Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist

Fauziah Nurdin

Abstract


Religious moderation is a moderate understanding and practice of worship in religion, balanced, not extreme, and excessive. This article aims to know that the Koran and Hadith as the holy book of Muslims have roots and have great potential to invite their people to commit violence and terror, especially against people of other religions.  In this research, the author uses the maudhu'i tafsir method, which is to raise one topic and then select several verses and Hadiths relating to religious moderation and then relate them to the contexts related to the problem being studied. The results of the study show that the Koran and Hadith do not invite Muslims to commit violence, extremes, and excessive religion. The Koran and Hadith offer that understanding and practicing religion must go through the path of balance and be in a middle way so that religion seems friendly, gentle and compassionate. Even balance is a necessity, including the laws of nature as the harmony of life. Otherwise, this world will be destroyed and perish.

ABSTRAK

Moderasi beragama adalah moderatnya pemahaman dan amalan beribadah dalam beragama, seimbang tidak ekstrem dan berlebih-lebihan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah Al-Quran dan Hadis sebagai kitab suci umat Islam mempunyai akar dan berpotensi besar mengajak umatnya untuk melakukan kekerasan dan teror terutama terhadap umat beragama lain. Dalam penelitiannya ini, penulis menggunakan metode tafsir maudhu’i yaitu mengangkat satu topik kemudian memilih beberapa ayat dan Hadis yang berkenaan dengan moderasi beragama kemudian menghubungkan dengan konteks-konteks yang terkait dengan masalah yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Quran dan Hadis tidak mengajak umat Islam untuk melakukan kekerasan, ekstrem dan berlebih-lebihan dalam beragama. Al-Quran dan Hadis menawarkan bahwa memahami dan mengamalkan agama harus melalaui jalur keseimbangan dan berada di jalan tengah sehingga agama terkesan ramah, lembut dan kasih sayang. Bahkan keseimbangan merupakan suatu keniscayaan termasuk pada hukum alam sebagai harmoninya kehidupan. Jika tidak demikian dunia ini akan hancur dan binasa.


Keywords


Moderasi beragama, al-Quran, Hadis

Full Text:

PDF

References


Akhmadi, Agus. 2019. Religious Moderation In Indonesia’s Diversity. Jurnal Diklat Keagamaan 13(2)

Alatas, Alwi. 2015. AL FATIH " Sang Penakluk Konstantinopel". Jakarta: Zikrul Hakim

Al-Qur’an Al-Karim

Anwar, Rosihan. 2009. Pengantar Ulumul Qur’an. Bandung: Pustaka Setia

Ardiansyah. 2016. Islam Wasatîyah Dalam Perspektif Hadis: Dari Konsep Menuju Aplikasi. Jurnal Mutawâtir 6(2).

Mustafa, Agus. 2012. Mengarungi ‘Arsy Allah. Surabaya: PADMA Press

Qardhawi, Yusuf. 2017. Islam Jalam Tengah: Menjauhi Sikap Berlebihan dalam Agama. Bandung: Mizan

Saifuddin, Lukman Hakim. 2019. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Shihab, M. Quraish. 2007. Secercah Cahaya Ilahi: Hidup Bersama Al-Qur’an. Bandung: Mizan

Truna, Dody S. 2010. Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikulturalisme. Jakarta: Kementerian Agama

Zamzami, Faisal. 2018. Ahli Fisika Stephen Hawking Meninggal Dunia, Sosok Ilmuwan Hebat yang Tiada Duanya, https://aceh.tribunnews.com/2018/03/14/ahli-fisika-stephen-hawking-meninggal-dunia-sosok-ilmuwan-hebat-yang-tiada-duanya?page=2.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/jim.v18i1.10525

Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY:

  

EDITORIAL OFFICE:

Syeikh Abdur Rauf Street, Faculty of Islamic Theology and Philosophy Building, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Banda Aceh, Postal Code 23111 Indonesia

Email: Jurnalmuashirah@ar-raniry.ac.id 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats