KECERDASAN EMOSI DAN PERILAKU PROSOSIAL PADA PERAWAT

Eka Dian Aprilia, Mauritsatina Mauritsatina

Abstract


Saat menjalankan tugasnya, perawat dituntut harus menumbuhkan rasa saling menolong, mampu bekerja sama dan bersikap  ramah yang merupakan wujud dari perilaku prososial. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial adalah kecerdasan emosi. Semakin tinggi kecerdasan emosi maka akan semakin tinggi perilaku prososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit X. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 161 orang dengan menggunakan teknik pengambilan data incidental sampling. Penelitian ini menggunakan Skala Kecerdasan Emosi yang disusun oleh Mawarpury (2004) berdasarkan aspek yang disampaikan oleh Goleman (2000) yang kemudian dimodifikasi, skala ini terdiri atas 27 aitem pernyataan dan Skala Perilaku Prososial yang disusun oleh peneliti berdasarkan pada teori Eisenberg dan Mussen (1989), skala ini terdiri atas 27 aitem pernyataan. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis pearson product-moment menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,789 dengan nilai p = 0,000 (p < 0.05). Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit X. Hasil analisa juga menunjukkan semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin tinggi perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit X.


Keywords


Kecerdasan Emosi, Perilaku Prososial, Perawat

References


Aditama, T. Y. (2002). Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Jakarta: UI Press.

Akbar , S. N (2013). Hubungan antar kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat. Jurnal Ecopsy. 1(1). 38-42

Andelia, B, & Noor, D. H. (2015). Hubungan Religiusitas dengan Perilaku Prososial pada Relawan Korsa (Korps Relawan Salman ITB). Prosiding Psikologi. 2460-6448.

Artha, N. M. I., & Supriyadi. (2013). Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Self Efficacy dalam Pemecahan Masalah Penyesuain Diri Remaja Awal. Jurnal psikologi Udayana. 1(1), 190-202.

Asih, G. Y., & Pratiwi. M. M. S. (2010). Perilaku Prososial Ditinjau dari Empati dan Kematangan Emosi. Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus. 1(1), 33-42.

Asrori, A., Hidayat, T., & Nugroho, A. A. (2010). Hubungan kecerdasan emosional dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada siswa kelas VIII program akselerasi di SMP negeri 9 surakarta. EMPHATY. 10(5), 1-13.

Awallunnisa, F., & Agustin, R. (2015). Kecerdasan Emosional (EQ) dengan Kinerja Perawat dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan. The Sun. 2(1), 47-52.

Azwar, S. (2013). Penyusunan Skala Psikologi (ED.2). Yogyakarta: Pustaka.

Baron, R. A & Byrne, D. (2005). Psikologi Sosial/Edisi kesepuluh/Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

BongkarNews. (2016). Kejamnya Petugas Medis Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa. (Online) bongkarnews.com/2016/11/kejamnya-petugas-medis-rsu-meuraxa-banda-aceh.html

Chamarro, A.,& Oberst, U. (2012). Emotional Intelligence and Social Interest: are they related constructs?. Revista de Psicologia, 30(1), 159-166. ISSN: 1138-3194.

Codier, E., Freitas, B., & Muneno, L. (2013). Developing Emotional Intelligence Ability in Oncology Nurses: A Clinical Rounds Approach. Oncology Nursing Forum. 40(1), 22-29.

Côté, S.,DeCelles, K. A., McCarthy, J. M., Van Kleef, G. A., Hideg, I. (2011). The Jekyll and Hyde of Emotional Intelligence: Emotion-Regulation Knowledge Facilitates Both Prosocial and Interpersonally Deviant Behavior. Psychological Science. 22(8), 1073–1080.

Depkes RI.(2009). Definisi perawat professional.

Darwin, E. (2016). Etika Profesi Kesehatan. Yogyakarta

Eisenberg, N., & Mussen, P. H. (1989). The Roots Of Prosocial Behavior In Children. United Kingdom:Cambridge University Press.

Goleman, D. (2000). Working with emotional intelligence; kecerdasan emosi untuk mencapai puncak prestasi. Jakarta: Pt. Gramedia Pustaka Utama.

Haryati, T. D. (2013). Kematangan Emosi, Religiusitasdan Perilaku Prososial Perawat di Rumah Sakit.Jurnal Psikologi Indonesia. 2(2), 162 – 172.

