Hak Wali Mujbīr Membatalkan Pernikahan (Analisis Putusan Mahkamah Syari'ah Perak)

Agustin Hanapi, Hafizah Hani Azizan

Abstract


Izin wali sangat penting dalam menentukan sahnya suatu perkawinan. Adanya wali adalah syarat sahnya perkawinan, sebagaimana adanya saksi. Nikah tidak sah tanpa wali laki-laki yang mukallaf, merdeka, muslim, adil, dan berakal sempurna. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hakim dalam memberikan putusan Hak wali mujbir di Mahkamah Syari'ah Perak Islam dan bagaimana pandangan Hukum Islam terhadap pernikahan tanpa wali mujbi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan telaah kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Pertimbangan hakim dalam memberikan putusan di Mahkamah Syari'ah Perak adalah berdasarkan seksyen 13 EKIP 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim boleh membatalkan pernikahan yang tidak mengikuti Undang-Undang Malaysia yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Syari'ah. Selain itu, Hakim juga melihat dari sekufu atau tidak antara pasangan mempelai tersebut. Adapun pernikahan yang tidak sesuai dengan Undang-undang Negara dan Hukum Islam, Hakim boleh membatalkan pernikahan pasangann tersebut.

Keywords


Wali Mujbīr, Pembatalan, Pernikahan

Full Text:

PDF

References


Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih fikih sunnah, Cet. 2, Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.

Abdul Manan, Aneka Masalah Hukum Perdata Islam Di Indonesia, Cet.1, Jakarta: Kencana, 2006.

Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-undang Perkawinan, Jakarta: Kencana, 2006.

Ali Yusuf As-Subky, Membangun Surga dalam Keluarga, Cet. 1, Jakarta: Senayan Abadi Publishing, 2002.

Beni Ahmad Saebani, Fiqh Munakahat (1), Cet.1, Bandung: Pustaka Setia, 2001.

Desy Arina, Hak orang tua (wali) atas mahar menurut perspektif hukum Islam (Studi kasus di Desa Cot. Jabet, Kec, Gandapura, Kab.Bireuen), (skripsi yang tidak dipublikasi), Fakultas Syari’ah Dan Ekonomi Islam, (UIN) Ar-raniry, Banda Aceh, 2014.

Faisal Bin Abdul Aziz, terj: Mu’ammal Hamidy dkk, Terjemahan Nailul Authar Himpunan Hadits-Hadits Hukum, Jil.1, Cet.1, Surabaya: PT Bina Ilmu, 1984.

Hamid Sarong, Hukum Perkawinan Di Indonesia, , Cet.3 , Banda Aceh: Penerbit PeNA, 2010.

Kadar M.Yusuf, Tafsir Ayat Ahkam Tafsir Tematik Ayat-Ayat Hukum, Cet.1, Jakarta: Amzah, 2011.

M. Ali Hasan, Pedoman Hidup Berumah Tangga dalam Islam, Cet.2, Jakarta: Siraja, 2006.

Mohamed Osman El-khost, Fiqh Wanita dari Klasik sampai Modern, Cet. 3, Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2015.

Mohd Fahmi bin Mohamad Nor, Perspektif Hukum Islam Terhadap Talak di Luar mahkamah (Analisis Undang-undang Mahkamah Rendah Syariah Perak Darul Ridzuan), (skripsi yang tidak dipublikasi), Fakultas syariah dan Ekonomi Islam, IAIN Ar-raniry, 2008.

Mohd. Idris Ramulyo, Hukum Perkawinan Islam suatu analisis dari Undang-undang No.1 tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, Jakarta: PT Bumi Aksara, 1996.

Muhammad Nashiruddin Al Albani, , Shahih Sunan At-Tirmidzi 1, (terj: Ahmad Yuswaji), Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.

_______, Shahih Sunan Abu Daud, (terj: Ahmad Yuswaji), Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.

Muhammad bin Ismail Al-Amir Ash-Shan’ani, Subulus Salam Syarah Bulughul Maram ,Jil. 2, Cet. 10, Jakarta: Darus Sunnah, 2014.

Muhammad Jawad Mughniyah, , Fiqh Lima Mazhab, (terj: Masykur A.B. dkk), Cet.13, Jakarta: Lentera, 2005.

Muhammaddin, “Kriteria Wali Adil dalam Perkawinan (Analisa Terhadap Pendapat Imam Syafi’i), (skripsi yang tidak dipublikasi), Fakultas Syari’ah dan Hukum, (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, 2015.

Najibah Mohd Zin, Siri Perkembangan Undang-Undang Di Malaysia, Undang-Undang Keluarga Islam, Jil. 14, Kuala Lumpur: Cetakan Dewan Bahasa, 2007.

Nasruddin Umar, Faktor-faktor Perpindahan Wali Nikah Kepada Wali Hakim (Studi kasus di Kecamatan Karang Baru Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang),(skripsi yang tidak dipublikasi), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh, 2010.

Sa’id Thalib Al-Hamdani, , Risalah Nikah (Hukum Perkawinan Islam), Jakarta: Pustaka Amani, 2011.

Tihami, Sohari Sahrani, Fikih Munakahat: Kajian Fikih Nikah Lengkap, (terj: Agus Salim), Cet. 2, Jakarta: Rajawali Press, 2010.

Tim Redaksi Nuansa Aulia, Kompilasi Hukum Islam, Cet.1, Bandung: Nuansa Aulia, 2008.

Wahbah Zuhaili, Fiqih Imam Syafi’i 2, (terj, Muhammad Afifi, Abdul Hafiz), Jakarta: Almahira, 2010.

_______,Fiqh Islam Wa Adillatuhu, Jil. 9, (terj. Abdul Hayyie al-Kattani dkk), Jakarta: Gema Insani, 2011.

_______,Tafsir al-Munir, Jil. 1, Cet.1, Jakarta: Gema Insani, 2013.

_______,Fiqh dan Perundangan Islam, (terj:Syed Ahmad Syed Hussain dkk), Jil. VII, Cet.1, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka: 2001.

Zaleha kamaruddin dkk, Kamus Istilah Undang-undang Keluarga Islam, Kuala Lumpur: Zebra Editions Sdn.Bhd, 2002.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/sjhk.v1i1.1558

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Agustin Hanapi, Hafizah Hani Azizan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam has been indexed by:

Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
P-ISSN 2549-3132
E-ISSN 2549-3167