Dakwah Ditinjau Menurut Konsep Pendidikan Islam Dan Teori Barat

Muhsinah Ibrahim

Abstract


Da'wah performed through the goal with the conception of divinity. A related concept of divinity have various virtues are rooted in the divine perfection that is the Al-Quran and sayings of the Prophet, Al-Hadith. whereas the concept of Islamic education boils down to the learning process so that the nature of Islamic education was perfect. perfection it has all of aspects of life. Then Islamic education would be perfect because they where reference or sources of Islamic education is the main source of Al-Quran and al-Sunnah. The presence of Western theories in education more forward thinking and believe in rationality, scientific method is the only method to determine the importance of objectivity reality means there is no bias depends only on the evidence available, there is no consideration of subjectivity is all geared towards modernization. Dakwah presence here as enjoining the good and forbidding the munkar, propaganda is a complete communication process between subject, object and its infrastructure, also a religious propaganda illumination in the dark, there was no compulsion at all, so the dakwah serves to sensitize the servant of God on earth so that really converts to the divine truth.

Dakwah tampil melalui tujuan dengan konsepsi ketuhanan. Suatu konsep yang berhubungan dengan ketuhanan memiliki berbagai keutamaan yaitu bersumber pada kesempurnaan illahi yaitu Al-quran dan perkataan Nabi yaitu Al-Hadits. sedangkan konsep pendidikan Islam bermuara pada proses belajar mengajar yang bernuasa islam sehingga sifat pendidikannya pun sempurna. kesempurnaan itu memiliki selurh aspek kehidupan. Maka pendidikan Islam akan lebih sempurna kerena keberadaan referansi atau sumber pendidikan Islam merupakan sumber utama yaitu Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Kehadiran teori-teori Barat dalam dunia pendidikan lebih mengedepankan pemikiran dan percaya pada rasionalitas, metode ilmiah adalah satu-satunya metode untuk mengetahui realitas mementingkan objektivitas artinya tidak ada bias hanya tergantung pada bukti-bukti yang ada, tidak ada pertimbangan subjektivitas ini semua bermuara kepada modernisasi. Kehadiran Dakwah disini sebagai amar makruf dan nahi mungkar, dakwah merupakan sebuah proses komunikasi yang lengkap antara subjek, obyek dan infrasukturnya, dakwah juga merupakan agama penerangan dalam kegelapan, tidak pernah ada paksaan sama sekali, sehingga dakwah berfungsi untuk menyadarkan hamba Allah yang ada di bumi sehingga benar-benar insaf menuju kebenaran Ilahi.

Kata Kunci: Dakwah, Pendidikan Islam

Keywords


Dakwah; Pendidikan Islam

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22373/jm.v3i2.275

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Jurnal Mudarrisuna (Media Kajian Pendidikan Agama Islam)



The Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam (ISSN 2089-5127, e-ISSN 2460-0733) is published by the Center for Research and Community Service (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia. Copyright © 2020 Author.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.