Hidayati, R., Purwanto. Y., & Yuwono, S. (2010). Korelasi Kecerdasan Emosi Dan Stres Kerja Dengan Kinerja. Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi. 12(1), 81-87.

Husada, A. K. (2013). Hubungan Pola Asuh Demokratis dan Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Prososial pada Remaja. Persona, Jurnal PsikologiIndonesia. 2(3), 266-277.

Ibrahim. (2013). Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Organizational Citizenship Behaviord dan Dampaknya pada Kinerja Perawat Rumah Sakit Umum Anutapura & Rumah Sakit Undata Palu. e-Jurnal Psikologi, 1(1),135-145.

Idrus, M. (2009). Metode penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: Erlangga

Juliwati. & Suharnan. (2014). Religiusitas, Empati dan Perilaku Prososial Jemaat GKT Hosana Bumi Permai. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia. 3(2), 1-11.

Kau, M. A. 2010. Empati dan Perilaku Prososial Pada Anak. Jurnal Inovasi. 7(3), 1-33, ISSN 1693-9034.

Kemenkes. (2013). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta

Khaterina., & Garliah, L. (2012). Perbedaan Kecerdasan Emosi pada Pria dan Wanita yang Mempelajari dan yang Tidak Mempelajari Alat Musik Piano. Predicara.1(1), 12-20.

Khokhar, C.P., & Kush, T. (2009). Emotional Intelligence and Work Performance among Executives. Europe’s Journal of Psychology. 1(1). 1-11.

Klein, N. (2016). Prosocial Behavior Increases Perceptions of Meaning in Life. Journal of Positive Psychology. 1(1). 1-8. DOI: 10.1080/17439760.2016.1209541

Mawarpury, M. (2004). Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Manajemen Konflik pada remaja dengan Teman Sebaya. Skripsi. Yogyakarta : Universitas Islam Indonesia.

Mcqueen, A. C. H. (2004). Emotional Intelligence in Nursing Work. Journal of Advanced Nursing. 47(1), 101–108.

Myers, D. G (2008). Social Psychology. New York : McGraw-Hill Companies.

Mayer, J. & D., Salovey, P. (1993). The Intelligence of Emotional Intelligence. Intelligence. 17, 433-442.

Mubayidh, M. (2006). Kecerdasan dan kesehatan emosional anak: referensi penting bagi para pendidik dan orang tua. Jakarta: pustaka Al- Kausar.

Muhith, A., & Nasir, A. (2011). Dasar-Dasar Keperawatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika.

Muryadi., & Matulessy, A. (2012). Religiusitas, Kecerdasan Emosi dan Perilaku Prososial Guru. Jurnal Psikologi. 7(2), 544-561.

Nair, M. A., & Lee, D. P (2016). Emotional Intelligence in Nursing. Journal of Nursing and Health Science. 5(6). 38-42

Nurcahyani, E., Widodo. D., & Rosdiana. Y. (2016). Hubungan Tingkat Stres Kerja dengan Kinerja Perawat. Jurnal psikologi.4(1), 1-7.

Papalia, D. E., Old s, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development

Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Parasuraman, A. (2000). Servquel, a Multiple Scale for Measuring Consumer Perception of Service Quality. Journal of Retailing. 64, 12-40.

Prastika, N. Y. (2016). Emosi Positif pada Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Psychology & Humanity. 616-623.

Por, J., Barriball. L., Fitzpatrick, J., & Roberts, J. (2011). Emotional Intelligence: Its Relationship to Stress, Coping, Well-being and Professional Performance in Nursing Students. Nurse Education Today. 1(1). 855–860. Doi:10.1016/j.nedt.2010.12.023

Pradnyana, A. G. P. S., & Lestari, M. D. (2016). Peran Perilaku Prososial, Efikasi Diri dan Empati pada Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di bali. Jurnal psikologi Udayana. 3(3), 551-562.

Priyatno, D. (2011). Buku Saku SPSS. Analisis statistik data, lebih cepat, efesien, dan akurat. Yogyakarta: MediaKom

Putri, D. W. L. (2013). Hubungan antara Regulasi Emosi dengan Perilaku Prososial pada Perawat Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Empathy Jurnal Fakultas Psikologi. 2(1), 1-15.

