KEPENTINGAN UTSMANI MENJALIN HUBUNGAN DENGAN KERAJAAN ACEH DARUSSALAM

Hayatullah Zuboidi

Abstract


Hubungan Kekaisaran Ottoman telah berlangsung cukup lama dengan kesultanan Aceh. Kedua negara ini saling mengirim duta besar dan Utsmaniyah sendiri telah memenuhi tuntutan Sultan Aceh Darussalam seperti mengirim pasukan, peralatan dan bahkan ahli persenjataan. Harmonisasi kedua kerajaan Islam ini masih memiliki bukti sejarah sampai sekarang sebagai makam Tgk Dibitai (Salahaddin). Selain keinginan untuk membantu Aceh sebagai saudara, Utsmani juga memiliki kepentingan lain, yaitu kepentingan politik dan ekonomi. Saat ini Portugis merupakan ancaman utama di perairan laut merah. Jika bertransaksi di laut merah terganggu oleh tindakan Portugis pasti akan menjadi masalah bagi perekonomian Mekkah, karena jalur pelayarannya ke Mekah melalui laut merah. Aceh sendiri pada waktu itu juga menyerahkan dirinya dinyatakan patuh kepada Ottoman sebagai khilafah Islam. Meski dilihat dari segi letak geografis kedua kerajaan ini sangat jauh. Posisi Ottoman Turki berada di Eropa tengah, sedangkan Kerajaan Aceh Darussalam di Asia Tenggara (pinggiran kota).

Full Text:

PDF

References


Ahmad, Zakaria, Sekitar Kerajaan Aceh dalam Tahun 1520-1675, Medan: Monara, 1972.

De Conto, Diogo, Observacoes sobre as principaes daDecadencia dos Portugueses na Asia, (Lisabon: Academia Real dan Sciencias, 1790. dikutip dalam (Lombard 1986: 159).

Eraslan, Cezmi, Abdilhamid ve Islam birligi [Abdulhamid and Islamic unity], Istanbul: Otuken Publications, 1992.

Farooki, Rahman, Mughal-Ottoman relations; A Study of Political relations between Mughal India and the Ottoman Empire, Deli: Idarah-I Adabiyat Delli, 1989.

Feener, R. Michael, dkk, Mapping The Acehnese Past, diterjemahkan oleh Supardi Asmorobangun, Jakarta: Pustaka Lasaran, 2011.

Hourani, Albert, A History of Arabs Peoples, terjemahan. Irfan Abubakar, Sejarah Bangsa-bangsa Muslim, Bandung: Mizan Media Utama, 1991.

Imber, Colin, Kerajaan Ottoman; Struktur Kekuasaan, Jakarta: Elexmedia Komputindo, 2012.

Ismail Hakki Goksoy, Guneydogu Asya’da Osmanli-Turk Tesirleri, Isparta: Fakulte Kitabevi, 2004, hlm. 64.

Ozbaran, Salih, Ottoman Expansion toward the Indian Oceon in the 16th Century, Istambul: Istambul Bilgi Universiti, 2009.

Reid, Anthony, An Indonesian Frontier, Singapure: Singapure University Press, 2005.

Hasbi, Baiquni, Relasi Kerajaan Aceh Darussalam dan Kerajaan Utsmani, Banda Aceh: LSAMA, 2014.

Reid, Anthony, The Contes fot North Sumatra; Atjeh the Netherlands and Britain 1858-1898, (Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1969a), hlm. 138).

Said, Mohammad, Aceh Sepanjang Abad, Jilid. 1, Medan: Waspada, 1981.

Zainuddin, Tarich Aceh dan Nusantara, Cet.1, Medan: Pustakan Iskandar Muda, 1961.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.






real time web analytics

View My Stats


Google ScholarImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Editorial Office:

Komplek Pascasarjana UIN Ar-Raniry
Jl. Ar-Raniry No. 1, KOPELMA Darussalam,
Banda Aceh - Aceh 23111
Telp: -
HP: 0852 6163 1481
Email : peurawi@ar-raniry.ac.id

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
www.ar-raniry.ac.id