Ummatan Wasaţan dalam Pancasila Perspektif Tafsir M. Quraish Shihab

Khairil Fazal, Juwaini Saleh

Abstract


The purpose of this study is to find out how ummatan Wasaţan in Pancasila according to the point of view of understanding M. Quraish Shihab. It was then traced that the idea of wasaţan ummah is an idea that can combine individual and public activities so that there is a balance throughout daily life. This research method uses a literature research approach. The results of the study show that actually according to M. Quraish Shihab the existence of Muslims is still far from the positive side of ummaţan wasaţan, the understanding of ummatan wasaţan in Pancasila is moderate individuals, not left and right, in order to create a just mentality, people who are used as witnesses and all parties witness as an example. There are eight things According to Quraish Shihab about the concept of ummatan wasaţan namely (a) Belief in Allah Almighty and His Messenger; (b) steadiness; (c) Intelligence; (d) Solidarity and solidarity and fraternity; (e) Equity; (f) Commendable; (g) Balance; and (h) Comprehensive.

 

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana Ummatan Wasaţan dalam Pancasila menurut sudut pandang pemahaman M. Quraish Shihab. Kemudian dilacak bahwa gagasan wasaţan ummah adalah gagasan yang dapat menggabungkan aktivitas individu dan publik sehingga terjadi keseimbangan sepanjang kehidupan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebenarnya menurut M. Quraish Shihab keberadaan umat Islam masih jauh dari sisi positif ummaţan wasaţan, pemahaman ummatan wasaţan dalam Pancasila adalah individu-individu moderat, tidak ke kiri dan ke kanan, agar tercipta mental yang adil, orang-orang yang dijadikan saksi dan semua pihak menyaksikan sebagai contoh. Terdapat  delapan hal Menurut  Quraish Shihab tentang konsep ummatan wasaţan yaitu (a) Keyakinan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya; (b) kemantapan; (c) Kecerdasan; (d) Solidaritas dan solidaritas dan persaudaraan; (e) Ekuitas; (f) Terpuji; (g) Keseimbangan; dan (h) Komprehensif.


Keywords


Ummatan Wasaţan, Pancasila, M. Quraish Shihab

Full Text:

PDF

References


A.W. Munawir. Al-Munawir Kamus Arab-Indonesia. Surabaya: Pustaka Progresif, 1997.

Adam Tri Rizky, Ade Rosi Siti Zakiah. “Islam Wasathiyah Dalam Wacana Tafsir Ke-Indonesia-an (Studi Komparatif Penafsiran M. Quraish Shihab Dan Buya Hamka).” AQWAL Journal of Qur’an and Hadis Studies 1 (1) (2020).

Ali Nurdin. Quranic Society: Menelusuri Konsep Masyarakat Ideal Dalam Al-Qur’an. Jakarta: Erlangga, 2006.

Bindaniji, Muhamad, and Moh Ashif Fuadi. “Post-Tradisionalisme: Membincang Basis Epistemologi Dan Transformasi Gerakan Moderasi Beragama Nahdlatul Ulama.” Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 24, no. 1 (2022): 58. https://doi.org/10.22373/substantia.v24i1.12909.

HM Yasin, Taslim. “Toleransi Beragama Perspektif Islam Dan Kong Hu Cu.” Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama 1, no. 1 (2021): 41. https://doi.org/10.22373/arj.v1i1.9442.

Iffaty Zamimah. “AL-WASATHIYYAH DALAM AL-QUR`ÂN (STUDI TAFSIR AL-MARÂGHÎ, AL-MUNÎR, DAN AL MISHBÂḪ).” INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA, 2015.

Kementerian Agama RI. Al-Qur’an Dan Tafsirnya (Edisi Yang Disempurnakan). Jakarta: Lembaga Kementerian Agama, 2010.

M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah: Juz II Kelompok Ayat IX Jilid I. Jakarta: Lentera, 2000.

