The Exaltation of Jesus in The Qur'an

Yusny Sabi

Abstract


Nabi ‘Isa termasuk manusia yang paling kontroversi. Orang Yahudi menuduhnya sebagai pembohong, dan menghukumnya dengan salib. Orang Kristen mendaulatnya sebagai Tuhan atau anak Tuhan, orang yang percaya padanya akan memperoleh keselamatan dunia akhirat, sebaliknya akan masuk neraka. Orang Islam mengakuinya sebagai manusia utama, yang diberi jabatan nabi/Rasul oleh Allah. Ia salah seorang dari nabi utama (ulul ‘azmi) dari deretan Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, yang berakhir pada Nabi Muhammad. Yahudi mengakui bahwa penyaliban telah mengakhiri hidup ‘Isa. Oranhg Kristen mengakui ‘Isa telah d’Isalib (yang d’Isaksikan banyak orang) dan wafat di tiang penyaliban di bukit Golgota. Namun karena Istimewanya (sebagai anak Tuhan) ia hidup kembali. Setelah selama 40 hari dalam “persembunyian” ia “diangkat ke langit” oleh Tuhan dan ditaruh dipangkuannya sebelah kanan. Orang Islam, dengan memahami ayat-ayat Al-Qur’an, berpegang bahwa ‘Isa memang benar ada keistimewaan dari nabi-nabi lain. Bahkan ada yang mengakuinya belum pernah mati sampai sekarang. Tapi yang tersalib itu siapa, ‘Isa atau bukan? Lebih dari itu pemahaman yang  benar mengenai ‘Isa diharapkan akan menjadi jembatan damai antara penganut tiga agama besar dunia – Yahudi, Kristen dan Islam.


Keywords


Jesus in the Qur’an; ‘Isa; Islam

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22373/jiif.v1i1.5253

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Welcome to Jurnal Ilmiah Islam Futura (JIIF) open journal system. Thank you very much for visiting. We are looking forward to getting your research articles

        

Jurnal Ilmiah Islam Futura

All works are licensed under CC-BY

©Published by Center for Research and Community Service (LP2M) in cooperation with the Postgraduate Program of UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.