KONSTRUKSI DAN MODEL PRAKSIS PENDIDIKAN INKLUSIF (Suatu Analisis dengan Pendekatan Sosio-Eksploratif)

Masbur Masbur

Abstract


Pendidikan merupakan suatu proses interaksi dua arah yang bertujuan untuk memberikan pengaruh terhadap kognitif, afektif dan psikomotorik, pengaruh tersebut dapat terstimulus secara signifikan tanpa terbatas dalam memori setiap individu. Pendidikan juga tidak hanya terbatas pada individu yang sempurna lahir dan bathin saja, tetapi pendidikan itu juga dapat dirasakan oleh komponen lain yang masih kurang dari segi psikologi, mental, atau dar segi fisiologisnya. pendidikan inklusif merupakan sebuah konsep pembelajaran yang menempatkan siswa berkebutuhan khusus dan siswa biasa dalam satu ruang sosial dengan kedudukan yang sejajar. Pendidikan yang menghargai perbedaan ini didasari oleh konsep kebermaknaan perbedaan yang unik pada tiap orang dan masyarakat. Ia merupakan pendidikan yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bersosialisasi dengan sesama yang beragam baik dari segi fisik, agama, suku, dan lain-lain. Pendidikan multikultural mengandaikan sekolah dan kelas dikelola sebagai simulasi arena kehidupan nyata yang plural, terus berkembang dan berubah. Hal ini didasari oleh adanya kepekaan dan solidaritas di antara peserta didik. Potensi transedental, intelektual, moral dan estetis dikembangkan dengan cara mengintegrasikan nuansa moralitas dan spiritual di dalam kurikulum. Pelajaran agama pun tidak sekadar merupakan penyalehan individu namun lebih dari itu, pelajaran agama yang diberikan berfungsi untuk penyalehan sosial. Sikap dan sifat yang umumnya berkembang di masyarakat plural seperti di Indonesia antara lain memiliki solidaritas buta, etnosentrisme, partikularis, eksklusif serta masalah mayoritas-minoritas yang berujung pada ketidakadilan di dalam masyarakat. Sebagai negara yang memiliki beragam etnis, religi dan budaya, Indonesia perlu menerapkan pola pendidikan yang mampu menghadapi keberagaman.

Keywords


Konstruksi; Pendidikan Inklusif; Sosio-Eksploratif

Full Text:

PDF

References


A. Supratikno. Hantu Masyarakat Bernama Pendidikan, dalam Basis, No.01-02, Tahun ke-47 1998

A. Waidl. Pendidikan yang Memahami Manusia dalam A. Atmadi dan Y. Setiyaningsih (Editor), Transformasi Pendidikan: Memasuki Milenium Ketiga. Yogyakarta: Kanisius, 2000.

Ahmad Sonhaji, Teknik Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif, dalam Imron Arifin (ed.), Penelitian Kualitatif dalam Ilmu-ilmu Sosial dan Keagamaan, Malang: Kalimasahada, 1996.

Alo Liliweri, Prasangka dan Konflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur, Yogyakarta: LkiS, 2005.

Andreas A. Susanto dalam Josep J. Darmawan (ed)., Multikulturalisme: Alternatif yang Problematik, Yogyakarta: Universitas Atma Jaya, 2005).

Broto Semedi Wiryotenoyo, Hidup Bersama Orang Lain, Gema No.27, Edisi Desember, 1984.

Darmaningtyas, Pendidikan Pada dan Setelah Krisis (Evaluasi Pendidikan di Masa Krisis), Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Emy Susanti Hendrarso dalam Bagong Suyanto dan Sutinah (editor), Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan, Jakarta: Kencana, cet. III, 2007.

H.A.R. Tilaar. Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002.

J. Sudarminta, Tantangan dan Permasalahan Pendidikan di Indonesia Memasuki Milenium Ketiga dalam A. Atmadi dan Y. Setiyaningsih (Editor), Transformasi Pendidikan: Memasuki Milenium Ketiga, Yogyakarta: Kanisius, 2000.

Komaruddin, Kamus Riset, Bandung: Angkasa, CET. x, 1987.

Lay Kekeh Marthan, Manajemen Pendidikan Inkusif, Jakarta: Depdiknas, 2007

Leo Sutrisno, Pluralisme, Pendidikan Pembelajaran dalam Tradisi Konstruktivisme dalam Th. Sumartana, dkk. Pluralisme, Konflik dan Pendidikan Agama di Indonesia, Yogyakarta: Interfidei, 2001.

Lihat Nasution, Sosiologi Pendidikan, Bandung: Jemmars, 1983.

Montemayor dalam YB. Adimassana, Revitalisasi Pendidikan Nilai di Dalam Sektor Pendidikan Formal dalam A. Atmadi dan Y. Setiyaningsih (Editor), Transformasi Pendidikan: Memasuki Milenium Ketiga, Yogyakarta: Kanisius, 2000.

Muslikhah, Quo Vadis Pendidikan Multikultur: Rekonstruksi Sistem Pendidikan Berbasis Kebangsaan, Salatiga: STAIN Salatiga Press bekerjasama dengan JP Books, 2007.

Noeng Muhajir, Metode Penelitian Kualitatif , Yogayakarta: Rake Sarasin, 1996.

Onong Uchjana Effendy, Kamus Komunikasi, Bandung: Mandar Maju, 1989.

Paulo Freire, Pendidikan Kaum Tertindas, cet. VI, edisi Revisi, Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, 2008.

Robert K. Yin, Studi Kasus: Desain dan Metode, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, cet. VIII, 2008.

Ronald Sidharta, Augmented Reality Tangible Interfaces for CAD Design Review, USA: Iowa State University, 2005

Sojono dan Abdurrahman, Metode Penelitian: Suatu Pemikiran dan penerapan, PT. Rineka Cipta, 1999.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002.

Sutrisno Hadi, Metode Research I, Yogyakarta: Andi Offset, 1987.

Tabrani. ZA, Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif, Banda Aceh: Darussalam Publishing, 2014.

Tarmansyah, Inklusi Pendidikan Untuk Semua, Jakarta: Depdiknas, 2007

YB. Mangunwijaya, Kompas, 28 September 1988 dalam Y. Dedy Pradipto, Belajar Sejati VS Kurikulum Nasional: Kontestasi Kekuasaan dalam Pendidikan Dasar, Yogyakarta: Kanisius, 2007.

Yosef Dedy Pradipto, Belajar Sejati versus Kurikulum Nasional, Yogyakarta: Kanisius, 2007

Zubaedi, Pendidikan Berbasis Masyarakat: Upaya Menawarkan Solusi Terhadap Berbagai Problem Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, cet. III, 2006.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/je.v1i2.602

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Edukasi
© Jurnal Edukasi. Published by Prodi Bimbingan Konseling  FTK UIN Ar-Raniry;
All rights reserved 2016. ISSN 2460-4917 (Print); 2460-5794 (Online)

 

Indexed By:

         

 

Other Indexing >>>>>

Free counters!