Tranformasi Semangat Kebangkitan Kota Hiroshima dan Kesennuma di Jepang ke Pesantren di Indonesia

Mutiara Fahmi Razali Ibrahim

Abstract


Selain daerah kawasan tsunami, selama sebelas hari kami berkeliling mengunjungi lima Lembaga Pendidikan Dasar, Menengah dan Atas, satu Universitas, serta dua kuil bersejarah di delapan kota lain dalam lima wilayah prefektur (propinsi) Jepang, yaitu; kota Sendai dan Ichinoseki (Sendai Prefecture), Kota Osaka dan Kobe (Osaka Prefecture), kota Hiroshima (Hiroshima Prefecture), kota Kyoto (Kyoto Prefecture), dan kota Nara (Nara Prefecture). Berbagai tempat bersejarah tujuan wisata juga sempat dikunjungai selain tentunya kota Tokyo sendiri sebagai ibukota Jepang.
Atas penilaian peserta sejak gelombang pertama hingga terakhir, program ini dinilai sangat berhasil dan selalu direkomendasikan untuk terus dilanjutkan atau bahkan dikembangkan. Terutama dalam bentuk kerjasama langsung antara lembaga-lembaga pendidikan di Jepang dengan Pondok Pesantren di Indonesia, seperti program pertukaran pelajar dan guru maupun bantuan manajemen Informasi & Teknologi bagi pesantren sebagaimana yang saya sampaikan langsung kepada Mr. Kazama, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang ketika menyambut kami di Tokyo.

Keywords


kota Sendai dan Ichinoseki (Sendai Prefecture), Kota Osaka dan Kobe (Osaka Prefecture), kota Hiroshima (Hiroshima Prefecture), kota Kyoto (Kyoto Prefecture), dan kota Nara (Nara Prefecture)

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22373/jms.v15i2.1781

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Media Syari'ah



Flag Counter

Lisensi Creative Commons

All works are licensed under CC BY-SA

© Media Syari'ah: Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial. Published by Faculty of Sharia and Law of the State Islamic University of Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.