PERAN IMAM MESJID DALAM PENERAPAN SYARI'AT ISLAM DI NAD
DOI:
https://doi.org/10.22373/jiif.v7i2.3063Keywords:
Peran, Imam Mesjid, Syariat IslamAbstract
Umat Islam di Aceh committed dalam menjaga aspirasi mereka untuk mempraktikkan syari’at Islam Kaffah, tidak hanya dalam kehidupan individu, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, meskipun terdapat variasi ide tentang mekanisme operasionalnya, memerlukan tenaga, perhatian, pemikiran dan inovasi baru yang terencana sistematis dan operasional dalam kerangka hukum nasional. Terealisasinya cita-cita ideal ini dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Imam Mesjid dalam penegakkan hukum Islam khususnya, serta sosialisasi materi hukumnya kepada masyarakat secara luas. Usaha dan langkah ini akan mempercepat upaya menampilkan syari’at Islam, kelihatan bentuknya sebagai pedoman dari langit, untuk mengatur setiap makhluk bumi.
References
Abdullah Mabru An-Najjar, Al-Madkhal al-Mu'ashir li Fiqhi al-Qanun, Dar an-Nahdhah al-’Arabiyah, Cet II, 2002.
a’dy Abu Jaib, Al-Qamus al-Fqhy, Luqhatan, wa Isthilahan, Dar al-Fikr, Damaskus, Syiria, 1998.
ahir Ahmad Zawy. Tartib al-Qamus al-Muhit ‘ala thariqati al-Misbah al-Munir wa Asasu al-Balagha, Dar al-’Alam al-Kutub, Juz I, 1996.
ahbah Zuhaily, Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu, Juz III, Dar al-Fikr, Damaskus, Syiria, 2002.
Alyasa’ Abubakar, Syari’at Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam; Paradigma Kebijakan dan Kegiatan, Dinas Syari’at Islam, Banda Aceh, 2004.
Asham Muhammad Syabaru, Qadhi al-Qudhat fi al-Islam, Dar al-Kutub al-’Arabiyah, Beirut, 1408 H.
Muhammad Al-Ghazali, Nizam al-Da’wa wa Adillatuhu fi al-Fiqh al-Islamy wa al-Qanun, Dar al-Da’wah, Iskandariyah, Cet I, 1996.
Mahmud Al-anshar, Penegakan Syari’at Islam, Dilema Keumatan di Indonesia, Inisiasi Press, Depok, 2005.
Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 12 Tahun 2003 tentang minuman Khamar dan sejenisnya, Qanun Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir, Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat (Mesum). Dinas Syari’at Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Edisi Ketiga Tahun 2004.
Rifyal Ka’bah, Kodifikasi Hukum Islam Melalui Perundang-Undangan, makalah dalam Seminar Annual Conferences PPS Se-Indonesia, 2004.
Sidi Gazalba, Mesjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam, Jakarta, Pustaka Al-Husna, 1994.
Subhi Mahmashani, Al-Audha al-Tasyri’iyah fi ad-Daulah al-’Arabiyah, Madhiha wa Hadiriha, Dar al-’Ilmi li al-Malayiin, Beirut, 1981.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, 1999.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2004, CV. Citra Utama, Jakarta, 2004.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Articles published in Jurnal Ilmiah Islam Futura are licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC BY-NC 4.0).
Under this license, users are permitted to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for non-commercial purposes.
Under the following conditions:
- Attribution — Appropriate credit must be given to the original author(s), source, and license, including a link to the license and indication of any modifications made.
- NonCommercial — The material may not be used for commercial purposes without prior written permission from the copyright holder.
- No Additional Restrictions — Users may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from exercising the rights granted by the license.
Authors retain copyright of their work and grant Jurnal Ilmiah Islam Futura the right of first publication. Published articles may be freely accessed, downloaded, distributed, and used in accordance with the terms of the CC BY-NC 4.0 license.