M. Syafi’i Saragih. Memaknai Jihad (Antara Sayyid Quthb & Quraish Shihab). Yogyakarta: Deepublish, 2015.

Malik, Abdul, and Busrah Busrah. “Relasi Pemerintah Dan Akademisi Dalam Isu Moderasi Beragama Di Indonesia.” Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 23, no. 2 (2021): 120. https://doi.org/10.22373/substantia.v23i2.9167.

Masduki, Mahfudz. Tafsir Al-Mishbâh M. Quraish Shihab: Kajian Atas Amtsâl Al-Qur’an. Bandung: Pustaka Pelajar, 2012.

Mokhammad Ainul Yaqin. “Perspektif Al-Qur’an-Hadis Tentang Konsep Keseimbangan Dalam Kehidupan Personal Dan Sosial.” Jurnal Pendidikan Indonesia 2, no. 1 (January 2021): 59–71. https://doi.org/10.36418/japendi.v2i1.62.

Muhammad, Muhammad. “Hubungan Agama Dan Budaya Pada Masyarakat Gampong Kereumbok Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.” Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 22, no. 2 (2020): 85. https://doi.org/10.22373/substantia.v22i2.7769.

Nurul Aini, Isra Aulia, Zulfahmi. “Melawan Intoleransi Dan Ekstrimisme Media Sosial: Inovasi Kampanye Moderasi Beragama Kanal Youtubr Labpsa Tv.” Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) 3, no. 1 (2022): 69.

Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan Dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Rahmawati, Huzdaeni. “NILAI-NILAI UMMATAN WASATAN UNTUK MELAWAN INTOLERAN (Studi Teks, Konteks, Dan Kontekstualisasi Terhadap Q.S. Al-Baqarah Ayat 143).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr 6, no. 2 (July 2017): 193–207. https://doi.org/10.24090/jimrf.v6i2.2741.

Rauf, Abdur. “UMMATAN WASAṬAN MENURUT M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA.” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis 20, no. 2 (November 2019): 223. https://doi.org/10.14421/qh.2019.2002-06.

Sahputra, Dedi. “Pemaknaan Islam Moderat Sebagai Sebuah Terminologi.” Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) 4, no. 2 (October 2021): 896–904. https://doi.org/10.34007/jehss.v4i2.766.

Saiful Amin Ghafur M. Fatih Masrur. Mozaik Mufasir Al-Qur’an: Dari Klasik Hingga Kontemporer. Yogyakarta: Kaukaba, 2013.

Syafiq A. Mughni. Pendidikan Kewarnegaraan, Demokarasi, HAM, Civil Society, Dan Multikulturalisme. Malang: Pusat Studi Agama, Politik, dan Masyarakat (PuSAPoM), 2007.

Ulya, Risqo Faridatul. “Asbab An-Nuzul Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab (Studi Terhadap Surah Al-Baqarah).” Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial Dan Budaya 2, no. 2 (December 2020): 1. https://doi.org/10.31958/istinarah.v2i2.2380.

Wahbah az- Zuhaili. At-Tafsir Al-Munir Fi Al-Aqidati Wa Al-Syariati Wa Al-Manhaj. Beirut: Dar al-Fikri Damashqi, 1991.

Wartini, Atik. “CORAK PENAFSIRAN M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH.” HUNAFA: Jurnal Studia Islamika 11, no. 1 (June 2014): 109. https://doi.org/10.24239/jsi.v11i1.343.109-126.

Yanto, Dwi. “PENGAMALAN NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.” ITTIHAD 14, no. 25 (December 2016). https://doi.org/10.18592/ittihad.v14i25.860.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/tafse.v7i1.13197

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Khairil Fazal, Juwaini Saleh

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Journal Secretariat : Al-Qur'an and Tafsir Department, 1st Floor, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Indonesia. Jln. Syeikh Abdul Rauf, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Indonesia. Post Code: 23111. Email: tafse@ar-raniry.ac.id

TAFSE: Journal of Qur’anic Studies, e-ISSN: 2775-5339, p-ISSN: 2620-4185 

View My Stats