DINAMIKA KONFLIK MANUSIA-SATWA DALAM KONTEKS KETAHANAN PANGAN DI KAWASAN EKOSISTEM LEUSER
DOI:
https://doi.org/10.22373/4zm5rd13Abstract
Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) merupakan bentang alam tropis penting yang menyediakan berbagai jasa ekosistem, khususnya dalam menopang ketahanan pangan masyarakat di wilayah penyangga. Dalam praktik lapangan, peningkatan kebutuhan lahan pertanian akibat tekanan ekonomi sering kali mendorong konversi hutan yang tidak terencana, sehingga memicu konflik manusia–satwa. Konflik ini tidak hanya mengancam keberadaan satwa kunci seperti orangutan, gajah, dan harimau sumatera, tetapi juga berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan stabilitas penghidupan masyarakat. Berdasarkan pengalaman pengelolaan dan pemantauan konflik di KEL, perkembangan teknologi digital seperti UAV/drone, sistem SMART, kamera trap, serta model prediksi berbasis kecerdasan artifisial mulai menunjukkan potensi untuk memperkuat upaya mitigasi konflik. Artikel ini mengulas keterkaitan antara ekspansi pertanian, dinamika konflik manusia–satwa, pendekatan koeksistensi, serta peluang pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung mitigasi konflik di KEL. Hasil kajian menegaskan bahwa penguatan koeksistensi berbasis lanskap, yang dikombinasikan dengan inovasi teknologi dan pengelolaan ruang sensitif risiko, menjadi kunci untuk menyeimbangkan kebutuhan manusia dan konservasi satwa liar di Kawasan Ekosistem Leuser.
Kata kunci: konflik manusia-satwa, ketahanan pangan, Kawasan Ekosistem Leuser, koeksistensi, teknologi

