Implementasi Nilai-Nilai Adat Dan Syariat Dalam Praktik Konseling Islami Pada Masyarakat Banda Aceh

Authors

  • M. Yusuf MY Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.22373/taujih.v9i1.34674

Abstract

Aceh merupakan daerah yang memiliki kekhasan dalam penerapan syariat Islam yang berjalan berdampingan dengan sistem adat sebagaimana tercermin dalam prinsip "hukom ngon adat lagee zat ngon sifeut" (hukum dan adat seperti zat dan sifat yang tidak dapat dipisahkan). Banyak ditemukan masalah sosial, seperti: konflik keluarga, sengketa warisan, perselisihan antarwarga, dan masalah sosial lainnya, yang pada umumnya diselesaikan melalui mekanisme adat yang melibatkan geuchik (kepala desa), tuha peut, imum gampong, dan tokoh masyarakat.  Selain itu, penyelesaian masalah melalui mekanisme adat selama ini cenderung berorientasi pada penyelesaian konflik secara sosial dan administratif. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kasus-kasus yang berulang pada individu atau keluarga yang sama. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah belum sepenuhnya menyentuh aspek psikologis, spiritual, dan perubahan perilaku yang menjadi fokus utama dalam bimbingan dan konseling Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mengeksplorasi  pengaruh  dan praktik  tradisi  serta  budaya  Islam  dalam  konteks  sosial masyarakat   Aceh. Teknik pengumpulan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik Porposive Sampling, dimana sampel di tentukan melalui beberapa kriteria. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verivikasi data terkait integrasi nilai dan adat praktik konseling Islam di Aceh. Adapun Hasil Penelitian ditemukan implementasi nilai adat dan syariat dalam praktik bimbingan dan konseling Islami di Aceh merupakan model bimbingan berbasis kearifan lokal yang efektif dalam menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat kohesi sosial, serta menciptakan stabilitas sosial masyarakat. Impelementasi nilai-nilai adat di Aceh ke dalam konseling Islam memberikan beberapa keuntungan. Pertama, memperkuat relevansi layanan konseling dengan kehidupan sosial-budaya konseli, kedua, konselor dapat memetakan permasalahan secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan dinamika kekerabatan dan struktur sosial yang sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Aceh. Ketiga, pendekatan ini mendukung harmonisasi aspek psikologis, sosial, dan spiritual yang menjadi tujuan utama konseling Islam.

Kata Kunci: Integrasi Nilai Adat dan Syariah, Bimbingan Konseling Islam.



Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

M. Yusuf MY. (2026). Implementasi Nilai-Nilai Adat Dan Syariat Dalam Praktik Konseling Islami Pada Masyarakat Banda Aceh. At-Taujih : Bimbingan Dan Konseling Islam, 9(1), 170-189. https://doi.org/10.22373/taujih.v9i1.34674