KOMUNIKASI POLITIK MUHAMMAD AL-FATIH DALAM MENAKLUKAN KONSTANTINOPEL
DOI:
https://doi.org/10.22373/jp.v6i1.16441Keywords:
Komunikasi Politik, Konstantinopel, Muhammad Al-FatihAbstract
Komunikasi politik Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi sorotan publik, saat ia mampu membuat sebuah sejarah Islam yang dikenal dunia dengan keberhasilannya menakhlukkan kota Konstantinopel. Dari sosoknya yang cerdas, keras, berkomitmen dan berani justru menjadi modal untuk membuktikan bisyarah Rasulullah SAW tersebut. Namun, tentu tidak cukup dengan itu saja, Sultan harus mampu meraih hati dan menggerakkan kaum Muslim untuk bersama-sama memerangi dan menakhlukkan kota Konstantinopel. Penelitian ini adalah penelitian sejarah yang menggunakan metode kualitatif dengan teknik pendekatan library research dan historis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dimasa kepemimpinannya Sultan Muhammad Al-Fatih menerapkan kebijakan-kebijakan berlandaskan pada syari’at Islam, diantaranya melakukan pembaharuan terhadap sistem kepemerintahan, menegakkan kepemimpinan Islam, menjunjung tinggi keadilan dan nilai moral, serta memberi kebebasan bagi kaum Kristen dan Yahudi dalam beribadah dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Sultan menggunakan bahasa dengan baik dan tepat dalam menyampaikan aturan-aturan yang berlaku selama masa kepemimpinannya. baik dalam bentuk informasi, edukasi maupun instruksi, sehingga dapat membentuk mental dan semangat membuktikan bisyarah Rasulullah SAW, berjihad fi sabilillah dan mendapatkan gelar ghazi.
References
Al-Munyawi, S. R. 2012. Muhammad Al-Fatih, Penakhluk Konstantinopel. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar.
Arifin, Anwar. 2003. Komunikasi politik; Paradigma teori Aplikasi strategi dan komunikasi politik Indonesia; Jakarta Balai Pustaka.
Crowley, Roger. 2011. 1453 Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim. Jakarta Timur: Pustaka Alvabet.
Felix, Y, Siauw. 2013. Muhammad Al-Fatih 1453. Jakarta Utara: Alfatih Press.
Nasution, S. 2007. Metode Research: penelitian ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.
Rasyidah, Dkk. (2009). Ilmu Dakwah Perspektif Gender. Banda Aceh, Bandar Publishing
Syarbaini, S., dkk. 2021. Teori, Media dan Strategi Komunikasi Politik, Jakarta: Universitas Esa Unggul.
Jurnal & Skripsi
Azmi, M. 2018. Spiritual Practices of Sultan Muhammad Al-Fatih as an Islamic-Based Development (Ibd) Actor. International Journal Of Academic Research In Business And Social Sciences, 8(5).
Fitrah, A. 2013. Demokrasi dan Komunikasi Politik Rasulullah. Vol. 4, No. 7, 2013.
Isniyunisyafna, & Isfiantie, Dea Sarah. 2019. Strategi Komunikasi Internal dalam Menumbuhkan Loyalitas Karyawan PT Prudential Life Assurance (Studi Deskriptif Pada Pru Eternity Kota Cilegon). Vol. 7, No. 1, 2019.
Khairun, A. A., Equatora, M. A. ., Zulyadi, T. ., & Saputra, H. . (2023). Penyuluhan Body Shaming di SMA Negeri 1 Darul Imarah Aceh Besar. Indonesian Journal of Community Services, 2(1), 5-8. https://doi.org/10.47540/ijcs.v2i1.802
Muarrief, R. 2022. Komunikasi Politik Sultanah Safiatuddin Aceh. Vol. 5, No. 2, 2022
Rahmat, M. (2022). KOMUNIKASI POLITIK SULTANAH SAFIATUDDIN ACEH. Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam, 5(2), 1-13.
Risnayanti, dkk. 2022. Strategi Sultan Muhammad II Al-Fatih dalam Penakhlukan Konstantinopel Tahun 1451-1481 M, Vol. 1, No. 1, November 2022.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish work with this journal agree to the terms that: All material published by Jurnal Peurawi is protected under International copyright and intellectual property laws. The Jurnal Peurawi is licensed under a CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA; Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal (See The Effect of Open Access); and any views expressed in this work are the views of the authors and not of Editorial Board of Jurnal Peurawi. Jurnal Peurawi cannot be held responsible for views, opinions and written statements of authors or researchers published in this journal.