PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH: REFORMASI PENDIDIKAN DAN TRILOGI PEMBARUAN

Authors

  • Yahya Aminuddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.22373/arqt8x72

Abstract

Penelitian ini mengkaji gagasan Muhammad Abduh mengenai reformasi pendidikan Islam sebagai strategi utama untuk mengatasi kemunduran umat Islam di era modern. Permasalahan  utama dalam penelitian ini berfokus pada masalah stagnasi intelektual yang disebabkan oleh peniruan buta (taqlid) serta dualisme dalam pendidikan yang memisahkan studi keagamaan dari pengetahuan ilmiah kontemporer. Kondisi-kondisi tersebut dianggap sebagai hambatan terbesar bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan era kini dan bersaing di tingkat global. Tujuan dari penelitian ini meliputi kajian komprehensif terhadap konsep integrasi ilmu pengetahuan yang dikemukakan oleh Muhammad Abduh, serta analisis penerapan trilogi pembaruan yang mencakup tajdid iman, tajdid syariat, dan tajdid pendidikan dalam upaya mentransformasi lembaga-lembaga pendidikan Islam. Pendekatan metodologis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan tinjauan pustaka serta menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammad Abduh mengusulkan model pendidikan holistik yang mengintegrasikan unsur-unsur rasionalitas, ijtihad, dan keterkaitan ilmiah. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa reformasi kurikulum yang mencakup logika, filsafat, dan sejarah peradaban dan dipadukan dengan metode pembelajaran partisipatif, berfungsi sebagai landasan penting bagi pengembangan sistem pendidikan yang maju. Oleh karena itu, gagasan Muhammad Abduh tetap memiliki relevansi dan urgensi yang tinggi sebagai landasan bagi pengembangan sistem pendidikan Islam yang inklusif dan kompetitif saat ini.

Downloads

Published

2026-06-07

Issue

Section

Artikel