MODEL LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI SISWA SMA SE-KABUPATEN ACEH BESAR

Juli Andriyani

Abstract


Banyak orang yang tabu untuk membicarakan tentang seksual, termasuk orang tua yang merasa enggan, malu atau tabu menjelaskan tentang perihal tersebut kepada anak-anaknya. Dengan kurangnya informasi yang didapatkan, pengetahuan siswa SMA Se-Aceh Besar tentang kesehatan reproduksi sangat kurang sehingga siswa tidak tahu mengenai bahaya atau penyakit yang muncul berkaitan dengan alat reproduksinya. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan tersebut adalah melalui layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab fokus masalah “bagaimana model layanan bimbingan dan konseling terhadap kesehatan reproduksi siswa SMA se-Kabupaten Aceh Besar?”. Teori yang digunakan untuk menjawab fokus masalah tersebut adalah konseling kesehatan reproduksi yang di dalamnya dijabarkan tentang model-model layanan bimbingan dan konseling dan tentang kesehatan reproduksi. Jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Subjek penelitian di sini berjumlah 20 orang siswa SMA kelas dua dan 6 orang guru BK di SMA se-Aceh Besar yang sebelumnya responden ditentukan melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi dan wawancara. sedangkan teknik analisis data yang dilakukan antara lain reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa-siswa SMA di Kabupaten Aceh Besar belum sepenuhnya mengerti dan memahami apa yang terkandung dalam konsep kesehatan reproduksi. Untuk itu, setidaknya terdapat delapan model layanan bimbingan dan konseling yang telah diterapkan guru BK di SMA se-Aceh Besar dalam memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi kepada siswanya, yang mana model layanan tersebut merujuk pada pola 17 layanan bimbingan dan konseling, antara lain; layanan pembelajaran, layanan responsif, layanan konseling kelompok, layanan mediasi, layanan informasi, home visit (kunjungan rumah), layanan konsultasi, dan alih tangan kasus.

 

Kata Kunci : model layanan bimbingan dan konseling, kesehatan reproduksi

 


Full Text:

PDF

References


Asep Kurnia Nenggala, Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan untuk Kelas VIII SMP, Jilid 2, Bandung: Grafindo Media Pratama, 2006.

Intan Kumalasari, dkk., Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika, 2012.

Saring Marsudi, Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2003.

Thohari Musnamar, Dasar-Dasar Konseptual Bimbingan & Konseling Islami, Yogyakarta: UII Press, tt.

Prayitno, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Aunur Rahim Faqih, Bimbingan dan Konseling Dalam Islam, Yogyakarta: UII Press, 2001.

Saroha Pinem, Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi, Jakarta: Trans Info Media, 2009.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R&D, Bandung: Alfabeta, 2011.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktis), Jakarta: Rineka Cipta. 2010.

Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2013.

Undang-Undang Nomor 36/2009 pada Bagian Keenam tentang Kesehatan Reproduksi Pasal 72.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/taujih.v1i2.7203


     

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office:

Prodi Bimbingan dan Konseling Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Jl. Syech Abdur Rauf Darussalam,
Banda Aceh - Aceh 23111
Telp: -
HP: 0852-6091-2966
Email : fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
www.ar-raniry.ac.id