, Perpustakaan Perguruan Tinggi.


Full Text:

PDF

References


Association of College and Research Libraries (ACRL). 2003. Principles and Strategies for the Reform of Scholarly Communication I. http://www.ala.org/acrl/publications/ whitepapers/principlesstrategies. Diakses 4 3 Desember 2019.

Feather, John dan Paul Strurges. 2003. International Encyclopedia of Information and Library Science. London: Routledge Inc.

Fjallbrant, Nancy. 2007. Scholarly Communication-Historical Development and New Possibilities. https://docs.lib. purdue.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1389&context=iatul. Diakses 3 Desember 2019.

Gabbay, Liat Klain dan Snunith Shoham. 2016. Scholarly Communication and Academic Librarians. ScienceDirect: Library & Information Science Research.. https:// www.researchgate.net/publication/303321104/. Diakses 29 November 2019.

Graham, Thomas W. 2000. Scholarly Communication. Dublin: SCONUL Annual Conference. Serials, Vol. 13, (1), https://serials.ukgs.org/articles/scholarlycom/. Diakses 30 Desember 2019.

Hazrati, Khairina. 2017. Peranan Perpustakaan Sebagai Media Komunikasi Ilmiah. Jurnal Iqra’, Vol. 11, No. 01.

Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.

Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.

McMenemy, David dan Alan Poulter. 2005. Delivering Digital Services. London: Facet Publishing.

Online Dictionary for Library and Informastion Science (ODLIS). https://www.abc-clio.com/ODLIS/odlis_s.aspx. Diakses 3 Desember 2019.

Priyanto, Ida Fajar. 2016. Kebutuhan dan Perilaku Informasi: Materi Kuliah Isu-isu Kontemporer Sesi 7. Yogyakarta: UGM.

Rowland, Ian. 2005. Scholarly Communication In Digital Environment: The 2005 Survey of Journal Author Behavior and Attitudes. Aslib Proceeding, 57, (6), 481.

Siswadi, Irman. 2009. Scholarly Communication.Jurnal Visi Pustaka, Vol. 11 Nomor 01 April 2009.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Hasil gambar untuk logo google scholar