Karakteristik Unsur Pembeda Perkara Wanprestasi dan Penipuan Dalam Kontrak

Eko Rial Nugroho

Abstract


Konsep perjanjian merupakan hubungan keperdataan yang diatur dalam Burgerlijk Wetboek (B.W.), atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Apabila orang yang berjanji tidak memenuhi janji yang telah ditentukan dalam kontrak/perjanjian, maka berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, orang tersebut dapat disebut telah melakukan wanprestasi atau cidera janji. Namun, di dalam praktek sehari hari di kehidupan masyarakat, ada orang-orang yang dilaporkan ke Polisi karena tidak memenuhi janji yang telah yang telah disepakati di dalam perjanjian tersebut. Secara umumnya, pihak pelapor merasa bahwa orang yang tidak memenuhi janji yang sudah disepakati tersebut telah melakukan tindakan penipuan terhadap pelapor karena janji yang sudah disepakati dan harus dilaksanakan ternyata tidak dipenuhi, padahal pelapor telah menyerahkan barang dan/atau uang kepada orang tersebut. Kondisi ini menimbulkan permasalahan hukum kapan seseorang yang tidak memenuhi suatu perjanjian dapat dikatakan telah melakukan wanprestasi, sehingga penyelesaian perkaranya harus dilakukan secara perdata, dan kapan orang tersebut dapat dikatakan telah melakukan penipuan yang penyelesaian perkaranya dilakukan secara pidana. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah apakah karakteristik unsur pembeda perkara wanprestasi dengan penipuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang dalam pengolahan dan analisa data dengan pemahaman mendalam dengan mengkaji masalah yang diteliti. Peneliti menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu pendekatan dengan menggunakan ketentuan perundang-undangan yang berlaku atau metode pendekatan hukum doktrinal yaitu teori-teori hukum dan pendapat para ahli khususnya yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Hasil Penelitian bahwa Penilaian suatu wanprestasi termasuk sebagai penipuan atau masalah keperdetaan harus dilihat apakah perjanjian tersebut didasari atas itikad buruk/tidak baik atau tidak.


References


Agus Yudha Hernoko, Hukum Perjanjian, Asas Proporsionalitas Dalam Kontrak Komersil, Penerbit, Kencana, Jakarta, 2011.

Alda Kartika Yudha,” Wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum (Studi Komparasi Antara Hukum Islam dan Hukum Nasional dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah, Tesis, 2018.

Eko Rial Nugroho, Penyusunan Kontrak; Kontrak Konvensional dan Syariah di Bawah Tangan, Penerbit PT. Rajagrafindo Persada, Depok, 2020

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah.

Leden Marpaung, Asas Teori Praktik Hukum Pidana, Penerbit Sinar Grafika, Jakarta, 2005.

Lilik Mulyadi, Hukum Acara Pidana, Penerbit PT Citra Aditya Bakti , Bandung, 2007.

Moeljatno,” Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Dalam Hukum Pidana,” Pidato Pengukuhan Guru Besar, tanggal 19 Desember 1955, Bina Aksara, Jakarta, 1983.

__________, Asas-Asas Hukum Pidana, Penerbit Rinika Cipta, Edisi Revisi, Jakarta, 2008.

M. Isnaeni,” Hukum Perikatan,” makalah, disampaikan dalam Pelatihan Hukum Perikatan Bagi Dosen dan Praktisi, Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, 6-7 September 2006.

Nindyo Pramono,” Problematika Putusan Hakim Dalam Perkara Pembatalan Perjanjian,” Jurnal Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada, Volume 22, Nomor 2, Tahun 2010.

Nur Hamidah Fauziah,” Perbandingan Penafsiran Hakim PengadilanAgama Bantul dan Pengadilan Negeri Bantul tentang Perbedaan Perkara Wanprestasi Dengan Penipuan,” Skripsi, 2020.

P.A.F. Lamintang, Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia, Penerbit Citra Aditya Bakti, Bandung, 2011.

R. Setiawan, Pokok-Pokok Hukum Perikatan, Penerbit Binacipta, Bandung, 1994.

R. Sugandhi, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Penjelasannya, Usaha Nasional, Surabaya, 1980.

R. Soenarto Soerodibroto, KUHP dan KUHAP, Penerbit Rajawali Pers., Jakarta 1992.

Salim HS, Hukum Kontrak, Penerbit Sinar Grafika, Jakarta, 2003.

Satjipto Raharjo, Masalah Penegakan Hukum, Penerbit Sinar Baru, Bandung, 1983.

Subekti, Hukum Perjanjian, Penerbit Intermasa, Bandung, 1979.

Sugirhot Marbun et.al, “Perbedaan Antara Wanprestasi dan Delik Penipuan Dalam Hubungan Perjanjian,” Jurnal Usu Law Journal, Volume 3, Nomor 2, Agustus 2015.

Syamsul Anwar, Hukum Perjanian Syariah, Penerbit PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2007

Teguh Sri Rahardjo, “Bahan Materi Ajar Hukum Acara Perdata, Pendidikan Khusus Profesi Advokat, Universitas Islam Indonesia, Fakultas Hukum, 2012.

Undang – Undang Nomor 8 tahun 1981 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Wirjono Prodjodikoro, Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia, Penerbit Refika Aditama, Bandung, 2003.

Yahman, Karakteristik Wanprestasi dan Tindak Pidana Penipuan Yang Lahir Dari Hubungan Kontraktual, Penerbit Prenadamedia Group, Cetakan 1, Desember 2014.

Yahya Harahap, Segi-Segi Hukum Perjanjian, Penerbit Alumni, Bandung, 1986.

Putusan Nomor 42/Pid.B/1990/UjPdg

Putusan Nomor 411 K/Pid/1992

Putusan Nomor 2296/Pid.B/2007/PN.Jkt.Pst

Putusan Nomor 213/Pid/2008/PTDKI

Putusan Nomor 874 K/Pid/2009

Putusan Nomor 2.533/Pid.B/2013/PN.Mdn

Putusan Nomor 1357 K/Pid/2015

Putusan Nomor 1689 K/Pid/2015

Putusan Nomor 366K/Pid/2016

Putusan Nomor 598K/Pid/2016

Putusan Nomor 1316 K/Pid/2016

Putusan Nomor 1336 K/Pid/2016

Putusan Nomor 211 K/Pid/2017

Putusan Nomor 179/Ag/2017

Putusan Nomor 902 K/Pid/2017




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/jms.v24i1.11050

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Eko Rial Nugroho

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Media Syari'ah : Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial has been indexed by:

 

All papers published in Media Syari'ah : Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial are licensed under a  Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.