Al-Simth Al-Majid: Melacak Pengaruh Syaikh Ahmad Al-Qusyaisyi terhadap Tradisi Sufi di Aceh (Pendekatan Analisis Tekstual Hadits)

Nuraini Nuraini

Abstract


Syattariyah tarekat is a popular tarekat in Aceh, especially during the Islamic kingdom of Aceh Darussalam under the leadership of the Queen. Abd. Rauf al-Singkel is considered the first carrier of the Syattariyah order. However, the network of the Syattariyah ulema from Abd. Rauf al-Singkel in Aceh has yet to be found. Therefore, it was assumed that the Syattariyah order existed between the 19th and 20th centuries in Aceh had nothing to do with Abd. Rauf al-Singkel. This statement implies that the Syattariyah's lineage from Sheikh Ahmad al-Qusyasyi in Aceh has lost. Abd. Sheikh Ahmad al-Qusyasyi has conferred Rauf al-Singkel as a messenger to spread the tarekat in the Indonesian archipelago. It is interesting to examine the influence of Sheikh Ahmad al-Qusyasi on the Syattariyah order developed in Aceh. Thus, the question was raised whether the trace of Sheikh Ahmad al-Qusyasyi’s influence on the Sufi tradition in Aceh still exists. One way to clarify the influence is by examining the Syattariyah order in Aceh through Acehnese Sufi figures. By looking at the lineage of the sanad they use, we would be able to determine if their sanad reaches Sheikh Ahmad al-Qusyasyi. The genealogical paths found in the current study and that of Oman Fathurrahman's show that the sanad of the Syattariyah tarekat in Aceh attained to Sheikh Ahmad al-Qusyasi. Thus, it can be concluded that the Syattariyah order developing in Aceh was originated from Sheikh Ahmad al-Qusyasyi, either through Abd. Rauf al-Singkel or other Acehnese scholars.

Abstrak: Syattariyah merupakan tarekat yang populer di Aceh, terutama pada masa kerajaan Islam Aceh Darussalam di bawah pimpinan Ratu/Sulthanah. Abdurrauf al-Singkel dianggap sebagai pembawa pertama tarekat Syattariyah. Namun hingga saat ini belum ditemukan jaringan keulamaan tarekat Syattariyah yang berkembang di Aceh dari silsilah Abdurrauf  al-Singkel. Bahkan tarekat Syattariyah yang ada dalam abad  XIX dan XX di Aceh dianggap  tidak ada hubungannya dengan Abdurrauf al-Singkel. Pernyataan ini tampak menunjukkan terputusnya silsilah tarekat Syattariyah dari Syaikh Ahmad al-Qusyasyi di Aceh.  Padahal Abdurrauf al-Singkel sendiri merupakan khalifah yang ditunjukkan langsung oleh Syaikh Ahmad al-Qusyasyi untuk menyebarkan tarekat di wilayah Nusantara. Oleh karena itu, artikel ini ingin mengkaji pengaruh Syaikh Ahmad al-Qusyasi terhadap perkembangan tarekat Syattariyah di Aceh. Apakah masih ada pengaruh Syaikh Ahmad al-Qusyasyi dalam tradisi sufi di Aceh?. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa silsilah sanad tarekat Syattariyah yang berkembang di Aceh semua bersumber dari Syaikh Ahmad al-Qusyasi. Dengan demikian dapat simpulkan bahwa tarekat Syattariyah yang berkembang di Aceh dari jalur silsilah adalah tarekat Syattariyah yang bersumber dari Syaikh Ahmad al-Qusyasyi, termasuk Abdurrauf al-Singkel pada masanya maupun beberapa ulama Aceh lainnya.


Keywords


Tarekat Syattariyah, Pengaruh, Silsilah sanad

Full Text:

PDF

References


Aboebakar Atjeh, Tarekat dalam Tasawuf, Malaysia: Pustaka Aman Press, 1989.

Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Jakarta: Kencana, 2004.

Damanhuri,” ‘Umdah al-Muhtajin: Rujukan Tarekat Syattariyah Nusantara”, dalam Jurnal Ulumuna, Vol. 17, No. 2 Desember 2013.

Hamka, Perkembangan Tasawwuf dari Abad ke Abad, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1952.

Hamka, Tasawuf; Perkembangan dan Pemurniannya, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984.

https://id.m.wikipedia.org, tgl akses, 23 September 2018.

https://id.m.wikipedia.org. Tgl akses 29 September 2018.

Ibrahim Alfian, Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah, Banda Aceh: Pusat Dokumentasi dan informasi Aceh, 1999.

Lindung Hidayat Siregar, Sejarah Tarekat dan Dinamika Sosial. https://media.neliti.com,media , tgl, 24 September 2018.

Oman Fathurrahman, Tarekat Syattariyah di Minangkabau, Jakarta: Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN, 2008.

Oman Fathurrahman, Syattariyah Silsilah: in Aceh, Java, and the Lanao area of Mindano, Tokyo: Research Institut for Languages and Cultures of Asia and Africa Tokyo University of Foreign Studies, 2016.

Sehat Ihsan Shadiqin, ” Di Bawah Payung Habib: Sejarah, Ritual, dan Politik Tarekat Syattariyah di Pantai Barat Aceh”, Jurnal Substantia, Vol. 19, No. 1, April 2017.

Syaikh Ahmad al-Qusyasyi, al-Simth al-Majid, India: Majlis Dairah al-Ma’arif al-Nizamiyah, 1327 H.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v21i2.3792

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 SUBSTANTIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

SUBSTANTIA: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN 
DITERBIKAN OLEH: 
FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) AR-RANIRY BANDA ACEH, ACEH INDONESIA

 

ALAMAT REDAKSI:
Gedung Fakultas Ushuluddin Lantai II, Fakultas Ushuluddin, UIN Ar-Raniry, Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111.Telp. (0651)7551295. eMail: substantia.adm@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.