DINAMIKA EMOSIONAL ANAK DARI POLA ASUH KELUARGA YANG BERCERAI
DOI:
https://doi.org/10.22373/je.v11i2.31521Abstract
Abstract: Parental divorce is an unexpected event for every family and has a wide impact, not only on the husband and wife, but also on the child, especially on psychological aspects and social emotional development. Children who experience parental divorce often face changes in family structure, parenting patterns, and a reduced sense of warmth and security, which can potentially lead to emotional disorders such as aggressiveness, anxiety, withdrawal, and difficulty socializing. This study aims to analyze the emotional dynamics of children who are victims of parental divorce in terms of the parenting patterns they receive. The method used is a qualitative descriptive study with a case study approach. The subject of the study was a 9-year-old boy who lives in a residential area of West Surabaya and experienced emotional disorders after his parents' divorce. Data collection techniques included structured interviews, direct observation, and documentation. The results showed that inconsistent parenting patterns, namely a combination of authoritarian parenting from the father and permissive parenting from the mother, contributed significantly to the child's emotional instability, which was characterized by irritability, aggression, dominance, and playing the victim. Lack of emotional support, minimal parental involvement, and unmet educational needs also worsened the child's psychological condition. These findings underscore the importance of supportive, consistent, and loving parenting after divorce. The implications of this research are expected to serve as a reference for parents, educators, and counselors in designing appropriate parenting strategies to support the psychosocial well-being of children affected by divorce.
Abstrak: Perceraian orang tua merupakan peristiwa yang tidak diharapkan oleh setiap keluarga dan memiliki dampak yang luas, tidak hanya bagi pasangan suami istri, tetapi juga bagi anak, terutama pada aspek psikologis dan perkembangan sosial emosional. Anak yang mengalami perceraian orang tua sering kali menghadapi perubahan struktur keluarga, pola asuh, serta berkurangnya kehangatan dan rasa aman, yang berpotensi menimbulkan gangguan emosional seperti agresivitas, kecemasan, penarikan diri, dan kesulitan bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika emosional anak korban perceraian orang tua ditinjau dari pola asuh yang diterimanya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak laki-laki berusia 9 tahun yang tinggal di wilayah perkampungan Surabaya Barat dan mengalami gangguan emosional pasca perceraian orang tuanya. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang tidak konsisten, yaitu kombinasi pola asuh otoriter dari ayah dan permisif dari ibu, berkontribusi signifikan terhadap ketidakstabilan emosi anak, yang ditandai dengan perilaku mudah marah, agresif, dominan, dan playing victim. Kurangnya dukungan emosional, minimnya keterlibatan orang tua, serta tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan turut memperburuk kondisi psikologis anak. Temuan ini menegaskan pentingnya peran pola asuh yang suportif, konsisten, dan penuh kasih sayang pasca perceraian. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua, pendidik, dan konselor dalam merancang strategi pengasuhan yang tepat guna mendukung kesejahteraan psikososial anak korban perceraian.
References
Alya, D. N. & M. A. (2023). JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan). JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga Dan Pendidikan), 10(April), 88–99.
Alysia, N., & Laksmiwati, H. (2024). Gambaran Penerimaan Diri Remaja yang Mengalami Perceraian Orang Tua. Character Jurnal Penelitian Psikologi.
Awwabiin, S. (2025). Penelitian Studi Kasus Kualitatif. Dunia Dosen.
Cahyani, Y. I., Faradiba, A. T., & Reksoprodjo, M. R. (2022). Hubungan Antara Gaya Pola Asuh Dengan Kecerdasan Emosional Pada Remaja Dengan Orang Tua Tunggal (Ibu). Jiva: Journal of Behaviour and Mental Health. https://doi.org/10.30984/jiva.v3i1.2029
Eldasari, W., & Diana, R. R. (2024a). Keluarga Harmonis Dan Implikasinya. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Eldasari, W., & Diana, R. R. (2024b). Peran Faktor Protektif dari Orang Tua Bercerai terhadap Perkembangan Emosional Anak. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i1.4947
Handayani, F., & Supriyadi. (2024). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora. https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i3.945
Ibu, P., & Keterlibatan, P. (2024). Persepsi Ibu yang telah Bercerai terhadap Peran Keterlibatan Ayah dalam Regulasi Emosi Anak dengan Coparental Interaction sebagai Moderator. Analitika Jurnal Magister Psikologi UMA, 16(2), 106–117.
