NILAI-NILAI KONSELING ISLAM PADA SENI TARI SEUDATI DI KALANGAN MASYARAKAT ACEH

Iskandar Ibrahim

Abstract


Konseling merupakan bantuan psikologis kepada klien guna mendapatkan keputusan hidup yang dapat mengangkat harkat dan martabat mereka, sejak konseling pertama kali dipopulerkan oleh Frank Parsons pada tahun 1908 terus mengalami perkembangan, namun kajian terhadap nilai-nilai konseling Islam berbasis seni tari lokal belum tuntas. Minimnya minat akademisi menkaji nilai-nilai konseling Islam pada seni tari lokal karena gerakan dan suara yang bersifat menghibur (entertain) pada tarian tidak termasuk ke dalam definisi konseling modern. Kajian ini menghadirkan nilai-nilai konseling Islam pada seni tari seudati masyarakat Aceh sebagai respon akademik terhadap perdebatan panjang mengenai pendekatan konseling di kalangan konselor. Penulis menggunakan data gabungan pada kajian ini, data lapangan guna menemukan nilai-nilai konseling Islam pada seni tari seudati dan data pustaka guna mengetahui kehadiran seni tari seudati dalam kontek sosialkegamaan di Aceh. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pada seni tari seudati ditemukan nilai-nilai konseling Islam sebagaimana yang terangkum dalam ungkapan salam, pujian kepada Tuhan dan Nabi, busana yang bernuansa Islami, kombinasi dari tari musik tubuh dan sastra tetang nilai-nilai kehidupan yang Islami, dan pada awal pertumbuhannya menjadi media untuk mengkomunikasikan pesan-pesan Islam kepada publik. Karena itu, penulis menyimpulkan bahwa kajian ini dapat memperkaya khazanah kajian tentang nilainilai konseling Islam berbasis budaya lokal. Para penggiat konseling dapat mempertimbangkan untuk menggunakan hasil kajian ini pada acara konseling terbuka untuk menolong individu yang memerlukan pendekatan konseling berbasis seni tari local yang Islami.

 

Keywords: konseling, Islam, seudati

 


Full Text:

PDF

References


A. Rani Usman. 2003. Sejarah Peradaban Aceh. Jakrta: Yayasan Obor Indonesia.

Aboebakar Atjeh. 1970. Aceh dan Sejarah Kebudayaan Sastra. Bandung: Al-Ma`arif.

Alo Liliweri. Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya.

Alo Liliweri. 2005. Prasangka & Konflik Kumunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. Yogyakarta: Lkis.

Asnawi Muhammad Salam. 2004. Aceh Antara Adat dan Syari`at Sebuah Kajian Kritik Tradisi dalam Masyarakat Aceh. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.

Ayang Utriza Nway. 2009. Adakah Penerapan Syari`at Islam di Aceh?. Banda Aceh: Tikar Pandan.

Bassam Tibi. 1999. Islam Kebudayaan dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

H.A.R. Tilaar. 2002. Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia Strategi Reformasi Pendidikan Nasional. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Haidar Bagir2005. Buku Saku Tasawuf. Bandung: Mizan.

Hasbi Amiruddin. 2007. Ulama Dayah Pengawal Agama Masyarakat Aceh. Lhokseumawe: Nadia Foundation.

Hendar Putranto. 2008. Mempersoalkan Kultur dan Ideologi. Depok: Koekoesan.

Ismuha. 1988. Bunga Rampai Temu Budaya Nusantara, PKA 3. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.

Jean-Louis Michon. 2003. Musik dan Tarian Suci dalam Islam. Bandung: Mizan.

Julian Baldic. 2002. Islam Mistik. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Maryaeni. 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara.

Mohd. Harun. 2009. Memahami Orang Aceh. Bandung: Cita Pustaka Media Perintis.

Mudji Sutrisno. 2009. Cultural Studies Tantangan Bagi Teori-teori Besar Kebudayaan Kreativitas Olah Budaya. Depok: Koekoesan.

Nicola A. Ziadeh. 2001. Tariqat Sanusiyyah: Penggerak Pembaharuan Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Noeng Muhadjir. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yokyakarta: Rake Sarasin.

Rusdi Sufi. 2007. Rajah dan Ajimat pada Masyarakat Aceh. Banda Aceh: Badan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Septiawan Santana. 2007. Menulis Ilmiah Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Seyyed Hossein Nasr. 2003. Ensiklopedi Tematis. Bandung: Mizan.

Sri Mulyati. 2004. Mengenal dan Memahami Tarekat Tarekat Muktabarah Di Indonesia. Jakarta: Prenada Media.

Sri Suyanta. 2008. Dinamika Peran Ulama Aceh. Yogyakarta: AK Group.

T. Ibrahim Alfian. 1979. Mata Uang Emas Kerajaan-Kerajaan di Aceh. Banda Aceh: Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum.

T. Syamsuddin dan M. Nur Abbas. 1981. Reucong. Banda Aceh: Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum.

The Description of Acehnese Dances. 1984. Banda Aceh: Department of Education and Culture of Aceh Province.

Y. Sumardiyo Hadi. 2000. Seni dalam Ritual. Jakarta: Pustaka.

Zakaria Ahmad. 2008. Sejarah Perlawanan Aceh Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme. Banda Aceh: Pena.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/taujih.v1i2.7198


     

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office:

Prodi Bimbingan dan Konseling Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Jl. Syech Abdur Rauf Darussalam,
Banda Aceh - Aceh 23111
Telp: -
HP: 0852-6091-2966
Email : fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
www.ar-raniry.ac.id