IMPLEMENTASI KONSELING KELUARGA MODEL MULTIGENERATIONAL UNTUK MENANGANI CALON PENGANTIN USIA DINI DI PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) KABUPATEN NGANJUK

Authors

  • Ardhya Regiya Cahyani Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Ummy Chairiyah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22373/je.v11i2.32265

Abstract

Abstract: Early marriage remains a significant concern in Indonesia, including in Nganjuk Regency despite a declining trend in its prevalence. This practice has far-reaching implications for adolescents’ health, education, psychological well-being, and overall quality of life. It is frequently  driven by transgenerational factors within families, such a unresolved trauma, dysfunctional communication patterns, and inherited cultural values. This study examines the applications of the Multigenerational Family Therapy (MFT) approach in family counseling for prospective early-age married couples at PUSPAGA Nganjuk. Employing a qualitative case study design, the research involved one to two families who received counseling at PUSPAGA. Data were collected through in-depth interviews and direct observations, and analyzed thematically. The findings reveal that MFT effectively identifies and disentangles intergenerational relational patterns underlying early marriage decisions. Furthermore, the approach facilitates family reflections on internal dynamics, improves communication, and strengthens psychological and social preparedness for marriage. These results suggest that MFT is an effective therapeutic approach to help families prevent the perpetuation of dysfunctional cycles through early marriage.

Abstrak: Pernikahan dini masih menjadi isu signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Nganjuk, meskipun tren prevalensinya menunjukkan penurunan. Praktik ini memiliki dampak luas terhadap kesehatan, pendidikan, kesejahteraan psikologis, dan kualitas hidup remaja. Faktor transgenerasional dalam keluarga, seperti trauma yang tidak terselesaikan, pola komunikasi disfungsional, serta nilai budaya yang diwariskan, sering kali menjadi latar belakang utama terjadinya pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan Multigenerational Family Therapy (MFT) dalam konseling keluarga bagi calon pengantin usia dini di PUSPAGA Kabupaten Nganjuk. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu hingga dua keluarga yang mengikuti proses konseling di PUSPAGA. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsun, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan MFT efektif dalam mengidentifikasi dan mengurangi pola relasi lintas generasi yang menjadi akar pengambilan keputusan pernikahan dini. Selain itu, pendekatan ini membantu keluarga merefleksikan dinamika internal, memperbaiki komunikasi, serta meningkatkan kesiapan psikologis, dan sosial dalam menghadapi pernikahan. Temuan ini mengindikasikan bahwa MFT merupakan pendekatan terapeutik yang efektif dalam mendampingi keluarga untuk mencegah berulangnya siklus disfungsional melalui praktik pernikahan usia dini

References

Davies, P. T., & Cummings, E. M. (1994). Marital conflict and child adjustment: An emotional security hypothesis. Psychological Bulletin. Retrieved from https://doi.org/10.1037/0033-2909.116.3.387

Fadilah, D. (2021). Tinjauan Dampak Pernikahan Dini dari Berbagai Aspek. Pamator Journal, 14(2), 88–94. https://doi.org/10.21107/pamator.v14i2.10590

Gusnita, C., & Luhur, U. B. (2023). Fenomena Pernikahan Anak Usia Dini sebagai Penyimpangan Budaya Indonesia. 7(2).

Haley, M. (1971). The Use of Family Theory in Clinical Practice. Changing Families. New York: Grune & Startton.

Hidayat, D. (2024). Pelatihan Pra-Nikah Untuk Menangani Pernikahan Usia Dini Di Desa Cijagang Cianjur. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran, 6(4). Retrieved from https://journalpedia.com/1/index.php/jipp/article/view/3283

Ikhsan, A., Wangid, M. N., Basuki, A., & Eliasa, E. I. (2024). Penggunaan Genogram Dalam Layanan Konseling Komunitas Untuk Meningkatkan Keputusan Perencanaan Karier Komunitas Mahasiswa Clc (Counselor Learning Community).

Kelchner, V. P., Campbell, L. O., Howard, C. C., Bensinger, J., & Lambie, G. W. (2020). The Influence of School-Based Family Counseling on Elementary Students and Their Families. The Family Journal, 28(3), 273–282. https://doi.org/10.1177/1066480720933537

Luthfiyah, M. F. &. (2018). Metodologi penelitian: Penelitian kualitatif, tindakan kelas & studi kasus. CV Jejak (Jejak Publisher).

Menteri PPPA: Angka Perkawinan Anak Turun Menjadi 6,92 Persen, Lampaui Target RPJMN. (2024). Retrieved April 29, 2025, from https://www.kemenpppa.go.id/page/view/NTE3MA==

M.Sc, D. N. L. (2014). Memahami Dasar-dasar Konseling dalam Teori dan Praktik. Kencana.

Mukhoyyaroh, T. (2014). Psikologi Keluarga. Surabaya: UINSA Press.

Nganjuk, B. P. S. K. (2025). Persentase Perempuan 10+ Th Usia Kawin Pertama Dibawah 17 Th—Tabel Statistik. Retrieved April 29, 2025, from https://nganjukkab.bps.go.id/id/statistics-table/2/ODE3IzI=/persentase-perempuan-10--th-usia-kawin-pertama-dibawah-17-th.html

Rai Eryani Putri. (2024). Implementasi Konseling Keluarga Dalam Membentuk Regulasi Emosi Pasangan Menikah Muda Di Desa Gunung Larang Kabupaten Majalengka (Diploma, S1- Bimbingan Konseling Islam). S1- Bimbingan Konseling Islam. Retrieved from https://info.syekhnurjati.ac.id/

Retnoningtias, D. W., Palupi, T. N., Hardika, I. R., Anisah, L., Jauhari, D. R., Nugroho, R. S., … Khodijah, S. (2024). Psikologi Keluarga. Tohar Media.

Riesta, R. (2018). Multigenerational Family Therapy Untuk Mempererat Ukhuwah Dalam Keluarga Di Jalan Tenggilis Lama Iii, Kel. Tenggilis Mejoyo Surabaya (UIN Sunan Ampel Surabaya). UIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya. Retrieved from http://digilib.uinsa.ac.id/23005/1/Risa%20Resita_B03214011.pdf

Rosyidah, E. N., & Listya, A. (2019). Infografis Dampak Fisik dan Psikologis Pernikahan Dini bagi Remaja Perempuan. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya, 1(03), 191–204. https://doi.org/10.30998/vh.v1i03.34

Sona, D., Linsia, R. W., & Irawan, A. W. (2024). Konseling Keluarga Sebagai Media Penguatan Resiliensi Psikologis pada Remaja yang Menjalani Pernikahan Dini. Coution : Journal of Counseling and Education, 5(2).

Sutanto, M. (2023). Family Constellation. Elex Media Komputindo.

Tarsikah, T., Diba, D. A. A., & Didiharto, H. (2020). Komplikasi Maternal Dan Luaran Bayi Baru Lahir Pada Kehamilan Remaja Di Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan, Kepanjen, Malang. Jurnal Kesehatan, 13(1), 54–68. https://doi.org/10.23917/jk.v13i1.11102

Tim Pendamping Keluarga: Berapa Usia Menikah Perempuan yang Ideal. (2022, September 7). Retrieved August 15, 2025, from BKKBN website: https://kampungkb.bkkbn.go.id/kampung/12121/intervensi/779740/tim-pendamping-keluarga-berapa-usia-menikah-perempuan-yang-ideal

Yusuf, H. (2011). Kontroversi Perkawinan Anak di Bawah Umur. Bandung: Mandar Maju.

Downloads

Published

2025-12-30