Retnaningsih, (2005). Peranan Kualitas Aitachment, Usia Dan Gender pada Perilaku Prososial. Proceeding Seminar Nasional Pesat. 9-17. ISSN: 18582559

Respati, W. S., & Arifin, W, P., & Ernawati. (2007). Gambaran Kecerdasan Emosional Siswa Berbakat di Kelas Akselerasi SMA di Jakarta. Jurnal Psikologi. 3(1), 30-61.

Rosalina, L. W. (2008). Pengaruh Kecerdasan Emosional Perawat Terhadap Perilaku Melayani Konsumen dan Kinerja RSUD Kabupaten Indramayu. JurnalEkonomi dan Bisnis, 2(3): 195-215

Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa (2016). Rumah sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Bada Aceh. Banda Aceh.

Royal cellege of nursing. (2003). Defining Nursing. London:RCN.

Sabiq, Z., & Djalali (2012). Kecerderdasan Emosi, Kecerdasan Spiritual dan Perilaku Prososial Santri Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Pamekasan. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia. 1(2), 53-65.

Sari, I. (2009). Manajeman Pemasaran Usaha Kesehatan. Togyakarta: Mita Cendakia Press.

Sari, T. D., & Widyastuti. A. (2015). Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Kemampuan Manajemen Konflik pada Istri. Jurnal Psikologi, 11(1), 49-54.

Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2012). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Safwandi, F. (2013). Perbandingan Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Meuraxa dan Rumah Sakit Ibu dan Anak. Skripsi. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala

Silfia, S. (2015). Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kesehatan di Ruang Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh. Skripsi. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala

Sumardi, (2006). Password menuju Sukses. Jakarta : Erlangga.

Sugiyono (2013). Metode penelitian pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung. Alfabeta.

Tawale, E. N., Budi, W., & Nurcholis, G. (2011). Hubungan antara motivasi Kerja Perawat dengan Kecenderungan mengalami Burnout pada Perawat di RSUD Serui-Papua. INSAN. 13(2), 74-84.

Tomar, R. (2016). A Study of Emotional Intelligence Among Nurses. International Journal of Scientific Researchand education. 4(4). 5204-5211

Twenge, J. M., Ciarocco. N.J., Baumeister., R.F., & DeWall, C. N. Bartels. J. M. (2007). Social Exclusion Decreases Prosocial Behavior. Journal ofPersonality and Social Psychology. 92(1), 56–6. DOI: 10.1037/0022-3514.92.1.56

Undang-Undang Republik Indonesia. (2009). Tentang rumah sakit. Nomor 55 pasal 1.

Widyastuti, Y. (2014). Psikologi Sosial. Yogyakarta: Graha Ilmu

Wahyuni, R., Mayangsari, M. D., & Fauzia, R. (2016). Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Perilaku Prososial pada Perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Jurnal Ecopsy, 3(3), 140-143.

Wisudiani, R., & Fardana, N. A. (2014). Hubungan antara Faktor Kepribadian Big Five dengan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Keperawatan. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial. 3(1), 97-104.

Yanti, R. I., & Warsito, B. E. (2013). Hubungan Karakteristik Perawat, Motivasi, dan Supervisi denganKualitas Dokumentasi Proses Asuhan Keperawatan. Jurnal Manajemen Keperawatan. 1(2), 107-114.

Yantiek, E. (2014). Kecerdasan Emosi, Kecerdasan Spiritualdan Perilaku Prososial Remaja. Persona.Jurnal Psikologi Indonesia. 3(1), 22-31.

Yapono, F. & Suharnan. (2013). Konsep-Diri, Kecerdasan Emosi dan Efikasi-Diri. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia. 2(3), 208-216.

Yoleri, S., & Seven. S. (2014). Nalyzing Effect of Age and Sex Differences on Prosocial Behavior of Preschool Children. International Journal Of Social Science. 29(3).261-270. DOI: Number:Http://Dx.Doi.Org/10.9761/Jasss2425

Zakiroh, S. D. & Farid, M. (2013). Perilaku Prososial dan Unit-Unit Kegiatan Mahasiswa. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia. 2(3), 248-256.

Zeidner, M., Matthews, G., & Robert, R. (2004). Emotional Intelligence in the Workplace: A Critical Review. Journal Applied Psychology. 53(3), 371–399. DOI: 10.1111/j.1464-0597.2004.00176.x




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/psikoislamedia.v6i2.9323

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
All Publications


PSIKOISLAMEDIA
© Psikoislamedia:  Published by Faculty of Psychology UIN Ar-Raniry
All right reserved 2017

Indexed By:

Flag Counter