Rekonstruksi Tafsir Al-Quran Kontemporer (Studi Analisis Sumber dan Metode Tafsir)

Irsyadunnas Irsyadunnas, Nurmahni Nurmahni

Abstract


One of the weaknesses of the classical tafseer (interpretation) method is the lack of concern of the mufassir (quran interpreter) to the context of the verse, therefore, their interpretations tend to be asocial or ahistorical. This paper offers a reconstruction of methods and sources of interpretation which resulted in a form of interpretation that is pertinent to the development of science and society. In interpretation study, it is necessary to have a balance in three aspects: text, context, and perspective. It should also involve three elements in coincide, namely, asbãb al-nuzûl (the occasion of revelation), language analysis, and Weltanschaung analysis or world view.

Abstrak: Salah satu kelemahan metode tafsir klasik adalah kurangnya perhatian mufasir terhadap konteks sebuah ayat, sehingga melahirkan tafsir yang cenderung asosial atau ahistoris. Tulisan ini menawarkan sebuah konstruksi metode dan sumber tafsir yang bisa menghasilkan sebuah tafsir yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Dalam kajian tafsir perlu adanya keseimbangan dalam tiga hal yakni teks, konteks dan perspektif. Di samping itu juga harus melibatkan tiga unsur secara bersamaan, yakni asbãb al-nuzûl, analisis bahasa, dan analisis weltanschaung atau world view


Keywords


Tafsir Hadis

Full Text:

PDF

References


Abd Al-Hayy Al-Farmawy, Metode Tafsir Mawdhu’iy, Jakarta: Raja Grasindo, 1996.

Abi Ja’far Muhammad ibn Jarir ath-Thabari, Jamī’ al-Bayān ‘an Ta’wīl Ayatal-Qur’ān. Beirut: Dār al-Fikr, t.th.

Abu Al-Hasan ‘Ala’ Al-Din Ali bin Muhammad bin Ibrahim bin Umar bin Khalil Al-Shayhi Al-Baghdadi Al-Syafi’i Al-Sufi, Lubab Al-Ta’wil fi Ma’anyy Al-Tanzil, Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyah, t.th.

Ali Hasan al-’Arid, Sejarah dan Metodologi Tafsir, Jakarta: Rajawali Pers, 1992.

Amin Abdullah, Studi Agama Normativitas atau Historisitas, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

Amina Wadud, Qur’an and Woman Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective New York: Oxford University Press, 1999.

Asghar Ali Engineer, The Right of Women in Islam, New York: ST Martin’s Press, 1992.

Fahruddin Faiz, Hermeneutika Al-Qur'an Tema-tema Kontroversial, Yogyakarta: Elsaq, 2005.

Farid Esack, Qur’an Liberation & Pluralism an Islamic Perspective of Intereligious Solidarity Against Oppression, England: Oneworld Publications, 1997.

Fazlur Rahman, Kebangkitan dan Pembaharuan Dalam Islam, terj. Munir, Bandung: Pustaka, 2000.

Hasan Hanafi, Dialog Agama dan Revolusi, Terj. Tim Pustaka Firdaus, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1991.

Irsyadunnas, Hermeneutika Feminis dalam Pemikiran Tokoh Islam Kontemporer, Yogyakarta, Kaukaba: 2015.

Ismail ibn Umar Al-Quraisyi ibn Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi, Al-Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyah, t.th.

Jalal ad-Din ‘Abd al-Rahman al-Suyuthi, al-Itqān fi ‘Ulūm al-Qur’ān, Kairo: Maktabah Dār al-Turās, 2009.

J. M. S. Baljon, Modern Muslim Koran Interpretation (1880-1960), Leiden: E. J. Brill, 1968.

Komarudin Hidayat, Tragedi Raja Midas: Moralitas Agama dan Krisis Modernisme, Jakarta: Paramadina, 1998.

Komarudin Hidayat, Memahami Bahasa Agama Sebuah Kajian Hermeneutik, Jakarta: Paramadina, 1996.

Muhammad Abdullah Darraz, al-Nabā al-‘Azīm, Beirut: Dār al-Qalam, 1977.

Muhammad ‘Abd al-‘Azim al-Zarkani, Manāhil al-‘Irfān fi ‘Ulūm al-Qur’ān, Kairo: Dar al-Hadis, 2001.

Muhammad Husen az-Zahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun, Kairo: tp, 1976.

Muhammad Shahrur, Islam dan Iman: Aturan-aturan Pokok, terj. Sabrur R. Soenardi Yogyakarta: Jendela, 2002.

Mohammed Arkoun, al-Fikr al-Islami: Naqd wa al-Ijtihad, terj. Hasyim Shalih, London: Dar al-Saqi, 1990.

M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an, Bandung: Mizan, 1992.

--------------, Benarkah Dilarang Memilih Non Muslim Jadi Pemimpin, http://www.fiqhmenjawab.net/2016/10/tafsir-al-maidah-ayat-51-menurut-prof-quraish-shihab/, diakses pada tanggal 20 November 2017.

Nadirsyah Hosen, MeluruskanSejumlah-Tafsir-Surat-Al-Maidah-51, https://www.nu.or.id/post/read/71937/,diakses pada tanggal 20 November 2017.

Nasr Hamid Abu Zayd, Mafhūm al-Nash Dirāsah fi ‘Ulūm al-Qur’ān, t.tp: al-Markaz al-Tsaqafi al-’Arabi, t.th.

Sahiron Syamsudin, Upaya Integrasi Hermeneutika Dalam Kajian Al-Qur’an dan Hadis, Yogyakarta: Lemlit UIN SUKA, 2009.

--------------, Penafsiran Kontekstual atas QS. Al-maidah: 51, http//uin-suka.ac.id, diakses pada hari Rabu tanggal 22 November 2017..




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v22i1.6119

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

SUBSTANTIA: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN 
DITERBIKAN OLEH: 
FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) AR-RANIRY BANDA ACEH, ACEH INDONESIA

 

ALAMAT REDAKSI:
Gedung Fakultas Ushuluddin Lantai II, Fakultas Ushuluddin, UIN Ar-Raniry, Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111.Telp. (0651)7551295. eMail: substantia.adm@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.