Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Pendekatan Behaviorisme Berbasis Neurosains di SD Muhammadiyah Purbayan

Zunaidi M. Rasid Harahap, Suyadi Suyadi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan pendidikan karakter melalui pendekatan behavior berbasis neurosains. Metode penilitian ini adalah kualitatif jenis penomenologi. Setting penelitian ini adalah SD Muhammadiyah Purbayan Yogyakarta. Subyek penelitian ini adalah guru ismuba sebnyak 3 (dua) informan dan siswa kelas 3 amanah sebanyak 22 (duapuluh tiga) terdiri dari 10 laki perempuan 12 berusia antra 9 dan 10 tahun. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dekumentasi. Wawancara dilakukan dengan guru ismuba , observasi partisifan dikelas dan diluar terkait pembelajaran ismuba dalam pembentukan karakter. Dokumentasi dilakukan pada kegiatan-kegiatan perilaku agama siswa disekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter agama siswa sudah cukup baik, akan tetapi siswa dalam menjalankan agamanya tidak terlepas dari pengawasan dan sitimus karna tanpa itu siswa belum mampu menjalankan agamanya dengan baik. Oleh karena itu behaviorisme berbasis neurosain perlu dimasukkan dalam pembelajaran supaya pembiasaan yang dilakukan di sekolah sesuai dengan perkembangan otaknya. yang peneliti dapatkan bahwa siswa dalam menjalankan perilaku agamanya itu tidak terlepas dari pengawasan dan stimulus dari guru, sehingga tanpa itu siswa belum mampu mejalankan perilaku agamnya dengan baik dan benar seperti yang di cita-citakan sekolah. Oleh kerena itu teori behaviorisme dalam konsep neurosain sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter agama siswa.

[This study aims to describe and analyze the development of character education through neuroscience-based behavioral approaches. This research method is a qualitative type of phenomenology. The setting of this study is SD Muhammadiyah Purbayan Yogyakarta. The subjects of this study were three teachers from Ismuba, 3 (two) informants and grade 3 students of the mandate of 22 (twenty-three) consisting of 10 12 male women aged between 9 and 10 years. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Interviews were conducted with ismuba teachers, participant observation in class and outside related to ismuba learning in character building. Documentation is carried out on activities of students' religious behavior at school . Research resultshows that the religious character of students is good enough, but students in practicing their religion can not be separated from supervision and sitimus because without it students are not able to practice their religion well. Therefore neurosain-based behaviorism needs to be included in learning so that the habituation done in school is in accordance with the development of the brain. researchers find that students in carrying out their religious behavior is inseparable from the supervision and stimulus from the teacher, so without that students are not able to carry out religious behavior properly and correctly as expected by the school. There fore, the theory of behaviorism in the concept of neuroscience is very much needed in the formation of students' religious character.]


Keywords


Behaviorisme, Neurosains, Karakter [behaviorism, neuroscience, Character ]

Full Text:

PDF

References


Ahmad Syukri Sitorus. (2016). Aplikasi Behaviorisme Dalam Pembelajaran Anak Untuk Menciptakan Generasi Berkarakter. Jurnal Nizhamiyah, vol. VI, no. 2

Aminul Wathon. (2016). Neurosains dalam Pendidikan. Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Tegnologi, vol. 14, no. 1

Cita Trisna Dewi Dkk. (2018). Neurosains Dalam Pembelajaran Agama Islam. Ta’allum Jurnal Pendidikan Islam, vol. 6, no. 2

Evi Aeni Rufaedah. (2017). Teori Belajar Behavioristik Menurut Perspektif Islam. Jurnal Pendidikan dan studi Islam, vol. 4, no. 1

Katni, Rohmadi. (2018). Pengembangan dan Impelementasi Kurikulum Pendidikan Islam Perspektif Neurosains. Jurnal Ruhama, vol. 1, no. 1

Muhammad Nur Hakim, Fitriyani Dwi Rahayu. (2019). Pembelajaran Saintifik Berbasis Pengembangan Karakter. Jurnal Pendidikan Islam, vol. 2, no. 1

Nur Azizah. (2016). Perilaku Moran dan Reigiusitas Siswa Berlatar Belakan Pendidikan Umum dan Agama. Jurnal Pisikologi, vol. 33, no. 2,1

RK Rusli dan MA Kholik. (2013). Teori Belajar Dalam Sikologi Pendidikan. Jurnal Sosial Humaniora, vol. 4, no. 2

Siti Farida. (2016). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Jurnal Kabilah, vol. 1, no. 1

Santoso. (2018). Penerapan Konsep Edutainment Dalam Pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jurnal Ilmiah Kependidikan, vol. 1, no. 1

Suyadi. (2018). Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Perspetif Neurosains Rabotik Akademik dan Saintifik. Edukasi Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, vol. 13, no. 2

Suyadi. (2018). Diferensiasi Otak Laki-Laki dan Perempuan Guru Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlah Yogyakarta: Sutudi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Perspektif Gender dan Neurosains. Awwa Jurnar Studi Gender, vol. 13, no. 2

Zulhammi. (2015). Teori Behaviorisme dan Humanistik Dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Darul Ilmi, vol.03, no. 01




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/psikoislamedia.v5i1.6199

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
All Publications


PSIKOISLAMEDIA
© Psikoislamedia:  Published by Faculty of Psychology UIN Ar-Raniry
All right reserved 2017

Indexed By:

Flag Counter