Indriani, D., Haslan, M. M., & Zubair, M. (2018). Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak. Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman. https://doi.org/10.29303/juridiksiam.v5i1.74
Ismiati, I. (2018). Perceraian Orangtua dan Problem Psikologis Anak. At-Taujih : Bimbingan Dan Konseling Islam. https://doi.org/10.22373/taujih.v1i1.7188
Kurnianingsih, D. A., Pulungan, Y. K., Pribadi, B., & Nasution, F. (2022). Pengaruh Pola Asuh Orangtua terhadap Kepribadian Anak Sekolah Dasar Usia 7-12 Tahun. Jurnal Pendidikan Dan Konseling.
Lestari, Y. I. (2022). Pola Asuh Otoritatif dan Psychological Well-Being Pada Remaja. Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi. https://doi.org/10.24014/pib.v3i2.16914
Maya Fadhilah, N. A. (2014). Dinamika Emosi Pada Remaja Dari Keluarga Yang Bercerai. Jurnal Psikosains, 9, 101–112.
Natalia, A. C., Marianti, L., & Kurniati, E. (2025). Beban psikologi anak anak yang mengalami perceraian orang tua berbasis literatur. Realita : Jurnal Bimbingan Dan Konseling. https://doi.org/10.33394/realita.v10i1.13937
Poltak, H., & Widjaja, R. R. (2024). Pendekatan Metode Studi Kasus dalam Riset Kualitatif. Local Engineering. https://doi.org/10.59810/lejlace.v2i1.89
Romadhona, A., Sibawaihi, S., Purnama, S., Junianti, F., Khoirotin, K., Kuswanto, C. W., & Futhira, N. (2025). Pola Asuh yang Mendukung Kesehatan Mental Anak Usia Dini dalam Menghadapi Stres. Aulad: Journal on Early Childhood.
Salsabila, I. et al. (2025). Desain Penelitian Studi Kasus (Pengalaman Empirik). Jurnal Arjuna.
Sari, P. P., Sumardi, S., & Mulyadi, S. (2020). Pola asuh orang tua terhadap perkembangan emosional anak usia dini. Jurnal paud agapedia. https://doi.org/10.17509/jpa.v4i1.27206
Septiana, N. N., Khoiriyah Zulfatul, & Shaleh. (2024). Metode penelitian studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Didaktik :Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri.
Siahaan, L., Zulkarnain, & Barus, P. V. (2024). Teologi Trauma: Trauma Pada Anak Dampak Dari Perceraian Orangtua. Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen. https://doi.org/10.46974/ms.v5i1.118
Siregar, A. Y., & Murhayati, S. (2024). Metodologi Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif : Kajian Konsep ,. Jurnal Pendidikan Tambusai.
Sulthoni, A., Wicaksono, H., & Saputra, T. A. (2022). Dampak Perceraian Orangtua Bagi Psikologis Anak (Studi Kasus Di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo). Bikangwangi: Bimbingan Dan Konseling Banyuwangi.
Tobing, S., & Nurjannah, N. (2024). Pola Asuh Anak Menurut Baumrind dengan Pola Asuh Perspektif Islam. Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam. https://doi.org/10.24952/bki.v6i1.11053
Tusyana, E., & Trengginas, R. (2019). Analisis Perkembangan Sosial-Emosional Tercapai Abstrak. Jurnal Iventa.
Widya Nurkayatin, Miftakhul Jannah, & Yes Matheus Lasarus Malaikosa. (2024). Dampak Pola Asuh Keluarga Cerai Pada Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Mahasiswa Kreatif. https://doi.org/10.59581/jmk-widyakarya.v2i4.3602


