Tatacara Pelaksanaan Shalat Berjama’ah Berdasarkan Hadis Nabi

A. Karim Syekh

Abstract


Artikel yang diberi judul: “Tatacara Pelaksanaan Shalat Berjama’ah” ini diangkat karena diilhami oleh adanya fenomena yang beragam dan ketidakteraturan shafshaf para makmum dan adanya sebagian makmum yang mendahului gerakangerakan shalat mereka daripada gerakan shalat imam, padahal semua mereka dalam posisi mengikuti imam karena sedang melaksanakan shalat berjama’ah. Fenomena lain yang dapat disaksikan adalah beragamnya gerakan makmum dari satu rukun shalat ke rukun shalat selanjutnya. Misalnya, ada yang mengangkat kedua tangannya sebelum diucapkan takbiratulihram, ada pula yang mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan pengucapan takbiratul ihram  dan ada pula yang mengangkat kedua tangannya setelah pengucapan takbiratul ihram. Dengan munculnya keberagaman tatacara peribadatan shalat berjama’ah yang seperti ini jika semua jama’ah mampu memahaminya sebagai al-Tanawwu’ fi al-‘Ibadah maka akan terwujudlah sikap tasamuh (toleransi) antar sesama jama’ah. Akan tetapi, jika mereka berpandangan sempit maka akan menimbulkan keretakan ukhuwah islamiyah karena saling mengklaim bahwa pihaknyalah yang benar dan menuduh pihak lain adalah salah, bahkan ada yang menganggap pihak lain sebagai pelaku bid’ah, sesat dan menyesatkan. Untuk meluruskan pemahaman yang keliru pada sebagian masyarakat maka penulisan artikel: “Tatacara Pelaksanaan Shalat Berjama’ah”, yang bersumber dari sunnah Rasulullah SAW dan penjelasan para ulama/fuqaha’ sangat penting diwujudkan dan dipublikasikan kepada masyarakat. Diharapkan agar karya tulis yang sederhana ini dapat menjadi panduan para pembaca dalam melaksanakan shalat berjama’ah.


Keywords


Pelaksanaan, shalat berjama’ah

Full Text:

PDF

References


Abu Hamid Al-Ghaazali, Al-Wajiz fi Fiqh Al-Imam Asy-Syafi’i, Libanon: Dar AlMa’rifah, tt.

Al-Kahlani Ash-Shan’ani Al-Yamani, Al-Imam Muhammad bin Isma’il, Subulussalam, Juz I, Bandung: Dahlan, tt.

Al-Qalyubi, Syihabuddin Ahmadbin Ahmad bin Salamah dan ‘Umairah, Syihabuddin Ahmad al-Balesti, Hasyiyatani Qulyubi-‘Umairah, Juz I, Singapura-Jeddah-Indonesia: Al Haramai, tt.

An-Nawawi, Al-Imam Abi Zakaria Mahyiddin, Kitab Al-Majmu’ Syarh AlMuhadzdzabLisy-Syirazi, Juz I, II, III, Jeddah: Maktabah Al-Irsyad, tt.

Asy-Syawkani, Muhammad bin ‘Ali Ibnu Muhammad, Nail Al-Awthar, Juz I, Kairo: Dar Al-Fath, tt.

Ibnu Hajar Al-Makki Al-Haitami, Al-Imam Syahabuddin Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin ‘Ali, Al-Fatawa Al-Kubra Al-Fiqhiyah, Juz I, Beirut-Libanon: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyah, 1997 M/1417 H.

Sayid Sabiq, Fiqhussunnah, Juz I, Kairo: Dar al-Fath, tt.

Sayid Bakri Syatha, Kitab I’anah Ath-Thalibin, Juz I, Beirut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyah, 1995 M/1415H.

Sulaiman bin Muhammad bin ‘Umar, Al-‘Allamah Al-Syaikh, HasyiyahAl-Bujairami ‘Ala Syarh Minhaj Ath-Thullab, Juz I, Beirut-Libanon: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyah, 2000 M/1420 H.

Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islamy wa Adillatuh, Juz I, Damsyiq: Dar AlFikr,1997 M/1418 H.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/jim.v15i1.5458

Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.